Rabu, 22 April 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Indeks

Dosen FKIP UMS Kembangkan Riset Tumbuhan Adat Banyuwangi sebagai Inovasi Pembelajaran Biologi

Indospektrum by Indospektrum
2 April 2026
in Indeks, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter
Dosen Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS, Dr. Paramitha Cahyani, M.Pd. Foto: Ist.

SOLO – Inovasi pembelajaran berbasis kearifan lokal kembali dihadirkan oleh akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dosen Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS, Dr. Paramitha Cahyani, M.Pd mengembangkan riset tumbuhan adat yang digunakan dalam ritual masyarakat Desa Adat Olehsari, Banyuwangi, sebagai upaya menghadirkan pembelajaran biologi yang lebih kontekstual dan bermakna.

Penelitian ini berangkat dari keresahan terhadap pembelajaran biologi yang kerap dianggap sulit oleh siswa. Menurut Paramitha, selama ini biologi dikenal sebagai science of life, tetapi dalam praktiknya masih banyak dipahami sebatas hafalan tanpa keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

“Biologi sering diidentikkan sebagai ilmu kehidupan, tetapi justru dianggap sulit karena masih ada gap antara teori dengan realitas sehari-hari. Dari situlah saya memulai riset ini, sejak disertasi saya, dengan mengembangkan praktikum biologi berbasis lokal,” ungkapnya, Kamis (2/4/2026).

Ia menambahkan, potensi kearifan lokal di Banyuwangi, khususnya di Desa Olehsari, menjadi peluang besar untuk menjembatani ilmu pengetahuan dengan praktik budaya masyarakat terlebih Desa Olehsari masih kental dengan tradisi adat.

“Masalahnya, masyarakat sudah sangat akrab dengan tanaman-tanaman itu dalam kehidupan sehari-hari. Kenapa kita sebagai akademisi tidak menjadikannya sebagai jembatan antara pengetahuan lokal dengan ilmu biologi? Ini bisa menjadi win-win solution,” jelasnya.

Riset yang Paramitha lakukan berfokus pada identifikasi dan analisis berbagai jenis tumbuhan yang digunakan dalam ritual adat masyarakat setempat, khususnya dalam tradisi Seblang di Desa Olehsari. Tumbuhan-tumbuhan tersebut tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga relevan dengan berbagai materi biologi, seperti keanekaragaman hayati, ekologi, embriologi tumbuhan, hingga pemanfaatan tumbuhan sebagai obat.

Paramitha menjelaskan, keunikan tumbuhan adat tidak selalu terletak pada jenis tanamannya, melainkan pada nilai filosofis yang menyertainya. Seperti bunga mawar atau kembang sepatu, yang memiliki makna khusus dalam tradisi setempat meskipun umum dijumpai di tempat lain.

“Yang membuat unik itu bukan semata tanamannya, tetapi filosofinya. Tanaman yang sehari-hari kita lihat bisa memiliki makna mendalam karena kepercayaan masyarakat,” tuturnya.

Salah satu contoh yang ia temukan adalah penggunaan daun pisang muda dalam atribut ritual. Masyarakat secara spesifik memilih jenis pisang raja karena memiliki filosofi sebagai simbol kekuasaan dan kemuliaan.

“Sebagai biolog, kita mungkin melihatnya hanya sebagai pohon pisang. Tapi masyarakat bisa membedakan jenisnya dan memahami maknanya. Pisang raja dipilih karena melambangkan sosok yang memiliki kuasa dan kearifan, sehingga dianggap layak sebagai bagian dari persembahan adat,” jelas Paramitha.

Pengetahuan terkait tumbuhan adat ini, lanjutnya, diwariskan secara turun-temurun bahkan sejak sebelum Indonesia merdeka. Namun, dokumentasi ilmiah terhadap pengetahuan lokal tersebut masih sangat terbatas.

“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang. Selama ini pengetahuan masyarakat jarang terdokumentasi secara ilmiah. Padahal, gap ini sangat besar dan bisa menjadi ruang riset bagi akademisi, termasuk di UMS,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini kajian terkait tumbuhan adat lebih banyak dilakukan dari perspektif antropologi, sementara kajian biologis seperti klasifikasi, fungsi, dan potensi ilmiahnya masih minim.

“Padahal dalam biologi, satu jenis tanaman saja bisa berbeda klasifikasi dan manfaatnya. Ini yang masih jarang dikaji. Ke depan, saya ingin membangun roadmap riset berbasis kekayaan lokal, tidak hanya terbatas pada tumbuhan adat,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa pendekatan ini dapat menjadi jembatan bagi siswa untuk memahami konsep biologi secara lebih konkret. Dengan melihat langsung praktik penggunaan tumbuhan dalam kehidupan masyarakat adat, siswa diharapkan mampu mengaitkan teori dengan realitas di lapangan.

“Ketika siswa belajar dari sumber lokal, mereka tidak hanya memahami konsep, tetapi juga belajar menghargai budaya dan lingkungan sekitar. Ini yang menjadi kekuatan pembelajaran biologi kontekstual,” jelasnya.

Lebih jauh, riset ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya konservasi biodiversitas berbasis masyarakat. Dengan meningkatkan kesadaran terhadap nilai ilmiah dan budaya dari tumbuhan lokal, masyarakat diharapkan turut berperan dalam menjaga kelestariannya.

“Pada akhirnya, riset ini bermuara pada konservasi. Kita ingin biodiversitas kita dijaga oleh masyarakat kita sendiri, sebelum diambil dan diteliti oleh pihak luar,” pungkasnya.

Dosen UMS itu menegaskan bahwa riset dapat mengintegrasikan antara ilmu pengetahuan dan budaya lokal mampu membuka peluang baru dalam dunia pendidikan. Di tengah tuntutan pembelajaran abad ke-21, pendekatan berbasis kearifan lokal dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih relevan, inklusif, dan berkelanjutan.

Tags: UMSUniversitas Muhammadiyah Surakarta
Previous Post

Pererat Ukhuwah, Yayasan Amal Sahabat dan Al-Azhar Syifa Budi Solo Gelar Halal Bihalal 1447 H

Next Post

Ketua LPPIK UMS: Keluarga Sakinah Kunci Lahirnya Masyarakat yang Berdaya

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menerima Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Rabu, 22 April 2026. Foto: Ist.
Indeks

Pemprov Jateng Kejar Target 21 Ribu Jamban, Wagub Ajukan Dukungan ke Komisi VIII DPR RI

by Indospektrum
22 April 2026
UMS menjadi tuan rumah Seminar dan Rapat Anggota I 2026 Perkumpulan ADPI KOMDA V Jawa Tengah dan DIY, Rabu (22/4/2026). Foto: Ist.
Indeks

UMS Tuan Rumah Seminar ADPI KOMDA V: Bahas Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Strategi Dana Pensiun

by Indospektrum
22 April 2026
KAI akan mengoperasikan KA Sangkuriang relasi Stasiun Bandung–Stasiun Ketapang (Banyuwangi) PP mulai 1 Mei 2026. Foto: Ist.
Ekonomi

KAI Luncurkan KA Sangkuriang Relasi Bandung-Banyuwangi, Ada Promo Diskon 50 Persen

by Indospektrum
22 April 2026
Dosen FAI UMS, Dr. Hakimuddin Salim, Lc., M.A. Foto: Ist.
Gagasan

Dosen FAI UMS: Kesalehan Orang Tua adalah Investasi Terbaik bagi Masa Depan Anak

by Indospektrum
22 April 2026
TelkomGroup meraih tiga penghargaan pada ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026. Foto: Ist.
Bisnis

TelkomGroup Borong 3 Penghargaan di Ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026

by Indospektrum
22 April 2026
Next Post
Ketua LPPIK UMS Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag. Foto: Ist.

Ketua LPPIK UMS: Keluarga Sakinah Kunci Lahirnya Masyarakat yang Berdaya

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menerima Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Rabu, 22 April 2026. Foto: Ist.
Indeks

Pemprov Jateng Kejar Target 21 Ribu Jamban, Wagub Ajukan Dukungan ke Komisi VIII DPR RI

22 April 2026
UMS menjadi tuan rumah Seminar dan Rapat Anggota I 2026 Perkumpulan ADPI KOMDA V Jawa Tengah dan DIY, Rabu (22/4/2026). Foto: Ist.
Indeks

UMS Tuan Rumah Seminar ADPI KOMDA V: Bahas Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Strategi Dana Pensiun

22 April 2026
KAI akan mengoperasikan KA Sangkuriang relasi Stasiun Bandung–Stasiun Ketapang (Banyuwangi) PP mulai 1 Mei 2026. Foto: Ist.
Ekonomi

KAI Luncurkan KA Sangkuriang Relasi Bandung-Banyuwangi, Ada Promo Diskon 50 Persen

22 April 2026
Dosen FAI UMS, Dr. Hakimuddin Salim, Lc., M.A. Foto: Ist.
Gagasan

Dosen FAI UMS: Kesalehan Orang Tua adalah Investasi Terbaik bagi Masa Depan Anak

22 April 2026
TelkomGroup meraih tiga penghargaan pada ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026. Foto: Ist.
Bisnis

TelkomGroup Borong 3 Penghargaan di Ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026

22 April 2026
HMP IQT UMS menyelenggarakan kegiatan pelatihan desain grafis. Foto: Ist.
Indeks

Tingkatkan Skill Kreatif di Era Digital, HMP IQT UMS Gelar Pelatihan Desain Grafis

22 April 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum