Kamis, 5 November 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Indeks

Lulus Doktor UMS dengan IPK 3,93, Erham Budi Tawarkan Solusi Pendidikan untuk Masyarakat Religius

Indospektrum by Indospektrum
8 Mei 2026
in Indeks, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter
Erham Budi Wiranto mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor PAI FAI UMS, Kamis (7/5/2026). Foto: Ist.

SOLO – Di tengah menguatnya polarisasi sosial dan sensitifnya isu perbedaan keyakinan di Indonesia, konsep Religious Multicultural Education (RME) dinilai dapat menjadi jalan tengah untuk menjaga relasi antaragama tanpa harus mengorbankan keyakinan masing-masing pemeluk agama.

Gagasan tersebut disampaikan Erham Budi Wiranto dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, pada Kamis (7/5/2026).

Menurut Erham, masyarakat Indonesia membutuhkan pendekatan pendidikan yang mampu membela ortodoksi agama sekaligus menghargai keragaman. Ia menilai pendekatan multikulturalisme Barat yang sekuler-liberal sering kali tidak kompatibel dengan masyarakat Indonesia yang religius.

“Indonesia membutuhkan RME karena masyarakat kita beragama. Kita memerlukan pendekatan yang tetap menjaga iman, tetapi juga ramah terhadap perbedaan,” ujarnya.

Dalam disertasinya, Erham mengkritisi pendidikan multikultural Barat yang cenderung memosisikan agama hanya sebagai produk budaya. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat seluruh agama dianggap relatif dan sama sehingga klaim kebenaran agama sering dipandang sebagai ancaman terhadap keberagaman.

Di sisi lain, pendidikan multikultural berbasis teologi tertentu juga dinilai belum sepenuhnya menjadi solusi karena cenderung bersifat apologetik dan polemik.

“Atas dasar itu diperlukan jalan tengah yang tidak sekuler-liberal, tetapi juga tidak apologetik dan polemik,” jelasnya.

Melalui pendekatan filsafat dan studi agama-agama, Erham kemudian merumuskan konsep RME. Konsep ini dibangun melalui integrasi transdisipliner antara studi agama-agama dan pendidikan multikultural.

Secara ontologis, RME mengakui keragaman agama sekaligus menghormati klaim kebenaran masing-masing pemeluk agama. Secara epistemologis, pendekatan ini bersifat konstruktivis, multidisipliner, dan inklusif. Adapun secara aksiologis, RME diarahkan untuk menghormati keragaman, menjadi resolusi konflik, serta memperkuat moralitas masyarakat.

Erham menilai pendidikan menjadi ruang paling strategis untuk menanamkan nilai tersebut. Menurutnya, tantangan terbesar penerapan RME di Indonesia adalah masih adanya kelompok-kelompok eksklusif yang belum terbuka terhadap perbedaan.

“Kalau pendidikan sudah bagus, dampak sosialnya juga akan bagus. Jadi RME fokusnya dimulai dari pendidikan,” katanya.

Ia juga menanggapi fenomena keluarga beda agama yang belakangan ramai diperbincangkan, termasuk dikaitkan dengan lagu “Mangu”. Menurutnya, keluarga dengan keyakinan berbeda tetap dapat hidup harmonis selama membangun komunikasi dialogis tanpa paksaan.

“Pendekatannya harus dialogis dan kekeluargaan. Jangan ada pemaksaan karena itu bertentangan dengan prinsip RME,” ungkapnya.

Sidang promosi doktor tersebut dipimpin promotor Prof. Dr. Waston, M.Hum., dengan ko-promotor sekaligus sekretaris sidang Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd.

Mohamad Ali menyampaikan bahwa Erham dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dengan IPK 3,93 dan menjadi doktor ke-66 dari Program Studi S3 Fakultas Agama Islam UMS.

Dalam nasihat akademiknya, ia menegaskan bahwa kajian multikulturalisme dan studi agama-agama merupakan bidang yang sensitif karena kerap bersinggungan dengan dimensi politik dan sosial masyarakat. Ia pun mengingatkan pentingnya kerendahan hati dan semangat belajar sepanjang hayat bagi seorang akademisi.

“Jangan cepat puas, jangan berhenti belajar, dan terus membimbing diri sendiri agar dunia di sekitar menjadi lebih terbuka dan lebih baik,” pungkasnya.

Tags: UMSUniversitas Muhammadiyah Surakarta
Previous Post

Forum Rais Syuriyah Jatim Usulkan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Ponpes Lirboyo

Next Post

Sabet Juara Internasional di Thailand, Tim Tari Ratoeh Jaroeh SMAN 4 Semarang Diganjar Apresiasi Wagub Jateng

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

UMS memperluas jejaring internasional melalui pengembangan kerja sama pendidikan tinggi dengan Republik Rakyat Tiongkok. Foto: Ist.
Indeks

Perluas Jejaring Global, UMS Gandeng KBRI Beijing Pertajam Kerja Sama Akademik dan Industri di Tiongkok

by Indospektrum
5 November 2026
UNS Solo meraih penghargaan QS Recognition Award for Performance Improvement dari QS Quacquarelli Symonds atas peningkatan signifikan dalam QS World University Rankings (WUR): Asia selama lima tahun terakhir. Foto: Ist.
Indeks

Raih QS Performance Improvement Dua Tahun Berturut-turut, UNS Tembus Peringkat 158 Asia

by Indospektrum
4 November 2026
Prosesi Pemasangan Bleketepe

SIJ. KGPAA Mangkoenagoro X (kiri) menyaksikan prosesi pemasangan Bleketepe oleh KPH. Hariadhi Anggoro Kadarisman dalam rangkaian acara Dhaup Ageng Mangkunegaran di Bangsal Tosan, Pura Mangkunegaran, Rabu (4/11/2026). Pemasangan Bleketepe merupakan rangkaian acara sebagai penanda dimulainya adat prosesi pernikahan.
Indeks

Pura Mangkunegaran Gelar Bleketepe dan Adang Sepisan, Tandai Dimulainya Dhaup Ageng Gusti Sura

by Indospektrum
4 November 2026
Dosen Program Studi PGSD UMS,  Muhammad Taufik Hidayat, S.Pd., M.Pd meraih Exceptional PhD Award dari School of Education and Culture, Monash University, Australia. Foto: Ist.
Indeks

Dosen PGSD UMS Raih Exceptional PhD Award dari Monash University Australia

by Indospektrum
4 November 2026
Pembangunan jalan beton di ruas Jepara-Keling, Kabupaten Jepara, sepanjang sekitar 3,3 kilometer pada 2026. Foto: Ist.
Indeks

Dulu Rusak dan Berlubang, Kini Jalur Alternatif Jepara-Pati Makin Mulus

by Indospektrum
4 November 2026
Next Post
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen memberikan apresiasi kepada tim Ratoeh Jaroeh SMAN 4 Kota Semarang. Foto: Ist.

Sabet Juara Internasional di Thailand, Tim Tari Ratoeh Jaroeh SMAN 4 Semarang Diganjar Apresiasi Wagub Jateng

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

UMS memperluas jejaring internasional melalui pengembangan kerja sama pendidikan tinggi dengan Republik Rakyat Tiongkok. Foto: Ist.
Indeks

Perluas Jejaring Global, UMS Gandeng KBRI Beijing Pertajam Kerja Sama Akademik dan Industri di Tiongkok

5 November 2026
UNS Solo meraih penghargaan QS Recognition Award for Performance Improvement dari QS Quacquarelli Symonds atas peningkatan signifikan dalam QS World University Rankings (WUR): Asia selama lima tahun terakhir. Foto: Ist.
Indeks

Raih QS Performance Improvement Dua Tahun Berturut-turut, UNS Tembus Peringkat 158 Asia

4 November 2026
Prosesi Pemasangan Bleketepe

SIJ. KGPAA Mangkoenagoro X (kiri) menyaksikan prosesi pemasangan Bleketepe oleh KPH. Hariadhi Anggoro Kadarisman dalam rangkaian acara Dhaup Ageng Mangkunegaran di Bangsal Tosan, Pura Mangkunegaran, Rabu (4/11/2026). Pemasangan Bleketepe merupakan rangkaian acara sebagai penanda dimulainya adat prosesi pernikahan.
Indeks

Pura Mangkunegaran Gelar Bleketepe dan Adang Sepisan, Tandai Dimulainya Dhaup Ageng Gusti Sura

4 November 2026
Dosen Program Studi PGSD UMS,  Muhammad Taufik Hidayat, S.Pd., M.Pd meraih Exceptional PhD Award dari School of Education and Culture, Monash University, Australia. Foto: Ist.
Indeks

Dosen PGSD UMS Raih Exceptional PhD Award dari Monash University Australia

4 November 2026
Pembangunan jalan beton di ruas Jepara-Keling, Kabupaten Jepara, sepanjang sekitar 3,3 kilometer pada 2026. Foto: Ist.
Indeks

Dulu Rusak dan Berlubang, Kini Jalur Alternatif Jepara-Pati Makin Mulus

4 November 2026
Pembangunan talud di ruas Kudus-Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Foto: Ist.
Indeks

Taj Yasin Minta Pembangunan Talud Kudus-Colo Selesai Sebelum Puncak Kunjungan Wisata Religi

4 November 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum