Categories: EkonomiIndeks

Ahmad Luthfi Bidik Teknologi Peternakan Selandia Baru untuk Penuhi Kebutuhan Susu dan Daging

Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Philip Nathan Taula bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Senin, 4 Mei 2026. Foto: Ist.

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Selandia Baru melakukan penjajakan peluang kerja sama untuk berbagai sektor.

Hal itu tersampaikan saat Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Philip Nathan Taula melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kota Semarang pada Senin, 4 Mei 2026.

“Gubernur Jateng berbicara dengan saya mengenai peluang kerja sama di bidang energi baru terbarukan (EBT), sektor agrikultur dan peternakan, juga sektor pendidikan, dan budaya,” kata Philip usai audiensi.

Pada sektor energi baru terbarukan, Philip menjelaskan, di Selandia Baru telah banyak memanfaatkan energi panas bumi. Sekitar 30% tenaga listrik di negara tersebut sudah menggunakan energi panas bumi. Bahkan, banyak orang Indonesia yang sudah belajar tentang pemanfaatan panas bumi di Selandia Baru melalui berbagai kursus.

Philip menambahkan, penjajakan kerja sama itu juga pada pengembangan ternak sapi perah.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, hubungan antara Indonesia dengan Selandia Baru sudah terjalin lama. Secara budaya, dua negara tersebut bahkan memiliki beberapa kosakata yang hampir mirip. Misalnya kata telinga, langit, tangisan dan sebagainya, sehingga hubungan kedua negara bisa sangat akrab.

“Lebih penting lagi, penduduk Selandia Baru itu sekitar 5 juta jiwa, tetapi ternaknya mencapai 28 juta ekor. Artinya ini peluang bagi kita bagaimana mengembangkan peternakan domba maupun sapi. Sebab program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat memerlukan susu maupun daging,” katanya.

Selain itu, pada sektor energi baru terbarukan juga menjadi salah satu prioritas Provinsi Jawa Tengah. Di mana dalam peta pembangunan Jawa Tengah sedang mendorong adanya green economies (ekonomi hijau) dan green industries (industri hijau).

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menawarkan potensi investasi lain di Jawa Tengah. Misalnya terkait dengan sektor perikanan di mana banyak kampung-kampung nelayan di Jawa Tengah.

“Untuk pendidikan, Selandia Baru sudah ada kerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip)dan universitas lainnya. Dinas Pendidikan Provinsi sudah saya perintahkan untuk penjajakan kerja sama barangkali ada pelajar atau mahasiswa kita bisa belajar di sana,” katanya.

Indospektrum

Recent Posts

Cek Kesehatan Gratis Speling Jangkau 20,84 Juta Warga Jateng di 1.603 Desa

SEMARANG - Deteksi penyakit sejak dini kini semakin dekat dengan masyarakat Jawa Tengah. Hingga akhir…

45 menit ago

Blibli Histeria 11.11 Gelar Sports Day, Tawarkan Promo Gear Olahraga dan Tips Belanja Hemat

JAKARTA - Punya wishlist running shoes yang lagi hype, sneakers incaran, atau raket padel yang…

1 jam ago

PMB UMS 2027/2028 Dibuka: Hadirkan Beragam Jalur Seleksi dan Beasiswa

SOLO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik…

2 jam ago

Sambut Pariwisata Ramah Muslim, 200.815 UMKM di Jateng Kantongi Sertifikasi Halal

SEMARANG – Sebanyak 200.815 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Tengah tercatat telah…

3 jam ago

Terima Penghargaan CNN Indonesia Awards, Ahmad Luthfi: Pertumbuhan Ekonomi Harus Bawa Manfaat Nyata

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah terus melaju di atas rata-rata nasional. Pada triwulan III…

12 jam ago

Pemprov Jateng dan Lazismu Perkuat Kolaborasi Penanganan Kemiskinan serta Krisis Air Bersih

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

13 jam ago

This website uses cookies.