Categories: IndeksNews

Ahmad Luthfi Dampingi Prabowo Panen Udang, Sebut Kebumen Sentra Ekonomi Perikanan

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mendampingi Presiden Prabowo Subianto panen raya udang di tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan di Desa Tegalretno, Petanahan, Kebumen, Sabtu, 23 Mei 2026. Foto: Ist.

KEBUMEN – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Presiden Prabowo Subianto panen raya udang di tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno, Petanahan, Kebumen, Sabtu, 23 Mei 2026.

Presiden juga didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI, dan Kapolri.

Panen raya ini dilakukan di kawasan budidaya udang modern seluas 100 hektare yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hal ini sebagai model budidaya udang berbasis kawasan dan berkelanjutan.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan sektor budidaya udang di Kebumen memiliki prospek yang sangat baik bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

“Ini prospek bagus. Lahan 100 hektare ini akan menambah lapangan pekerjaan baru di wilayah Kebumen, di samping pendapatan daerah tentunya. Dan secara nasional ini prospek yang bagus sekali,” katanya di sela kegiatan.

Menurut Luthfi, keberadaan BUBK Kebumen menjadi bagian dari implementasi dan strategi ekonomi biru yang dikembangkan oleh pemerintah pusat. Pengembangan BUBK Kebumen juga sekaligus untuk mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.

Data Pemerintah Provinsi mencatat produksi udang vaname Jawa Tengah pada 2025 mencapai 26.313 ton. Dari jumlah itu, Kebumen menjadi salah satu sentra produksi utama sebesar 1.850 ton. Sementara ekspor udang Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai 1.300 ton senilai Rp178,8 miliar.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengapresiasi produktivitas tambak udang di Kebumen yang dinilai telah mencapai standar dunia.

“Tadi saya diberi laporan satu hektare bisa menghasilkan 40 ton. Luar biasa. Harganya juga sangat bagus, Rp70 ribu per kilogram,” ujar Presiden.

Presiden menyebut pemerintah akan terus memperluas pembangunan kawasan budidaya perikanan produktif di berbagai daerah, di antaranya Waingapu, Gorontalo, dan Pantai Utara Jawa Barat.

“Yang harus kita dukung adalah proyek-proyek yang produktif, yang menciptakan lapangan kerja, dan menghasilkan nilai tambah untuk rakyat,” katanya.

Kawasan BUBK Kebumen saat ini disebut telah menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal dan menjadi salah satu proyek strategis nasional di sektor perikanan budidaya.

Indospektrum

Recent Posts

UMS Gelar Pelatihan Ecoprint dan Branding untuk Dorong Ekonomi Kreatif Desa Wisata Jarum Klaten

SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif…

4 jam ago

MPAI UMS Gelar Workshop Systematic Literature Review untuk Tingkatkan Kualitas Riset Mahasiswa

SOLO - Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menyelenggarakan…

5 jam ago

Tolak Pelabelan ‘Londo Ireng’, Wartawan di Soloraya Gelar Aksi di Monumen Pers

SOLO - Puluhan wartawan dan lembaga pers mahasiswa (LPM) di Soloraya menggelar unjuk rasa di…

5 jam ago

Perkuat Sinergi Pendidikan Kesehatan, UNS dan Unimus Jalin Kerja Sama Pengembangan PPDS

SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) memperkuat sinergi antarperguruan…

21 jam ago

Pemprov Jateng Salurkan 6,8 Juta Liter Air Bersih ke Daerah Terdampak Kekeringan

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama sejumlah stakeholder terus mendistribusikan air bersih ke sejumlah…

22 jam ago

Hilirisasi Dorong Investasi Semester I 2026 Tembus Rp1.010 Triliun, Pengamat UMS: Indonesia Masih Dilirik Investor

  SOLO – Realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 yang menembus Rp1.010,6 triliun menjadi…

1 hari ago

This website uses cookies.