Buka FTBI 2026, Wagub Taj Yasin Dorong Pelestarian Bahasa Jawa di Lingkungan Keluarga dan Instansi

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, saat pembukaan FTBI Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026, Jumat, 9 Oktober 2026. Foto: Ist.

SEMARANG – Bahasa Jawa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga sarana membentuk karakter dan menanamkan tata krama. Karena itu, pelestarian bahasa daerah perlu dilakukan tidak hanya di sekolah, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 di Balai Bahasa Jawa Tengah, Kabupaten Semarang, Jumat, 9 Oktober 2026.

Oleh karena itu, Taj Yasin mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih menerapkan kebijakan penggunaan bahasa Jawa setiap Kamis. Kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya membiasakan masyarakat, khususnya aparatur pemerintah, menggunakan bahasa daerah dalam aktivitas sehari-hari. Kebijakan tersebut diatur dalam peraturan gubernur.

Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu, penggunaan bahasa daerah turut membentuk kebiasaan bertutur yang mencerminkan unggah-ungguh atau tata krama. Nilai tersebut menjadi bagian penting dari jati diri masyarakat Jawa yang perlu diwariskan kepada generasi muda.

“Kalau kita pernah keluar negeri ataupun dengan para wisatawan datang ke Indonesia itu kan melihatnya tata kramanya baik, unggah-ungguhnya baik. Itu bisa tercermin apabila kita melestarikan bahasa. Itu akan terbentuk secara naluri,” kata Taj Yasin.

Ia berharap upaya pelestarian bahasa daerah tidak hanya berlangsung melalui festival atau kegiatan di sekolah, tetapi juga menjadi kebiasaan di lingkungan keluarga, masyarakat, dan instansi pemerintah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang hadir dalam kegiatan tersebut, juga menekankan pentingnya pembiasaan penggunaan bahasa daerah. Menurutnya, pembelajaran bahasa daerah di sekolah perlu diikuti dengan praktik berbahasa dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena bahasa itu soal kebiasaan dan soal pembiasaan,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menjelaskan, bahasa Jawa memiliki tingkatan bahasa yang mengajarkan penuturnya untuk menempatkan diri dan menghormati orang lain. Nilai tersebut menjadikan bahasa daerah bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sarana menanamkan akhlak mulia.

Abdul Mu’ti menilai, festival seperti FTBI juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk meningkatkan kemampuan berbahasa daerah, bertukar pengalaman, dan membangun persahabatan dengan peserta dari sekolah lain. Menurutnya, tujuan terpenting bukan semata-mata meraih gelar juara, melainkan menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, mengatakan FTBI merupakan puncak program revitalisasi bahasa daerah yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.

Rangkaian program tersebut meliputi diskusi, koordinasi, pelatihan guru, pengimbasan, dan pemantauan. Melalui tahapan itu, pelestarian bahasa daerah diharapkan berlangsung secara berkelanjutan, termasuk dalam proses pembelajaran di sekolah.

Menurut Hafidz, bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan wadah nilai-nilai luhur, identitas, dan jati diri bangsa. Ia juga menyampaikan bahwa pembelajaran di kelas awal dengan bahasa pengantar bahasa ibu atau bahasa daerah dapat membantu meningkatkan pemahaman murid.

FTBI Jawa Tengah 2026 diikuti 490 siswa SD dan SMP dari 35 kabupaten/kota. Festival yang berlangsung pada 9–11 Oktober tersebut mempertandingkan berbagai cabang, mulai dari aksara Jawa, geguritan, cerkak, mendongeng, pidato, nembang macapat, hingga komedi tunggal.

Indospektrum

Recent Posts

Pakar UMS Buka Suara Soal Ijazah Wapres Gibran: “Tidak Menemukan Bukti Itu Bukan Berarti Terbukti”

SOLO – Pakar hukum tata negara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), ums.ac.id, Prof. Dr. Aidul Fitriciada…

4 jam ago

Lawan Perundungan Anak, DP3AKB Jateng Dorong Edukasi dan Pengawasan Berbasis Keluarga

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menangani kasus perundungan…

15 jam ago

UMS Sediakan Dukungan Fasilitas Kesehatan Mental bagi Dosen dan Tendik

SURAKARTA - Hari Kesehatan Mental Sedunia (World Mental Health Day) diperingati setiap 10 Oktober. Pada…

17 jam ago

Pembukaan FTBI Jateng 2026 Berlangsung Meriah, Wagub Taj Yasin Tekankan Pelestarian Bahasa Jawa

SEMARANG – Pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 diselenggarakan di…

17 jam ago

UMS Pastikan Tim Pengamanan Internal Tanggap Tangani Kondisi Darurat Kebakaran

SURAKARTA - Direktorat Aset, Sarana, dan Prasarana (DASP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar Pelatihan…

17 jam ago

Dorong Akselerasi AI Nasional, Telkom Solution Perkuat Ekosistem Digital di DTIIF 2026

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui Telkom Solution terus memperkuat perannya dalam…

17 jam ago

This website uses cookies.