Categories: IndeksPendidikan

Cetak 42 Dokter Baru, FK UMS Tegaskan Komitmen Layanan Kesehatan Berbasis Kemanusiaan

Prosesi pembacaan sumpah dokter oleh 42 dokter baru FK UMS. Foto: Ist.

SOLO – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali melantik dan mengambil sumpah dokter baru pada Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter Periode ke-60 di Mercure Hotel Solo, Selasa (27/10/2026). Prosesi tersebut menjadi penanda lahirnya dokter-dokter baru yang diharapkan mampu mengabdikan ilmu pengetahuan, profesionalisme, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan.

Pada kesempatan ini, sebanyak 42 calon dokter yang terdiri atas 11 laki-laki dan 31 perempuan diambil sumpahnya. Dengan pelantikan ini, total lulusan dokter FK UMS sejak didirikan pada tahun 2004 telah mencapai 1.785 orang.

Dalam sambutannya, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., berpesan agar para dokter baru senantiasa menjadikan nilai kemanusiaan sebagai landasan utama dalam menjalankan profesi.

“Jadilah dokter yang memanusiakan manusia. Jangan menganggap pasien sebagai objek nomor satu, dua, tiga, dan seterusnya. Nguwongke uwong,” pesan Harun.

Menurutnya, setelah pengambilan sumpah tersebut, para dokter baru telah memasuki fase profesional yang mandiri. Mereka tidak lagi berada dalam pendampingan langsung para dosen pembimbing, tetapi mulai memikul tanggung jawab sebagai dokter dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Akademik, Sumber Daya Manusia, dan Penelitian FK UMS, dr. Ratih Pramuningtyas, Sp.DVE., FINSDV. dalam laporannya menyebutkan, sebanyak 35 lulusan atau 83,33 persen berhasil meraih predikat cum laude.

IPK tertinggi sebesar 3,88 diraih oleh dua lulusan, yakni Mawardah Al-Nimmah asal Nusa Tenggara Barat, dan Rahma Ghina Andilla asal Kalimantan Timur. Adapun lulusan termuda ialah Renita Early Salsabilla asal Pati, Jawa Tengah, yang menyelesaikan pendidikan pada usia 23 tahun 6 bulan 22 hari.

Ratih juga menyampaikan, pada periode Agustus 2026, tingkat kelulusan first taker Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Dokter (UKNPDPD) FK UMS mencapai 89,1 persen. Menurutnya, capaian tersebut didukung kolaborasi antara FK UMS dengan berbagai rumah sakit pendidikan dan wahana pendidikan klinik.

“Alhamdulillah, FK UMS dapat terus memperkuat mutu pendidikan melalui pencapaian akreditasi Unggul untuk Program Studi Kedokteran dan Program Studi Profesi Dokter pada 2023, serta meraih akreditasi internasional Fully Accredited dari Indonesian Accreditation Agency for Higher Education in Health (IAAHEH) pada 2026,” jelas Ratih.

Sementara itu, Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., Dipl. STD-HIV/AIDS., FINSDV., FAADV., dalam sambutannya mengingatkan, pengambilan sumpah dokter bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab profesional kepada masyarakat.

“Perjuangan seorang dokter tidak berakhir saat disumpah. Justru hari ini adalah awal pengabdian yang sesungguhnya,” ujar Flora.

Menurutnya, profesi dokter menuntut pembelajaran sepanjang hayat karena ilmu kedokteran terus berkembang. Ia mengajak para dokter baru untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta tetap rendah hati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Menjadi dokter bukan tentang seberapa tinggi kita dihormati, melainkan seberapa besar manfaat yang kita berikan,” imbuhnya.

Flora pun berpesan agar para dokter senantiasa mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap pelayanan kesehatan. Ia mengingatkan, kebahagiaan seorang dokter bukan hanya diukur dari keberhasilan terapi, tetapi juga ketika pasien dapat kembali sehat dan berkumpul bersama keluarganya.

Di akhir sambutannya, Flora mengajak seluruh dokter baru menjadikan profesi sebagai jalan pengabdian yang dilandasi integritas, akhlak mulia, dan kasih sayang kepada sesama.

“Being a doctor is not only about treating diseases, but also about caring for humanity. Be a good doctor, be a kind human,” tandasnya.

Indospektrum

Recent Posts

Merangkul Generasi Muda, Membangun Polisi Masa Depan

MENELAAH kisah sejarah di waktu 98 tahun lalu, tepatnya pada 28 Oktober 1928. Di masa…

11 menit ago

Hadir di Leadership Academy GMH, Wagub Taj Yasin Ajak Gen Z Jadi Pemimpin Pemersatu

JAKARTA – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menjadi inspirasi bagi kader muda Gerakan…

3 jam ago

Pemprov Jateng Siapkan Sanksi bagi ASN yang Terlibat Judol

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen memperkuat upaya pemberantasan judi online (judol), termasuk menindak…

4 jam ago

Peringatan Sumpah Pemuda Ke-98, Pemprov Jateng Ajak Generasi Muda Jadi Garda Depan Mitigasi Bencana

TEGAL — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Provinsi Jawa Tengah dimaknai sebagai dorongan kuat…

7 jam ago

Rumah Jokowi Digeruduk Massa, Titip Surat Minta Gibran Mundur Jadi Wapres

SOLO - Kediaman mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) digeruduk sejumlah orang yang mengatasnamakan Pejuang Merah…

8 jam ago

UNS Solo Kembangkan APD dan Filter Udara Portabel untuk Bantu Korban Asap Karhutla

SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta (Solo) memperkenalkan inovasi Alat Pelindung Diri (APD) dan…

15 jam ago

This website uses cookies.