Categories: IndeksPendidikan

Cetak Sejarah, Prodi Magister Fisioterapi UMS Sabet Predikat Unggul dalam Dua Tahun

Ilustrasi – Praktik mahasiswa Fisioterapi UMS. Foto: Ist.

SOLO – Program Studi Magister Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih akreditasi unggul LAM-PTKes No. SK:0176/LAM-PTKes/Akr/Mag/III/2026 meskipun baru berdiri pada tahun 2024. Status ini sekaligus menegaskan posisi UMS sebagai pelopor penyelenggara program Magister Fisioterapi pertama di Indonesia

Kepala Program Studi Magister Fisioterapi UMS, Dwi Rosella Komalasari, S.Fis., Ftr., M.Fis., Sp.Vest., Ph.D., menjelaskan bahwa program ini resmi berdiri berdasarkan SK Dikti Nomor 0264/EI/HK.03.00/2024. Pada tahun pertama pembukaan, program ini langsung menarik minat mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

“Alhamdulillah, pada angkatan pertama kami menerima 11 mahasiswa, tidak hanya dari UMS tetapi juga dari berbagai universitas lain baik dari pulau Jawa maupun luar Jawa,” ungkapnya, Senin (6/4/2026).

Meski tergolong program baru, Magister Fisioterapi UMS langsung mengajukan akreditasi dalam waktu dua tahun dan berhasil memperoleh predikat Unggul. Capaian ini tidak lepas dari keunggulan kurikulum yang mengintegrasikan pendekatan basic science, biomolekuler, dan ilmu gerak pada sistem tubuh manusia, khususnya muskuloskeletal dan neuromuskular.

Dwi Rosella menjelaskan bahwa visi program studi ini adalah menjadi pusat keunggulan dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi fisioterapi yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Implementasi visi tersebut diwujudkan melalui kurikulum, penelitian, serta pengabdian masyarakat yang berbasis sains biomolekuler.

“Mahasiswa tidak hanya belajar fisioterapi sebagai ilmu dasar, tetapi juga mengkaji aspek biomolekuler. Ini yang membedakan kami dengan institusi lain,” jelasnya.

Sebagai program pionir di Indonesia, Magister Fisioterapi UMS menghadapi berbagai tantangan, terutama karena belum adanya referensi nasional sebagai acuan. Untuk mengatasinya, tim pengelola aktif melakukan kolaborasi dan konsultasi dengan institusi luar negeri, salah satunya Mahidol University di Thailand.

“Kami benar-benar meraba dari awal, karena belum ada contoh di Indonesia. Saya banyak belajar dari luar negeri, khususnya dari Mahidol University yang merupakan salah satu yang terbaik di Asia,” tambahnya.

Tantangan lain juga muncul dalam proses akreditasi yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan delapan kriteria, berbeda dari sistem sebelumnya yang berbasis kuantitatif. Dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar satu setengah tahun, program studi harus mampu memenuhi seluruh indikator penilaian tersebut.

“Ini menjadi tantangan besar bagi kami, terutama dalam menyusun Lembar Evaluasi Diri (LED) berbasis kualitatif. Namun alhamdulillah semua bisa kami lalui,” tuturnya.

Ke depan, Magister Fisioterapi UMS menargetkan penguatan reputasi di tingkat internasional. Salah satu langkah strategis yang telah dilakukan adalah mengirim mahasiswa untuk berpartisipasi dalam forum ilmiah internasional, seperti International Physical Therapy Research and Symposium (IPTSR) tanggal 25 April 2026, di Universitas Chulalongkorn, Thailand.

“Kami sudah mulai membawa mahasiswa tampil di forum internasional sebagai upaya memperkenalkan Magister Fisioterapi UMS di kancah global. Ini menjadi langkah awal menuju internasionalisasi,” jelas Rosella.

Indospektrum

Recent Posts

Sujud Syukur dan Haru Iringi Kepulangan Jemaah Haji Kloter 1 di Asrama Haji Donohudan

BOYOLALI — Jemaah haji Kloter 1 Debarkasi Solo telah sampai di tanah air, Selasa malam,…

5 jam ago

Ahmad Luthfi Dorong Penguatan Branding Wisata Ramah Muslim di Solo Raya

BOYOLALI – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan dua sektor baru sebagai penggerak ekonomi 2027: pariwisata…

16 jam ago

FAI UMS Gelar Talkshow Layanan Kemahasiswaan: Fokus Mitigasi Perundungan dan Kesehatan Mental

SOLO - Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan talkshow layanan kemahasiswaan, Selasa…

21 jam ago

Ahmad Luthfi Dorong Sektor Swasta dan BUMD Penuhi Kuota Pekerja Disabilitas

BOYOLALI — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penyandang disabilitas tidak boleh tersisih dari akses…

21 jam ago

Momentum Indonesia Open 2026: Pakar UMS Soroti Pentingnya Sport Science dalam Pembinaan Atlet

SOLO - Perhelatan Indonesia Open 2026 yang menghadirkan atlet-atlet bulu tangkis terbaik dunia dinilai menjadi…

22 jam ago

Ahmad Luthfi Tekankan Sinergi Pertahankan Jateng sebagai Lumbung Pangan Nasional

BOYOLALI — Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi meminta seluruh sektor untuk terus bersinergi dalam…

22 jam ago

This website uses cookies.