SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang kompetisi ilmiah Nusantara Creative Competition 3 (NESCO 3) yang diselenggarakan di Universitas Udayana, Bali pada Sabtu – Senin (19–21/92026).
Dua tim yang dikirim menjadi perwakilan UMS berhasil memboyong medali silver (perak) dan medali bronze (perunggu) pada cabang lomba esai. Raihan medali perak sukses disabet oleh Tim Juarabareng.id.
Tim yang merupakan wujud kolaborasi lintas disiplin ilmu ini terdiri dari dua mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta mahasiswa Fakultas Psikologi, yaitu Wahyu Muhammad Raffi, Aisyah Wandya Istighfarida, Sasta Ardhia Rachmadina, dan Nazwa Rinu Rajani.
Dalam kompetisi tersebut, mereka mengusung karya esai inovatif berjudul “Juarabareng.Id : Ubah Kompetisi Individual Menjadi Kolaborasi Juara (Inovasi Ekosistem Digital Mengakselerasi Talenta Muda demi Mewujudkan Indonesia Emas 2045)”. Inovasi ini menghadirkan ekosistem jejaring dinamis untuk merombak iklim kompetisi mahasiswa menjadi lebih kolaboratif dan inklusif.
Sementara itu, medali perunggu berhasil diamankan oleh Tim Nirwana yang terdiri dari tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), yakni Muhammad Wahyu Jati, Avista Fortuna Dewi, dan Muh Salma Novelino. Tim Nirwana mengusung gagasan bertajuk “Nirwana: Smart Wellness Tourism Ai-Personalized Journey For Mental Well-Being (Travel for Healing, Journey for Peace)”.
Karya ini mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan potensi kekayaan alam Nusantara untuk menciptakan pengalaman wellness tourism yang personal guna mendukung kesehatan mental.
Salah satu anggota Tim Nirwana, Muhammad Wahyu Jati mengungkapkan, ajang NESCO 3 ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan berkesan bagi dirinya dan tim. Pasalnya, dalam kompetisi kali ini ia mendampingi beberapa anggota baru yang belum pernah sama sekali mengikuti perlombaan di tingkat nasional.
“Kegiatan ini menjadi pengalaman awal yang sangat berarti bagi saya karena membawa beberapa anggota baru yang belum pernah sama sekali mengikuti lomba. Walaupun baru pertama kali, mereka terbukti memiliki potensi yang sangat bagus dan mampu bersaing hingga meraih juara,” tutur Wahyu, Selasa (29/9/2026).
Wahyu juga menyampaikan rasa keprihatinannya terhadap anggapan yang sering muncul di kalangan mahasiswa mengenai dunia perlombaan. Menurutnya, masih banyak mahasiswa di kampus yang enggan mencoba karena merasa lomba hanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah sering berpartisipasi dan menang.
“Sangat disayangkan banyak mahasiswa kampus yang sebenarnya mampu dan punya potensi seperti kami, tetapi terkendala karena merasa orang yang ikut lomba hanyalah orang yang sudah biasa menang. Harapan saya setelah mengikuti lomba ini, saya ingin membagikan apa yang sudah saya dapatkan terkait perlombaan agar rekan-rekan mahasiswa lainnya juga tergerak dan bisa merasakan pengalaman berprestasi,” tambah Wahyu.
Tahapan seleksi NESCO 3 di Universitas Udayana berlangsung ketat, meliputi penilaian gagasan ilmiah, kebaruan inovasi, hingga presentasi karya di hadapan dewan juri. Capaian medali perak dan perunggu ini semakin mempertegas komitmen UMS dalam mendukung riset inovatif, pengembangan talenta muda, serta kolaborasi interdisipliner di kalangan mahasiswa.
SURAKARTA – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id berhasil mengembangkan inovasi digital di bidang kesehatan…
SURAKARTA - Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan sumber pelajaran untuk membentuk generasi yang…
SOLO – Olahraga padel di Kota Solo kini tidak hanya sekadar tren kompetisi fisik, melainkan…
SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menegaskan pentingnya memperkuat ekosistem kesehatan guna…
SOLO – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam (BEM FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta https://www.ums.ac.id/ (UMS)…
SOLO – Teater Lintang SMA Negeri 8 Surakarta sukses menggelar pementasan teater bertajuk "Lakon-Lakon Pada…
This website uses cookies.