Categories: IndeksNews

Efisiensi Energi, WFH ASN di Sukoharjo Mulai Efektif Bulan April Pekan Kedua

Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sukoharjo mulai menyesuaikan pola kerja work from home (WFH) dalam upaya efisiensi energi. Foto : Deni S.

SUKOHARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo, Jawa Tengah mulai menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pekan kedua Bulan April. Sesuai kebijakan Mentari Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 800.1.5/3349/SJ yang telah diterima pemerintah daerah, WFH diberlakukan setiap Hari Jumat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo, Abdul Haris Widodo mengatakan, pelaksanaan WFH akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku dan tidak diberlakukan untuk seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Kebijakan berlaku untuk OPD tertentu selain pelayanan publik. Sedangkan sejumlah OPD yang berkaitan langsung dengan pelayanan dan kondisi kedaruratan tetap diwajibkan untuk masuk kerja seperti biasa.

Dia menyebutkan, OPD yang mendapatkan pengecualian diantaranya sektor pemadam kebakaran, keamanan, kesehatan, pendidikan, serta pelayanan umum termasuk pemangku pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan. “Pelayanan masyarakat tidak dilakukan WFH,” kata Abdul Haris, Selasa (7/4/2026).

Sekda menambahkan, pelaksanaan kebijakan tersebut diserahkan kepada masing-masing pimpinan instansi, mengingat setiap OPD memiliki karakteristik dan kebutuhan pelayanan yang berbeda. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Mendagri. Surat tersebut sebernarnya sudah diterima daerah pada awal Bulan April lalu, tetapi karena Hari Jumat bertempatan dengan hari libur keagamaan. Maka pelaksanaan resmi diberlakukan secara efektif pada pekan kedua Bulan April.

“Surat edaran sebenarnya sudah diterima daerah pada awal April ini, tapi karena Hari Jumat bertepatan dengan hari libur nasional jadi belum dihitung,” jelasnya.

Abdul Haris menyampaikan, pemkab berharap penerapan WFH dapat berjalan efektif tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Sesuan dengan tujuannya, yakni efisiensi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan energi pada umumnya akibat terdampak krisis konflik Timur Tengah, ASN tetap melaksanakan tugas secara daring dari rumah.

Atasan wajib melakukan inspeksi kepada staf yang berada dibawah kordinasinya melalui sambungan telefon atau komunikasi lainya sebagai bentuk pengawasan. “Tetap ada mekanisme pengawasan dari atasan masing-masing bidang,” tutupnya.

Deni Suryanti

Recent Posts

Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Jawa Tengah

MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan, pengembangan sektor pariwisata di wilayahnya membutuhkan sinergi…

1 jam ago

Antisipasi Penimbunan Jelang Nataru, Ahmad Luthfi Minta Satgas Pengendalian Harga Diperkuat

MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan agar dilakukan penguatan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian…

2 jam ago

Pemprov Jateng Gulirkan 19 Program Intervensi di Sragen, Genjot Pengentasan Kemiskinan dan Stunting

SRAGEN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggulirkan 19 bentuk intervensi di Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan,…

5 jam ago

BEI Resmi Gelar CMSE 2026, Dorong Literasi dan Inklusi Pasar Modal Indonesia

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yaitu PT Kliring…

6 jam ago

Perkuat Swasembada Pangan, Pemprov Jateng Genjot Elektrifikasi Penggilingan Padi Skala Kecil

MAGELANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat upaya swasembada pangan melalui modernisasi sektor pertanian…

7 jam ago

Perkuat Reputasi Global, UMS Hadiri QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026 dan Tembus Top PTS Jawa Tengah

SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id berpartisipasi dalam QS Higher Ed Summit Asia Pacific…

7 jam ago

This website uses cookies.