SOLO – Sebuah gardu trafo listrik di Jalan Sugiyopranoto, RT 03/RW 05, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo terbakar pada Minggu pagi (25/10/2026). Percikan api bahkan sempat mengenai mobil listrik BYD berwarna hitam yang terparkir tepat di bawahnya.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.20 WIB, bermula ketika gardu trafo mengeluarkan cairan yang menetes ke bawah. Tak berselang lama, muncul percikan api disertai ledakan kecil dari instalasi listrik tersebut.
“Telah terjadi kebakaran gardu trafo di wilayah Keprabon, Banjarsari. Percikan api dari trafo juga mengenai satu unit mobil listrik yang sedang terparkir di bawahnya,” kata Kapolsek Banjarsari Kompol Harno mewakili Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko.
Berdasarkan keterangan saksi bernama Sigit, sebelum kebakaran terjadi, terlihat cairan menetes dari gardu trafo. Sesaat kemudian muncul percikan menyerupai kembang api yang disusul ledakan kecil.
Hembusan angin membuat percikan api semakin membesar hingga menjalar ke jaringan kabel listrik dan bagian bawah gardu.
Nahas, tepat di bawah trafo terparkir mobil listrik BYD berwarna hitam bernomor polisi AD 1 BK yang dikendarai Anita, seorang jemaat Gereja Kristen Kalam Kudus.
Percikan api yang jatuh mengenai sejumlah bagian kendaraan hingga mengakibatkan kerusakan. Melihat kobaran api, petugas keamanan atau sekuriti di sekitar lokasi langsung bergerak cepat melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Namun, ketika api mulai mereda, ledakan kembali terjadi dari gardu trafo.
“Menurut keterangan saksi, sempat terjadi dua kali ledakan dari trafo. Petugas keamanan sudah berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan APAR sebelum petugas pemadam kebakaran tiba,” jelas Kompol Harno.
Tak lama kemudian, satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas PLN juga diterjunkan guna menangani instalasi listrik yang terdampak.
Akibat kejadian tersebut, mobil listrik BYD mengalami kerusakan pada bumper depan, pintu depan sebelah kiri, spion kiri, serta body kit bagian bawah pintu depan sebelah kiri.
Kompol Harno mengatakan, berdasarkan keterangan para saksi, api pertama kali terlihat berasal dari gardu trafo sebelum menjalar ke kabel dan mengenai kendaraan yang terparkir di bawahnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran instalasi listrik, terutama di kawasan yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat dan area parkir kendaraan.
SURAKARTA - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali mengukuhkan prestasinya di tingkat nasional dalam ajang…
TEMANGGUNG — Perjuangan panjang melawan kebakaran hutan di Gunung Sumbing akhirnya membuahkan hasil setelah seluruh…
TEMANGGUNG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan…
TEGAL – Sepotong hari di Minggu, 25 Oktober 2026 menjadi pengalaman yang sulit dilupakan bagi…
TEGAL – Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Jawa Tengah menjadikan medan ekstrem Gunung Slamet sebagai…
TEGAL – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memanfaatkan pelaksanaan Slamet Trail Run 2026 untuk memulihkan kembali…
This website uses cookies.