Categories: EkonomiIndeks

Gelar Diseminasi Internasional, MHES UMS Bedah Fenomena Kredit Macet dari Perspektif Hukum Ekonomi Syariah

MHES UMS menggelar Diseminasi Riset Internasional mengenai hasil penelitian dalam bidang Lembaga Keuangan Syariah yang digelar secara online dan offline di Fakultas Agama Islam UMS, Senin (2/2/2026). Foto: Ist.

SOLO – Magister Hukum Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Surakarta (MHES UMS) menggelar Diseminasi Riset Internasional mengenai hasil penelitian dalam bidang Lembaga Keuangan Syariah. Kegiatan diselenggarakan secara online dan offline di gedung sidang Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, Senin (2/2/2026).

Dalam diseminasi, Muhammad Refsanjani Fahreza, S.H., M.H., salah satu mahasiswa MHES UMS memaparkan hasil risetnya yang berfokus pada bagaimana pandangan Fiqh terhadap permasalahan di lembaga keuangan syariah, khususnya pada permasalahan kredit macet.

Penelitian Fahreza dilakukan di Baitul Maal wat Tamwil (BMT) wilayah Bogor yang dikenal sebagai daerah urban dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi serta ketergantungan pada sektor jasa dan transportasi yang berkaitan dengan risiko kredit macet. Hasil risetnya memberikan solusi pada penerapan restrukturisasi yang diselaraskan dengan penyebab kredit macet dan pembuatan akad baru dalam transaksi.

Menanggapi hasil temuan riset mahasiswa, Kaprodi MHES UMS Dr. Isman, S.H.I., S.H., M.H., menuturkan riset merupakan upaya yang dilakukan mahasiswa dalam menjawab tantangan yang terjadi di daerah asalnya. Ini merupakan bentuk implementasi keilmuan mahasiswa dengan berkontribusi terhadap lingkungan masyarakat.

“Kredit macet ini kan sebenarnya fenomena, bagaimana Fiqh dan para mahasiswa sebagai calon-calon pemberi fatwa di tempat masing-masing itu memberikan solusi, karena kredit macet itu kan sangat berkaitan dengan pola konsumsi dan pola distribusi kredit di masyarakat daerah urban,” tuturnya.

Diseminasi yang dihadiri oleh para mahasiswa Internasional UMS menghadirkan pakar ilmu fiqh yakni, Assoc. Prof. Dr. Muntaha Artalim Zaim, seorang dosen Ushul Fiqh di Department of Fiqh dan Ushul al-Fiqh, International Islamic University Malaysia, sekaligus sebagai Dewan Mufti Kerajaan Diraja Malaysia.

Isman mengungkapkan pakar ilmu fiqh tersebut yang menekankan aspek validitas sumber dan aspek bahasa Arab dalam meningkatkan kualitas terkait diseminasi riset mahasiswa.

“Pakar ushul fiqh dari Malaysia tadi itu menyebutkan bahwa riset mahasiswa yang kita diseminasikan hari ini itu perlu mendapatkan penguatan terhadap validasi sumbernya. Yang kedua juga dari aspek bahasa dimana bahasa Arab kita sebagai seorang Indonesia dengan bahasa Arab itu barangkali harus lebih diformalkan lagi,” papar Isman.

Kaprodi itu berharap diseminasi hasil riset Internasional dapat mendorong kedisiplinan mahasiswa dalam mengutip referensi ilmiah, sekaligus memastikan bahwa penelitian yang telah dilakukan tidak hanya berakhir pada penyelesaian tugas akhir.

“Sehingga kedepannya mahasiswa-mahasiswa yang masih kuliah ini belum menyelesaikan tugas akhir itu tidak berhenti pada tesis reguler yang dibukukan, tetapi memang bisa dinikmati oleh dunia akademik internasional dalam bentuk jurnal Scopus,” harapnya.

Berdasarkan diseminasi mahasiswa, MHES UMS terus berupaya dalam memperluas publikasi riset secara Internasional agar dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan Ilmu Hukum Ekonomi Syariah, terutama menjawab permasalahan keuangan yang terjadi di Indonesia.

Indospektrum

Recent Posts

EXIT 2026 Arsitektur UMS Hadirkan Karya Desain untuk Merespons Persoalan Masyarakat

SURAKARTA – Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ menggelar EXIT 2026: Architecture of…

11 jam ago

Resmi jadi Ruang Ibadah, Taj Yasin Bidik Potensi Wisata Religi Candi Prambanan hingga Borobudur

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh pemanfaatan Candi Prambanan, Borobudur, Mendut, dan Pawon…

11 jam ago

JTAB Petani Gajian: Terobosan Pemprov Jateng Beri Kepastian Modal, Gaji UMK, dan Pasar bagi Petani

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui PT Jawa Tengah Agro Berdikari (JTAB) menggulirkan program…

11 jam ago

Investor Asal Dubai Puas Langkah Cepat Jateng Realisasikan Investasi Mini Refinery

SEMARANG — Rencana investasi pembangunan mini refinery berkapasitas 10 ribu barel per hari senilai Rp5…

12 jam ago

Ahmad Luthfi Minta Penataan Kawasan PRPP Jawa Tengah Jadi Prioritas Utama

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta pembenahan kawasan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan…

14 jam ago

Ribuan Warga Padati Simpang Lima, Meriahkan Malam MTQ Nasional XXXI di Semarang

SEMARANG - Antusiasme masyarakat Jawa Tengah menyambut Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI sangat tinggi.…

15 jam ago

This website uses cookies.