Categories: IndeksNews

Gubernur Ahmad Luthfi Tekankan Keseimbangan Pembangunan Jateng Utara dan Selatan

Gubernur Ahmad Luthfi memberikan arahan saat acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 wilayah Banyumas Raya di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Senin, 18 Mei 2026. Foto: Ist.

BANJARNEGARA — Gubernur Ahmad Luthfi memberi atensi terhadap keseimbangan pembangunan di Jawa Tengah untuk wilayah utara dan selatan.

Hal itu disampaikan saat acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 wilayah Banyumas Raya di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Senin, 18 Mei 2026.

Ia menyebut kondisi kedua wilayah tersebut memiliki karakter serta tantangan berbeda, sehingga membutuhkan perhatian sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Karenanya, kegiatan Rembug Pembangunan tersebut digelar untuk menyerap masukan dari daerah secara lebih riil. Menurutnya, pembangunan tidak bisa hanya disusun dari atas, tetapi juga harus menampung kebutuhan dari kabupaten/kota.

“Kenapa Jawa Tengah harus kita rembug dan harus kita bicarakan, agar ini nanti menjadi policy (kebijakan) bersama. Sehingga dalam membangun Provinsi Jawa Tengah bisa setarikan napas, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, bahkan dalam rangka mengintegrasikan dengan pemerintah pusat,” kata Luthfi.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Setya Arinugroho mengatakan, wilayah selatan Jateng memiliki potensi besar, mulai dari pangan, energi, pariwisata, hingga ekonomi syariah. Namun, kawasan tersebut masih menghadapi tantangan infrastruktur dan kemiskinan.

Karena itu, DPRD mengapresiasi langkah Pemprov Jateng yang menggelar Rembug Pembangunan sebagai forum penyelarasan program antara provinsi dan kabupaten/kota.

“Atas nama DPRD, penghargaan setinggi-tingginya atas terlaksananya kegiatan pagi ini,” kata Setya Ari.

Setya menyebut, pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah terus mengalami kemajuan. Bahkan, kementapan infrastruktur jalannya mendapatkan diapresiasi oleh pemerintah pusat karena mencapai sekitar 97 persen.

Walakin, Setya mengatakan, wilayah selatan Jawa Tengah masih menjadi perhatian karena sejumlah daerahnya memiliki angka kemiskinan yang perlu terus ditekan.

Karena itu, ia berharap pengembangan ekonomi berbasis wisata dan ekonomi syariah dapat menjadi salah satu jalan untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga berharap, pembangunan di Jawa Tengah bagian selatan dan utara berjalan lebih seimbang. Kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, DPRD, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai menjadi kunci.

“DPRD Jateng berharap ada keseimbangan Jawa Tengah selatan dan utara. Ini adalah upaya kita bersama. Semoga kita betul-betul bisa menjalankan ngopeni dan ngelakoni,” katanya.

Indospektrum

Recent Posts

Buka Wawasan Karier, Siswa SMA Muhammadiyah 1 Banjarnegara Kunjungi Kampus UMS

SOLO - Persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif mendorong siswa sekolah menengah untuk mulai mempersiapkan…

10 jam ago

Sebar Kebaikan, UNS Jangkau Daerah Pelosok lewat Program Kurban 2026

SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UNS menyelenggarakan program…

11 jam ago

Suhu Udara Tembus 35°C, Kenali Bahaya Micro-sleep dan Dehidrasi Saat Berkendara

SEMARANG - Cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa pekan terakhir menjadi tantangan tersendiri…

11 jam ago

Blibli Hadirkan Penawaran Eksklusif Peluncuran OPPO Find X9s dan X9 Ultra

JAKARTA - Era baru mobile photography dan performa flagship kini hadir sebagai bagian dari gaya…

12 jam ago

Prodi Ilkom UMS Gelar Seminar Nasional COMFEAST 2026, Bedah Strategi PR di Era Digital

SOLO - Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar Seminar…

13 jam ago

Rembug Pembangunan Kedungsepur: Pemkab/Pemkot Selaras dengan Visi Jateng Genjot Ekonomi Syariah

GROBOGAN – Pemerintah kabupaten/kota bersinergi dan mendukung penuh upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang akan…

13 jam ago

This website uses cookies.