Categories: Gaya HidupIndeks

Instruktur Safety Riding Ingatkan Bahaya Memboncengkan Anak di Depan

Ilustrasi – Memboncengkan anak sesuai standar keamanan berkendara. Foto: Ist.

SEMARANG – Libur panjang sekolah membuat banyak keluarga memilih sepeda motor sebagai sarana transportasi yang praktis dan hemat untuk berwisata atau mengunjungi kerabat. Namun di balik momen itu, masih sering terlihat pemandangan berbahaya di jalan raya, yakni satu sepeda motor ditumpangi empat orang.

Anak kecil duduk di depan atau berdiri di dek motor, sementara bayi digendong di belakang. Dalam satu kendaraan, empat nyawa dipertaruhkan, tentu hal ini sangat berbahaya.

Secara ilmiah dan teknik berkendara (safety riding), mendudukkan anak di baris depan, terutama di antara pengendara dan stang kemudi memiliki tiga risiko besar yang mematikan:

– Bagaikan Airbag Hidup, ketika terjadi benturan frontal atau pengereman mendadak, tubuh pengendara di belakang akan terdorong ke depan akibat gaya inersia. Jika ada anak di depan Anda, maka tubuh mungil si anak akan terjepit di antara kerasnya setang kemudi motor dan beratnya tubuh Anda sendiri. Anak berubah fungsi menjadi “bantalan benturan” atau airbag hidup.

– Mengganggu Ruang Gerak Kemudi, sepeda motor membutuhkan ruang bebas agar setang bisa bergerak fleksibel untuk menyeimbangkan kendaraan. Keberadaan anak di depan otomatis mereduksi ruang gerak tangan pengendara. Ketika Anda harus melakukan manuver refleks—misalnya menghindari lubang atau kendaraan yang memotong jalan mendadak—kemudi akan tertahan oleh tubuh anak, dan kecelakaan bisa jadi tidak terhindarkan.

– Paparan Angin dan Dehidrasi Kemarau, ini menandai puncak musim kemarau dengan embusan angin yang cukup kencang, terutama di jalur Pantura Pekalongan dan Pati (crosswind). Anak yang duduk di depan akan menjadi “tameng” dimana paru-paru dipaksa bekerja keras menyaring debu, gas beracun dari knalpot, dan rentan mengalami dehidrasi serta gangguan pernapasan akut (ISPA).

Mari kita bayangkan sebuah kastel atau benteng pertahanan. Dalam logika perang mana pun, bagian yang paling rentan dan rapuh tidak akan pernah diletakkan di garis paling depan untuk menahan gempuran musuh. Anak-anak kita, dengan struktur tulang yang belum kuat dan respons refleks yang belum matang, adalah bagian paling rapuh tersebut.

Jika terpaksa harus menggunakan sepeda motor bersama anak saat liburan, berikut adalah panduan keselamatan standar yang wajib dipatuhi:

– Posisi Selalu di Belakang: Anak wajib duduk di jok belakang, tepat di belakang pengendara.

– Aturan Segitiga Keselamatan: Pastikan kaki anak sudah mampu menapak dengan mantap pada pijakan kaki (footstep) belakang. Jika kakinya belum sampai, berarti fisik anak belum siap untuk dibonceng menggunakan motor. Anak harus bisa memeluk pinggang pengendara dengan erat (bukan sekadar memegang jaket).

– Perlengkapan Wajib: Jangan bedakan pelindung kepala. Anak juga WAJIB memakai helm SNI khusus anak. Gunakan jaket, celana panjang, dan sepatu.

– Sadari Kapasitas: Sepeda motor dirancang hanya untuk dua orang (satu pengendara, satu penumpang). Membawa lebih dari satu penumpang adalah pelanggaran hukum dan pengabaian fatal terhadap stabilitas kendaraan.

“Liburan sekolah seharusnya menjadi momen untuk menciptakan kenangan indah bersama keluarga. Karena itu, selalu utamakan keselamatan saat berkendara. Jangan sampai keceriaan liburan berubah menjadi penyesalan akibat mengabaikan aspek keselamatan, terutama saat membawa anak,” kata Oke Desiyanto, Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng.

Ary Wahyu Wibowo

Recent Posts

FAI UMS Resmi Buka Program Studi PPG Keagamaan, Siap Cetak Guru Agama Profesional

SOLO - Kabar gembira bagi para guru, calon guru, dan lulusan pendidikan keagamaan. Fakultas Agama…

4 jam ago

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jateng Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi 975 Warga Tegal

TEGAL - Sebanyak 975 warga di Tegal mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dalam memperingati Hari Bhayangkara…

4 jam ago

Perkuat Reputasi Global, UMS Berpartisipasi dalam THE Global Sustainable Development Congress 2026

SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development…

4 jam ago

Pastikan Air Mengalir ke Sawah, Ahmad Luthfi Siapkan Strategi Hadapi Kemarau

SUKOHARJO — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot produksi padi untuk memenuhi target nasional sebesar…

4 jam ago

Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa, Pakar UMS Dorong Masyarakat Beralih ke Panel Surya

SOLO - Ketika listrik padam selama dua jam, aktivitas di rumah mendadak berhenti. Usaha kecil…

5 jam ago

Perkuat Pemberdayaan Masyarakat, UMS Jalin Kerja Sama dengan Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta

SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menjajaki peluang kerja sama dengan Balai Perhutanan Sosial…

20 jam ago

This website uses cookies.