Categories: IndeksNews

IROPIN Soroti Gangguan Penglihatan Anak akibat Gadget, Dorong Skrining Sejak Dini

Pembukaan rangkaian PIT ke-4, sekaligus Munas ke-8 IROPIN di Solo Baru, Jumat (25/9/2026). Foto: Indospektrum.com

SOLO – Ikatan Profesi Optometris Indonesia (IROPIN) berkomitmen memperkuat peran optometris dalam rangka pencegahan gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia. Pencegahan sejak dini dilakukan menyusul banyak anak kini terbiasa menggunakan gadget atau handphone.

“Kami pada dasarnya sebagai garda depan untuk kesehatan mata. Jadi kami bekerja sama dengan PERDAMI (Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia), Jadi kita ingin mencegah jangan sampai terjadi kebutaan yang bertambah membesar lagi,” kata Ketua IROPIN periode 2026–2031, Mohammad Husein di sela-sela acara Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-4 sekaligus Musyawarah Nasional (Munas) ke-8 IROPIN di Solo Baru, Jumat (25/9/2026)

Kebiasaan anak-anak saat ini, diakui berisiko berdampak terhadap Kesehatan mata. Sehingga perlu dicegah sedini mungkin, dan pada bidang pediatrik sudah disiapkan. Pencegahan dini di antaranya dengan skrining tajam penglihatan.

“Jadi dari awal kita sudah bisa mengetahui berapa visusnya atau tajam penglihatannya, jadi kita bisa mencegah lebih dini,” tuturnya.

Selain karena bawaan turunan, kesehatan mata anak-anak saat ini lebih banyak karena kebiasaan sehari-hari memakai gadget. Sedangkan untuk faktor, turunan sekitar 20 persen.

“Tapi kalau misalnya karena kebiasaan, masih kita bisa cegah. Jadi ya nanti bisa kita cegah. Mudah-mudahan kita bekerja sama. Apalagi di Jawa Tengah ini, ada 900 anggota kami, bisa bekerja sama, bersinergi dengan Perdami, dengan Dinas Kesehatan, mudah-mudahan sedini mungkin,” ucapnya.

Diakuinya, gangguan kesehatan mata pada anak-anak akibat pemakaian gadget semakin banyak. Namun semua pihak diharapkan tidak berkecil hati. Melalui skrining, diharapkan bisa memperkecil tingkat pemakaian kacamata. Ditanya mengenai gangguan kesehatan mata di kalangana anak-anak pada usia berapa, saat ini sudah mulai dari umur 5 tahun.

“Kadang-kadang orang tua sudah daripada dia ribut, sudah dikasihin langsung (gadget) ya,” terangnya.

Bahkan sekarang ini, diharapkan sejak bayi lahir sudah dicek. Jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan pada kemudian hari.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Zulfachmi Wahab mengatakan, pihaknya mengapresiasi peran serta IROPIN dalam hal kesehatan mata masyarakat, khususnya di Jawa Tengah.

Dikatakannya, 883 puskesmas di Jateng memiliki potensi besar untuk difasilitasi menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan mata secara promotif dan preventif.

“Profesi optometris melayani langsung masyarakat terkait kesehatan mata. Sinergi dengan dokter mata dan pemerintah sangat penting. Usulan ini sangat luar biasa dan akan segera kami sampaikan kepada Bapak Gubernur,” tuturnya.

Ketua IROPIN periode sebelumnya, Nova Joko Pamungkas menyoroti peningkatan prevalensi kelainan refraksi pada anak. Berdasarkan riset IROPIN pada 2025 yang melibatkan sekitar 2.100 siswa SD hingga SMA di lima provinsi, prevalensinya mencapai 30,8 persen, naik dari riset sebelumnya di kisaran 24,7 persen.

“Artinya tiga dari 10 anak di Indonesia terkena gangguan refraksi. Ini peringatan bagi kita semua untuk lebih waspada karena tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga mengganggu proses belajar anak di kelas,” ujar Nova.

Untuk menekan angka tersebut, IROPIN mendorong penguatan fasilitas vision center (pusat layanan penglihatan) di fasilitas kesehatan tingkat pertama atau puskesmas dengan melibatkan optometris, perawat, hingga kader kesehatan. Saat ini, IROPIN tercatat memiliki sekitar 6.300 anggota di seluruh Indonesia, dengan 900 di antaranya berada di Jawa Tengah.

Indospektrum

Recent Posts

BPJS Kesehatan Apresiasi Langkah UMS Lindungi Mahasiswa jadi Peserta JKN

SURAKARTA - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperkuat komitmen dalam mendukung perlindungan dan layanan kesehatan…

3 jam ago

Bikin Bangga! Wisudawan Farmasi UMS Berprestasi ini Semangati Sesama Lulusan

SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027 di…

3 jam ago

Istri Dubes RI untuk Kolombia jadi Wisudawan Doktor Ilmu Hukum di UMS

SURAKARTA - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027 di…

3 jam ago

Wisudawan Asal Yaman Ingin jadi Dosen di Kampung Halaman

SURAKARTA - Perjalanan pendidikan Asem Abdullah Ahmad Abdo dari Yaman ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)…

3 jam ago

Calon Alumni FT UMS Diminta Siap Hadapi Dunia Profesional

SURAKARTA - Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id membekali calon wisudawan dengan kesiapan…

3 jam ago

Ahmad Luthfi Terima Anugerah Kepala Daerah Penggagas Sekolah Kemitraan Pertama di Indonesia

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah Penggagas Program Sekolah…

6 jam ago

This website uses cookies.