Categories: IndeksNews

Jawa Tengah Borong Penghargaan Kemendikdasmen di Hari Pendidikan 2026

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima penghargaan dari Mendikdasmen Abdul Mu’ti pada acara Malam Tasyakuran Hari Pendidikan 2026 di Kantor Kemendikdasmen Jakarta, Senin malam, 25 Mei 2026. Foto: Ist.

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meraih berbagai pengharagaan pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di tahun 2026. Hal itu sebagai capain apik atas peningkatan kualitas pendidikan di wilayahnya pada 2025.

Secara simbolis penghargaan itu diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dari Mendikdasmen Abdul Mu’ti pada acara Malam Tasyakuran Hari Pendidikan 2026 di Kantor Kemendikdasmen Jakarta, Senin, 25 Mei 2026 malam.

Sejumlah raihan penghargaan yang diterima Jawa Tengah diantaranya adalah kategori Komitmen Wajb Belajar 13 Tahun, Pemprov Jawa Tengah juga dinilai sukses dalam berkolaborasi dengan sekolah Swasta dalam SPMB Tahun 2025/2026.

Pemprov Jateng juga menyabet predikat Terbaik 1 di kategori Praktik Baik Pemanfaatan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) untuk pembelajaran. Sementara untuk Praktik Baik Dukungan Pelaksanaan Tes Kemampuan akademik (TKA) Tahun 2026 Pemprov Jateng terbaik ke-2.

Tak hanya itu, sejumlah sekolah dan siswa maupun pendidik dari Jawa Tengah juga menyabet gelar secara individu di berbagai kategori. Diantaranya adalah kategori Talenta Muda Inovasi Digital diraih siswa kelas V SD Al Kautsar Temanggung atas nama Anantacetta Reugra Abiraya. Sementara untuk guru pendamping berdedikasi Program Afirmasi Pendidikan Menangah 2025 terbaik ke-2 diraih Rakhmi Oktarini dari SMAN 1 Bobotsari.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi menyatakan, penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi Pemerintah Jawa Tengah agar kedepannya bisa memberikan program maupun pelayanan pendidikan yang lebih baik lagi.

“Pendidikan adalah syarat mutlak untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Kami siapkan pendidikan 13 tahun, mulai dari SD, SMP dan SMA ditambah PAUD,” kata Luthfi.

Luthfi menyampaikan, Pemprov Jateng fokus dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya dengan cara mengubah paradigma masyarakat jika lulus SMP harus langsung kerja. Pihaknya mendorong agar lulusan SMP agar melanjutkan pendidikan SMA.

Upaya yang dilakukan adalah membuat program Sekolah Kemitraan. Melalui program ini, Pemprov Jateng bekerja sama dengan sekolah swasta untuk memberikan beasiswa bagi warga miskin untuk belajar di sekolah swasta. Setidaknya 5.004 kuota disediakan untuk program tersebut.

“Mereka bisa sekolah gratis. Dapat seragam juga gratis,” kata Luthfi.

Indospektrum

Recent Posts

Maju ke Level Global, 50 Anak Muda Pamerkan Inovasi AI di YCWC 2026 Semarang

SEMARANG - Puluhan anak muda di Jawa Tengah unjuk gigi memamerkan dan melombakan berbagai aplikasi…

37 menit ago

Jembatani Lulusan ke Dunia Kerja, Prodi Profesi Fisioterapi UMS Gelar Campus Hiring

SOLO - Memberikan kesempatan lulusan menyiapkan diri dalam dunia kerja, Prodi Profesi Fisioterapis Fakultas Ilmu…

53 menit ago

Jaga Status Bebas Rabies, Pemprov Jateng Sediakan 10.000 Dosis Vaksin Gratis di 2026

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mengalokasikan 10.000 dosis vaksin rabies gratis pada tahun…

1 jam ago

147 Mahasiswa Fisioterapi UMS Ikuti Sumpah Profesi Angkatan X, Rektor Sebut 80 Persen Sudah Bekerja

SOLO – Sebanyak 147 mahasiswa Program Studi Profesi Fisioterapis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Universitas Muhammadiyah…

1 jam ago

Event Lari Masif di Jawa Tengah: Dorong Gaya Hidup Sehat dan Geliat Sport Tourism

SOLO - Event olahraga lari kian masif di berbagai daerah Jawa Tengah beberapa tahun terakhir.…

5 jam ago

Borobudur 100: Berlari Cerdas, Berbagi Kasih untuk Anak Penyandang Cerebral Palsy

MEGELANG - Event olahraga lari Borobudur 100 tidak hanya menjadi ajang unjuk kebugaran, tetapi juga…

7 jam ago

This website uses cookies.