Categories: IndeksPendidikan

Kemenag Dorong Madrasah Muhammadiyah Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta dan Inklusivitas

Kasubdit Bina GTK MA/MAK Kementerian Agama, Dr. Anis Masykur, M.A menjadi keynote speaker kegiatan Capacity Building Madrasah Muhammadiyah Jawa Tengah di Auditorium Moh. Djazman Kampus 1 UMS, Sabtu (7/2/2026). Foto: Ist.

SOLO – Penguatan niat, kepemimpinan amanah, serta pendidikan berbasis cinta dan inklusivitas menjadi pesan utama yang disampaikan Dr. Anis Masykur, M.A., Kasubdit Bina GTK MA/MAK Kementerian Agama Republik Indonesia (RI). Pesan disampaikan saat kegiatan Capacity Building Madrasah Muhammadiyah Jawa Tengah.

Anis Masykur menegaskan bahwa profesi guru dan kepala madrasah sejatinya merupakan profesi yang “dicemburui”, bukan karena kesejahteraan material, melainkan karena besarnya jaminan pahala spiritual. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa setiap langkah guru menuju majelis ilmu, baik untuk belajar maupun mengajar itu bernilai pahala setara Haji Tam.

“Bahkan, menghadiri majelis ilmu dengan niat yang lurus dinilai lebih utama dibandingkan salat sunah seribu rakaat,” kata Anis Masykur saat menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan Capacity Building Madrasah Muhammadiyah Jawa Tengah bertajuk “Menjadi Kepala Madrasah yang Amanah, Maju, dan Hebat” yang digelar di Auditorium Moh. Djazman Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (7/2/2026).

Keutamaan tersebut, menurutnya, merupakan karunia yang setiap hari dapat dipanen oleh para pendidik dan pemimpin lembaga pendidikan.

Namun demikian, Anis mengingatkan bahwa besarnya pahala tersebut sangat bergantung pada niat. Ia menegaskan hadis Rasulullah SAW yang memperingatkan bahwa siapapun yang mengajarkan ilmu semata-mata demi kepentingan duniawi, seperti jabatan, gaji, atau tunjangan, terancam tidak akan mencium bau surga.

Oleh karena itu, para guru dan kepala madrasah diajak untuk terus meluruskan dan menata ulang niat, menjadikan pengabdian terhadap ilmu sebagai tujuan utama. Sementara itu, aspek kesejahteraan dipandang sebagai konsekuensi yang wajar, bukan orientasi utama dalam mendidik.

Dalam konteks kebijakan nasional, pesan tersebut sejalan dengan gagasan Kurikulum Berbasis Cinta yang disampaikan Menteri Agama. Cinta dimaknai sebagai pola pikir dan sikap pendidik dalam mengajar dengan ketulusan, empati, dan keikhlasan.

“Guru yang mengajar dengan cinta akan mampu menghadirkan suasana pembelajaran yang manusiawi, penuh empati, dan menyentuh hati peserta didik. Nilai cinta inilah yang menjadi pembeda utama pendidikan berbasis keagamaan,” lanjutnya.

Selain itu, Anis Masykur juga menekankan pentingnya pendidikan inklusif sebagai amanat negara. Ia merujuk pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional serta berbagai regulasi yang menegaskan hak pendidikan bagi seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas.

Madrasah diharapkan mampu menerima dan melayani peserta didik penyandang disabilitas secara layak. Mengabaikan hak pendidikan kelompok tersebut, menurutnya, bukan hanya persoalan administratif, tetapi juga persoalan moral dan spiritual yang dapat menggerus pahala pendidik.

“Saya mengajak seluruh kepala madrasah dan guru Muhammadiyah untuk menjadikan pendidikan sebagai ladang pengabdian, menguatkan niat karena Allah, mengajar dengan cinta, serta membuka ruang seluas-luasnya bagi pendidikan yang adil, inklusif, dan berkeadaban,” pungkasnya.

Indospektrum

Recent Posts

Jawa Tengah Raih Realisasi Kredit Program Perumahan Tertinggi se-Indonesia

BATANG — Provinsi Jawa Tengah menjadi daerah dengan realisasi Kredit Program Perumahan tertinggi di Indonesia.…

6 jam ago

Presiden Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Ahmad Luthfi: Jaga Warisan Sejarah

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Stasiun…

6 jam ago

Cegah Beban APBD, Pemprov Jateng Mulai Siapkan Dana Cadangan Pilgub 2029

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menyiapkan dana cadangan untuk pembiayaan Pemilihan Gubernur dan…

6 jam ago

Pemangkasan Anggaran Perpusnas 2026 Dinilai Ancam Tren Positif Literasi Nasional

SOLO - Pemangkasan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Tahun 2026 dinilai berpotensi menghambat peningkatan budaya literasi…

12 jam ago

Dekatkan Pelayanan Publik, Pemprov Jateng Dorong Pembentukan Kabupaten Brebes Selatan

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama DPRD setempat mengusulkan pemekaran Kabupaten Brebes melalui pembentukan…

12 jam ago

Bupati Pemalang Jadi Tersangka KPK, Nurkholes Resmi Ditunjuk Jadi Plt Bupati

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di Kabupaten…

13 jam ago

This website uses cookies.