Categories: IndeksPendidikan

Kesmas UMS Edukasi Warga Desa Alasombo Soal Layanan Kesehatan dan Bantuan Sosial Pemerintah

Warga Desa Alasombo, Sukoharjo antusias mengikuti edukasi soal layanan kesehatan dan bantuan sosial dari pemerintah. Foto : Ist.

SURAKARTA – Pemahaman masyarakat terhadap prosedur, kepesertaan, dan akses program jaminan kesehatan serta bantuan sosial menjadi salah satu hal penting agar layanan publik dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa PBL-1 Kelompok 9 Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id melalui kegiatan sosialisasi dan konsultasi bagi warga Desa Alasombo, Sukoharjo.

Kegiatan bertajuk “Sosialisasi dan Konsultasi Terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Kepesertaan BPJS Mandiri, Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo dan BPJS KC Surakarta” tersebut melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo, dan BPJS Kesehatan KC Surakarta sebagai narasumber.

Sie Acara PBL-1 Kelompok 9 Prodi Kesmas UMS, Najma Azizah Nurrahmah, mengungkapkan kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman warga Desa Alasombo mengenai berbagai program jaminan kesehatan dan bantuan sosial yang dapat diakses masyarakat. Selain memperoleh informasi, warga juga diberikan kesempatan untuk berkonsultasi secara langsung mengenai persoalan yang dihadapi.

“Sesi sosialisasi diawali dengan penyampaian materi dari masing-masing instansi. Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo memberikan informasi berkaitan dengan program dan layanan kesehatan. Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo menjelaskan Program Keluarga Harapan (PKH) serta berbagai hal yang berkaitan dengan bantuan sosial,” ujarnya, Rabu (7/10/2026).

Selanjutnya, BPJS Kesehatan KC Surakarta menyampaikan informasi mengenai Program JKN, kepesertaan BPJS mandiri, dan KIS. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami hak, kewajiban, serta mekanisme layanan ketika membutuhkan akses kesehatan maupun bantuan sosial.

“Penyampaian materi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi secara lebih menyeluruh, termasuk memahami ketentuan dan prosedur yang perlu diperhatikan dalam mengakses program,” paparnya.

Najma juga mengatakan kegiatan tersebut dirancang tidak hanya sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada masyarakat mengenai JKN, BPJS, KIS, dan PKH. Kami juga menyediakan ruang konsultasi agar warga tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi dapat langsung menanyakan kendala yang mereka alami kepada pihak yang berwenang,” ujarnya.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan stand konsultasi dari masing-masing instansi. Warga dapat menyampaikan pertanyaan maupun kendala yang berkaitan dengan kepesertaan dan pemanfaatan program secara langsung kepada pihak terkait.

Sesi konsultasi tersebut mendapat antusiasme dari warga. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh kejelasan mengenai berbagai persoalan, mulai dari kepesertaan hingga pemanfaatan program jaminan kesehatan dan bantuan sosial.

Kaur Perencanaan Desa Alasombo, Lastri, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa PBL-1 Prodi Kesmas UMS tersebut. Dengan adanya sosialisasi dan stand konsultasi, warga dapat langsung menyampaikan permasalahan dan memperoleh penjelasan dari pihak yang berwenang.

“Kegiatan ini sangat membantu warga Desa Alasombo, terutama bagi masyarakat yang masih memiliki pertanyaan atau kendala terkait BPJS, KIS, JKN, maupun PKH. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi dan solusi,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PBL-1 Prodi Kesmas UMS dalam mendukung peningkatan literasi masyarakat Desa Alasombo terkait layanan kesehatan dan bantuan sosial. Antusiasme warga selama kegiatan diharapkan dapat mendorong semakin mudahnya masyarakat memperoleh informasi serta mengakses layanan publik yang dibutuhkan.

Indospektrum

Recent Posts

Buka Kongres API, Wapres Gibran Minta Maaf Masih Ada Kasus Intoleransi

TANGERANG - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meminta maaf kepada Asosiasi Pendeta Indonesia (API)…

1 jam ago

Langkah Membumi Market 2026, Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan Lewat Aksi Sederhana

JAKARTA — Apa yang biasanya terbayang di benak kita ketika mendengar kata sustainability? Memilah sampah?…

12 jam ago

OJK-APRDI Hadirkan SOSEDU 2026 di Yogyakarta untuk Perluas Literasi Reksa Dana Syariah

YOGYAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI)…

12 jam ago

Menko Yusril Tekankan Tata Kelola AI Tetap Junjung Prinsip Negara Hukum

SOLO - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (RI),…

13 jam ago

Bengawan Team UNS Bawa Pulang Gelar Juara Kontes Mobil Hemat Energi 2026 di Universitas Jember

SOLO - Bengawan Team Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.…

13 jam ago

Jokowi Beberkan Isi Pertemuan dengan Prabowo di Kertanegara

SOLO - Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara mengenai pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto…

14 jam ago

This website uses cookies.