Categories: IndeksPendidikan

Lulus Doktor UMS dengan IPK 3,93, Erham Budi Tawarkan Solusi Pendidikan untuk Masyarakat Religius

Erham Budi Wiranto mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor PAI FAI UMS, Kamis (7/5/2026). Foto: Ist.

SOLO – Di tengah menguatnya polarisasi sosial dan sensitifnya isu perbedaan keyakinan di Indonesia, konsep Religious Multicultural Education (RME) dinilai dapat menjadi jalan tengah untuk menjaga relasi antaragama tanpa harus mengorbankan keyakinan masing-masing pemeluk agama.

Gagasan tersebut disampaikan Erham Budi Wiranto dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, pada Kamis (7/5/2026).

Menurut Erham, masyarakat Indonesia membutuhkan pendekatan pendidikan yang mampu membela ortodoksi agama sekaligus menghargai keragaman. Ia menilai pendekatan multikulturalisme Barat yang sekuler-liberal sering kali tidak kompatibel dengan masyarakat Indonesia yang religius.

“Indonesia membutuhkan RME karena masyarakat kita beragama. Kita memerlukan pendekatan yang tetap menjaga iman, tetapi juga ramah terhadap perbedaan,” ujarnya.

Dalam disertasinya, Erham mengkritisi pendidikan multikultural Barat yang cenderung memosisikan agama hanya sebagai produk budaya. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat seluruh agama dianggap relatif dan sama sehingga klaim kebenaran agama sering dipandang sebagai ancaman terhadap keberagaman.

Di sisi lain, pendidikan multikultural berbasis teologi tertentu juga dinilai belum sepenuhnya menjadi solusi karena cenderung bersifat apologetik dan polemik.

“Atas dasar itu diperlukan jalan tengah yang tidak sekuler-liberal, tetapi juga tidak apologetik dan polemik,” jelasnya.

Melalui pendekatan filsafat dan studi agama-agama, Erham kemudian merumuskan konsep RME. Konsep ini dibangun melalui integrasi transdisipliner antara studi agama-agama dan pendidikan multikultural.

Secara ontologis, RME mengakui keragaman agama sekaligus menghormati klaim kebenaran masing-masing pemeluk agama. Secara epistemologis, pendekatan ini bersifat konstruktivis, multidisipliner, dan inklusif. Adapun secara aksiologis, RME diarahkan untuk menghormati keragaman, menjadi resolusi konflik, serta memperkuat moralitas masyarakat.

Erham menilai pendidikan menjadi ruang paling strategis untuk menanamkan nilai tersebut. Menurutnya, tantangan terbesar penerapan RME di Indonesia adalah masih adanya kelompok-kelompok eksklusif yang belum terbuka terhadap perbedaan.

“Kalau pendidikan sudah bagus, dampak sosialnya juga akan bagus. Jadi RME fokusnya dimulai dari pendidikan,” katanya.

Ia juga menanggapi fenomena keluarga beda agama yang belakangan ramai diperbincangkan, termasuk dikaitkan dengan lagu “Mangu”. Menurutnya, keluarga dengan keyakinan berbeda tetap dapat hidup harmonis selama membangun komunikasi dialogis tanpa paksaan.

“Pendekatannya harus dialogis dan kekeluargaan. Jangan ada pemaksaan karena itu bertentangan dengan prinsip RME,” ungkapnya.

Sidang promosi doktor tersebut dipimpin promotor Prof. Dr. Waston, M.Hum., dengan ko-promotor sekaligus sekretaris sidang Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd.

Mohamad Ali menyampaikan bahwa Erham dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dengan IPK 3,93 dan menjadi doktor ke-66 dari Program Studi S3 Fakultas Agama Islam UMS.

Dalam nasihat akademiknya, ia menegaskan bahwa kajian multikulturalisme dan studi agama-agama merupakan bidang yang sensitif karena kerap bersinggungan dengan dimensi politik dan sosial masyarakat. Ia pun mengingatkan pentingnya kerendahan hati dan semangat belajar sepanjang hayat bagi seorang akademisi.

“Jangan cepat puas, jangan berhenti belajar, dan terus membimbing diri sendiri agar dunia di sekitar menjadi lebih terbuka dan lebih baik,” pungkasnya.

Indospektrum

Recent Posts

EXIT 2026 Arsitektur UMS Hadirkan Karya Desain untuk Merespons Persoalan Masyarakat

SURAKARTA – Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ menggelar EXIT 2026: Architecture of…

13 jam ago

Resmi jadi Ruang Ibadah, Taj Yasin Bidik Potensi Wisata Religi Candi Prambanan hingga Borobudur

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh pemanfaatan Candi Prambanan, Borobudur, Mendut, dan Pawon…

13 jam ago

JTAB Petani Gajian: Terobosan Pemprov Jateng Beri Kepastian Modal, Gaji UMK, dan Pasar bagi Petani

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui PT Jawa Tengah Agro Berdikari (JTAB) menggulirkan program…

13 jam ago

Investor Asal Dubai Puas Langkah Cepat Jateng Realisasikan Investasi Mini Refinery

SEMARANG — Rencana investasi pembangunan mini refinery berkapasitas 10 ribu barel per hari senilai Rp5…

13 jam ago

Ahmad Luthfi Minta Penataan Kawasan PRPP Jawa Tengah Jadi Prioritas Utama

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta pembenahan kawasan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan…

16 jam ago

Ribuan Warga Padati Simpang Lima, Meriahkan Malam MTQ Nasional XXXI di Semarang

SEMARANG - Antusiasme masyarakat Jawa Tengah menyambut Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI sangat tinggi.…

16 jam ago

This website uses cookies.