Categories: IndeksPendidikan

Mahasiswa FEB UMS Ahmad Fauzan Raih Top 10 J&T Super Seller Competition 2026

Mahasiswa FEB UMS, Ahmad Fauzan Tirmidzi. Foto: Ist.

SOLO – Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id Ahmad Fauzan Tirmidzi, kembali mengharumkan nama kampus di level nasional. Melalui bisnis yang dirintisnya, Kubik Society Clothing Company, ia berhasil masuk dalam Top 10 J&T Super Seller Competition 2026 dan memperoleh dana inkubasi senilai Rp20 juta untuk mengembangkan usahanya.

J&T Super Seller Competition 2026 merupakan program kompetisi sekaligus inkubasi bisnis yang diselenggarakan oleh PT Global Jet Express (J&T Express) bekerja sama dengan Narasi. Kompetisi ini ditujukan bagi mahasiswa maupun lulusan perguruan tinggi maksimal satu tahun yang telah memiliki bisnis aktif dan beroperasi secara daring.

Dalam kompetisi tersebut, Ahmad mengikuti serangkaian tahapan seleksi yang cukup ketat. Proses diawali dengan penilaian proposal bisnis, presentasi bisnis (pitch deck), data kepemilikan usaha, hingga seleksi administrasi. Peserta yang lolos kemudian mengikuti sesi presentasi dan wawancara secara daring untuk memperebutkan posisi 25 besar.

Dari tahapan tersebut, Ahmad bersama Kubik Society Clothing Company berhasil melangkah hingga masuk dalam jajaran 10 bisnis terbaik dari seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah, Kubik Society Clothing Company berhasil lolos sebagai Top 10 bisnis terpilih dalam J&T Super Seller Competition 2026. Sebelumnya kami mengikuti tahap proposal, kemudian lanjut ke tahap interview dan presentasi online. Capaian ini menjadi kesempatan besar bagi kami untuk mengembangkan bisnis fashion lokal yang sedang kami bangun,” ungkap Ahmad, Senin, (29/6/2026).

Kubik Society Clothing Company merupakan usaha yang bergerak di bidang fashion and apparel yang dikembangkan Ahmad sebagai bentuk kreativitas sekaligus upaya membangun merek lokal yang memiliki karakter kuat dan mampu bersaing di pasar nasional. Produk-produk yang dihasilkan dipasarkan secara daring sesuai dengan kategori kompetisi yang diikuti.

Atas capaian tersebut, Ahmad berhak mengikuti program inkubasi bisnis selama dua bulan, mulai 29 Juni hingga 21 Agustus 2026. Selama masa inkubasi, seluruh peserta Top 10 akan memperoleh pendampingan intensif melalui kelas bisnis daring, monitoring perkembangan usaha, serta evaluasi berkala dari penyelenggara.

Dana inkubasi sebesar Rp20 juta akan Ahmad manfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha, mulai dari riset dan pengembangan produk, pemasaran digital, promosi, hingga strategi peningkatan penjualan. Menurut Ahmad, dana tersebut akan digunakan secara optimal untuk memperkuat posisi Kubik Society Clothing Company di industri fashion lokal.

“Dana inkubasi ini akan kami gunakan secara terarah untuk mengembangkan penjualan dan pemasaran Kubik Society Clothing Company. Fokus kami ke depan adalah memperkuat branding, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas pasar melalui strategi digital yang lebih efektif,” jelasnya.

Perjalanan kompetisi belum berhenti di tahap ini. Selama masa inkubasi, seluruh peserta akan kembali dinilai berdasarkan perkembangan bisnis dan kapasitas kepemimpinan. Hasil evaluasi tersebut akan menentukan lima peserta terbaik yang berhak melaju ke babak Grand Final, dengan mempresentasikan hasil pengembangan bisnis yang telah dilakukan selama program berlangsung.

Prestasi Ahmad menjadi bukti bahwa mahasiswa UMS mampu bersaing dalam ekosistem kewirausahaan nasional. Tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, mahasiswa juga didorong untuk menciptakan inovasi dan membangun usaha yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

Ahmad berharap pencapaian ini menjadi awal bagi Kubik Society Clothing Company untuk berkembang lebih luas sekaligus menginspirasi mahasiswa lain agar berani memulai usaha sejak di bangku kuliah.

“Harapannya, pencapaian ini tidak berhenti di Top 10 saja. Kami ingin terus mengembangkan Kubik Society Clothing Company agar bisa menjadi brand fashion lokal yang semakin dikenal. Saya juga berharap teman-teman mahasiswa berani mencoba, membangun usaha, dan mengikuti kompetisi karena banyak peluang yang bisa dimanfaatkan,” pungkasnya.

Indospektrum

Recent Posts

Catat Tanggalnya, Solo Batik Fashion 2026 Hadirkan Puluhan Desainer dan Brand Terkenal

SOLO — Pemkot Surakarta (Solo) kembali menggelar ajang tahunan Solo Batik Fashion (SBF) 2026 yang…

45 menit ago

Program Desa Dampingan Pemprov Jateng Kejar Peningkatan Kualitas Hidup Warga Miskin

PEMALANG – Rumah berdinding GRC dan beratap asbes yang ditempati Rusmiyati bersama suami dan kedua…

54 menit ago

Sambut Hari Santri Nasional, Sebanyak 117 Ponpes di Jateng Mulai Biasakan Kelola Sampah

PEMALANG – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin…

1 jam ago

BNPB Kerahkan Dua Helikopter Padamkan Karhutla Gunung Lawu dan Sumbing

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengupayakan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di…

1 jam ago

Puluhan Tahun jadi Agunan, Ribuan Sertifikat Tanah Petani Mitra Dikembalikan Secara Grastis

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan pengembalian 1.947 sertifikat tanah milik petani yang telah…

1 jam ago

Pergantian Pangdam IV/Diponegoro, Kolaborasi Antar Instansi Perlu Ditingkatkan

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadiri acara pisah sambut Pangdam IV/Diponegoro yang digelar…

1 jam ago

This website uses cookies.