Categories: IndeksPendidikan

Mahasiswa KKN Dik FKIP UMS Beri Pendampingan Tata Kelola Organisasi dan Keuangan Karang Taruna di Wonogiri

Mahasiswa KKN Dik FKIP UMS menggelar kegiatan sharing session bersama pemuda Karang Taruna Dusun Duwet, Mlokowetan, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri. Foto: Ist.

SOLO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN Dik) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan sharing session bertema Keorganisasian dan Pengelolaan Keuangan Karang Taruna bersama pemuda Karang Taruna Dusun Duwet, Mlokowetan, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas kebutuhan dan keluhan pemuda setempat terkait kurangnya kekompakan organisasi serta pengelolaan keuangan yang belum tertata dengan baik.

Sharing session berlangsung dalam suasana yang santai namun serius. Mahasiswa KKN DIK FKIP UMS memulai kegiatan dengan mengajak peserta berdiskusi mengenai kondisi organisasi yang mereka jalani selama ini. Beberapa anggota Karang Taruna mengungkapkan bahwa kegiatan sering tidak berkelanjutan, sebagian pengurus cenderung pasif, dan komunikasi antaranggota belum berjalan optimal. Kondisi tersebut berdampak pada minimnya program kerja serta menurunnya rasa kebersamaan antar anggotanya.

Shandy Yusril Fadlullah, salah satu mahasiswa KKN DIK FKIP UMS, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kembali semangat kebersamaan pemuda desa.“Karang Taruna itu sebenarnya punya potensi besar. Tapi kalau tidak ada komunikasi yang baik dan pengelolaan yang rapi, potensi itu sulit berkembang. Kami ingin mendorong teman-teman Karang Taruna agar berani aktif, saling menguatkan, dan mulai membangun organisasi secara bertahap, tidak harus langsung sempurna,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Melalui pemaparan materi, mahasiswa KKN DIK menjelaskan pentingnya sistem keorganisasian yang jelas, mulai dari pembagian tugas pengurus, pentingnya rapat yang terarah, hingga peran komunikasi dalam menjaga solidaritas organisasi. Peserta diajak memahami bahwa organisasi yang sehat tidak bergantung pada salah satu orang saja, melainkan berjalan berdasarkan kerja tim dan tanggung jawab bersama.

Selain keorganisasian, pengelolaan keuangan menjadi topik utama yang mendapat perhatian peserta. Mahasiswa KKN DIK menyampaikan prinsip dasar pengelolaan keuangan organisasi yang sederhana namun akuntabel, seperti pentingnya pencatatan rutin, pemisahan uang pribadi dan kas organisasi, transparansi kepada anggota, serta penyampaian laporan keuangan secara berkala. Materi ini disampaikan dengan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan aktivitas Karang Taruna sehari-hari.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung aktif. Banyak anggota Karang Taruna menyampaikan pengalaman mereka terkait kendala organisasi dan keuangan, sekaligus mengajukan pertanyaan tentang langkah-langkah praktis yang bisa langsung diterapkan. Mahasiswa KKN DIK pun mendorong peserta untuk mulai menyusun jobdesk pengurus secara tertulis dan membangun kebiasaan komunikasi terbuka agar organisasi dapat berjalan lebih solid.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak Karang Taruna. Mereka menilai sharing session ini memberi sudut pandang baru dan motivasi untuk membenahi organisasi agar lebih aktif dan dipercaya anggotanya. Melalui kegiatan ini, Jumat (6/2), mahasiswa KKN DIK FKIP UMS berharap Karang Taruna Dusun Duwet dapat tumbuh menjadi organisasi kepemudaan yang kompak, transparan dan berkelanjutan.

Selain menjadi wadah berbagi ilmu, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN DIK FKIP UMS dalam mendampingi masyarakat desa, khususnya generasi muda, agar mampu mengelola organisasi secara lebih baik dan mandiri.

Indospektrum

Recent Posts

Rayakan Dies Natalis ke-50, UNS Hadirkan Peraih Nobel Ekonomi 2024 Daron Acemoglu

SOLO — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menegaskan kiprahnya di panggung global melalui penyelenggaraan…

1 jam ago

Mahasiswa UMS Sabet Juara di JCC International Conference Usai Teliti Program CSR di Kudus

SOLO – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, Salwa Talitha Zahra…

2 jam ago

Ahmad Luthfi Dorong Sertifikasi Halal bagi 17.500 Pedagang Bakso di Jawa Tengah

SEMARANG — Pedagang bakso di Jawa Tengah berdasarkan catatan Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Nusantara…

3 jam ago

Dosen FAI UMS Kupas Tuntas Perbedaan Makna Infak dan Sedekah dalam Islam

SOLO - Agama Islam merupakan agama yang tidak berkutat pada urusan spiritual. Islam juga menekankan…

3 jam ago

Pastikan Pasokan Aman, BULOG Surakarta Rutin Dropping Minyakita di Soloraya

SOLO - Perum BULOG Cabang Surakarta menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan dan harga minyak goreng…

4 jam ago

Blibli Store Resmi Hadirkan Starlink, Perluas Akses Internet Cepat hingga Wilayah Pelosok

JAKARTA - PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli), pelopor ekosistem perdagangan omnichannel dan gaya hidup…

6 jam ago

This website uses cookies.