Categories: IndeksPendidikan

Mahasiswa KKN-Dik UMS Edukasi Ibu PKK Karanganyar Tangkal Hoaks dan Racik Jamu Tradisional

Mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS menggelar kegiatan literasi digital bertajuk “Hoaks Disaring, Jamu Diracik” bersama ibu-ibu PKK RT 01 Sintru Kilen, Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. Foto: Ist.

SOLO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan literasi digital bertajuk “Hoaks Disaring, Jamu Diracik” bersama ibu-ibu PKK RT 01 Sintru Kilen, Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.

Di tengah menyebar luasnya informasi hoaks dan terkikisnya budaya lokal, Rasyid Fajar Pastika selaku ketua regu KKN-Dik UMS berkeinginan untuk meningkatkan kesadaran pada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menyaring informasi hoaks yang banyak beredar di media sosial sekaligus mengenalkan kembali budaya meracik jamu tradisional sebagai upaya menjaga kesehatan keluarga,” ungkap Fajar, Selasa (7/4/2026).

Fajar juga mengatakan bahwa penyiaran informasi di media sosial semakin pesat dan cepat, sehingga, terkadang tidak dapat dibedakan antara informasi yang fakta dan hoaks. Hal ini menjadi faktor utama digelarnya kegiatan ini.

“Maraknya penyebaran informasi hoax di media sosial, khususnya terkait kesehatan dan ramuan tradisional, menjadi salah satu alasan utama dilaksanakannya kegiatan ini,” kata dia.

Menurut Fajar, tidak sedikit masyarakat yang langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap sumber informasi tersebut. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman bahkan dapat membahayakan kesehatan apabila informasi yang disebarkan tidak benar.

Dalam sesi penyampaian materi, mahasiswa KKN-Dik UMS memberikan materi mengenai ciri-ciri informasi hoaks, cara mengenali sumber informasi yang terpercaya, serta langkah-langkah sederhana untuk melakukan pengecekan fakta sebelum memberikan informasi kepada orang lain.

Lebih lanjut, kegiatan ini dilanjutkan dengan praktik pembuatan jamu tradisional berbahan dasar jahe dan temulawak. Peserta diajak langsung mempraktikkan cara meracik jamu menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar rumah.

Ketua RT 01 Sintru Kilen, Anto, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UMS tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan sosialisasi seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi maraknya penyebaran informasi yang belum tentu kebenarannya.

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN UMS yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Sosialisasi tentang hoaks sangat penting karena saat ini banyak informasi yang beredar di media sosial. Selain itu, praktik membuat jamu juga sangat bermanfaat karena bisa menjadi alternatif minuman sehat bagi keluarga,” ujar Pak Anto.

Mahasiswa KKN-Dik UMS berharap melalui kegiatan ini masyarakat dapat lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar di media sosial, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan. Selain itu, masyarakat juga kembali mengenal dan memanfaatkan jamu tradisional sebagai minuman sehat berbasis bahan alami yang mudah dibuat di rumah.

Indospektrum

Recent Posts

KAI Daop 6 Gelar Safety Rangers Goes to School di SDN Kabangan Solo

SOLO - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta menggelar kegiatan Safety…

8 jam ago

Keikutsertaan Indonesia Gabung BoP Digugat ke MK, Persetujuan DPR Jadi Sorotan

SOLO - Langkah Presiden RI, Prabowo Subianto yang membawa Indonesia bergabung ke Board of Peace…

8 jam ago

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Kadin “Keroyok” Kemiskinan Ekstrem di Jawa Tengah

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) berkolaborasi dalam…

9 jam ago

FHIP UMS Gelar ICRTLAW ke-5: Soroti Tantangan Keamanan Siber dan Perlindungan HAM di Era Digital

SOLO - Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) http://ums.ac.id menyelenggarakan International…

10 jam ago

Brebes Bakal Jadi Lokasi Mega Farm Terbesar di Indonesia, Kapasitas 30 Ribu Ekor Sapi

SEMARANG – Peternakan sapi perah terpadu (mega farm) berskala besar dengan kapasitas mencapai 30 ribu…

10 jam ago

Pemprov Jateng Dorong Percepatan Raperda Garis Sempadan demi Ketertiban Ruang

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong percepatan pembahasan Rencana Peraturan Daerah (Raperda) tentang Garis…

13 jam ago

This website uses cookies.