SOLO – Belajar sains tak selalu harus dilakukan di ruang kelas. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id membuktikannya dengan mengajak anak-anak Sanggar Bimbingan (SB) Banting, Malaysia, membuat es krim dari tangan sendiri dalam program KKN Internasional Mangunsari Goes Abroad 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (16/6/2026) dan diikuti oleh 18 anak yang tampak antusias mengikuti setiap tahapan eksperimen. Dengan peralatan sederhana berupa susu, es batu, dan garam, Hanifah Herawati dari Prodi Ilmu Gizi dan Naswa Labibah dari Prodi Kesehatan Masyarakat mengajak anak-anak memahami konsep sains melalui praktik langsung membuat es krim tanpa bantuan freezer maupun mesin.
“Eksperimen ini memperkenalkan prinsip penurunan titik beku, ketika garam yang ditaburkan ke es batu mampu menurunkan suhu hingga jauh di bawah nol derajat Celsius. Suhu dingin tersebut kemudian menyerap panas dari susu di dalam kaleng, hingga perlahan berubah menjadi es krim. Konsep kimia yang kerap ditemui di buku pelajaran itu pun dapat dirasakan langsung melalui pengalaman nyata,” terang Hanifah mengingat pengalamannya, Sabtu (27/6/2026).
Hanifah menceritakan, rasa ingin tahu anak-anak sudah terlihat sejak awal kegiatan. Salah satu peserta, Nadhifa, mengungkapkan keheranannya sebelum eksperimen dimulai.
“Kok bisa ya susu yang cair tiba-tiba jadi es? Itu gimana caranya?” kata Hanifah menirukannya.
Pertanyaan tersebut menjadi pengantar bagi Hanifah dan Naswa untuk menjelaskan proses ilmiah secara sederhana dan komunikatif. Anak-anak pun terdorong untuk terlibat aktif, tidak hanya mendengarkan, tetapi juga membuktikan sendiri hasilnya.
Proses pembuatan es krim menuntut kesabaran dan kerja sama. Anak-anak harus bergantian memutar kaleng berisi susu di dalam wadah berisi es dan garam dalam waktu yang tidak singkat. Aktivitas ini mengajarkan pentingnya berbagi peran, menjaga ritme, serta saling menyemangati agar eksperimen berhasil.
Setelah melalui proses panjang yang diwarnai tawa dan kelelahan, es krim akhirnya terbentuk. Nadhifa yang sejak awal paling penasaran pun menjadi salah satu yang pertama mencicipinya. Tetapi menurut Nadhifa, es krim yang ia rasakan berbeda, karena terasa asin.
Hanifah menerangkan bahwa rasa asin tersebut berasal dari garam yang berperan penting dalam proses pembekuan. Penjelasannya menyiratkan bahwa setiap tahapan eksperimen memiliki hubungan langsung dengan hasil yang diperoleh.
Kegiatan eksperimen sains ini menjadi bagian dari rangkaian program kerja mahasiswa KKN Internasional UMS di SB Banting. Selain memperkenalkan sains secara aplikatif, kegiatan ini juga menanamkan nilai kerja sama, rasa ingin tahu, dan keberanian untuk mencoba hal baru.
Melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan, mahasiswa UMS berharap anak-anak tidak hanya membawa pulang pengalaman seru, tetapi juga pemahaman bahwa sains dapat dijumpai di sekitar mereka. Sebab, di balik es krim sederhana yang dibuat bersama, tersimpan pelajaran tentang proses, kolaborasi, dan kegembiraan belajar.
BANJARNEGARA - Kabut tipis perlahan turun di dataran tinggi Dieng. Di antara lanskap pegunungan, candi-candi…
SOLO - Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id tahun 2026 resmi ditutup…
SEMARANG - Permata Bank membuka rangkaian Wealth Wisdom 2026 di Semarang pada 22 Agustus 2026.…
SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta baru saja melakukan prosesi wisuda Periode VII Tahun…
SOLO - Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id melanjutkan kegiatan workshop persamaan…
BALI — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah kembali mendapat apresiasi atas komitmennya dalam menjaga lingkungan…
This website uses cookies.