Categories: NewsPendidikan

Mahasiswa PBSI UMS Didorong Jadi Agen Perubahan dalam Implementasi SDGs

PBSI FKIP UMS menggelar kuliah umum di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah, Kamis (12/3/2026). Foto: Ist.

SOLO – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong mahasiswa untuk berperan aktif sebagai agen Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Upaya disampaikan dalam kuliah umum yang digelar oleh Prodi PBSI UMS dengan mengusung semangat “Dari Kampus untuk Dunia, Mahasiswa PBSI sebagai Aktor Penting dalam Pengimplementasian SDGs”. Kegiatan ini menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam memperkenalkan dan mengimplementasikan SDGs, Kamis (12/3/2026) di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah.

Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa mahasiswa dapat berkontribusi dalam implementasi TPB melalui berbagai cara, salah satunya dengan mengenalkan budaya serta kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia kepada dunia internasional.

Menurutnya, bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi personal, tetapi juga memiliki dimensi komunal yang memperkuat identitas bangsa.

“Saya kira pentingnya, siapa lagi yang merawat, siapa lagi yang mencintai, siapa lagi yang mempromosikan, siapa lagi yang bisa meninggikan derajat itu kalau tidak kita semua,” ujar Harun.

Ia juga menyoroti upaya internasionalisasi bahasa Indonesia yang saat ini terus berkembang. Meski demikian, masih terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui agar bahasa Indonesia dapat diakui sebagai salah satu bahasa resmi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Salah satu faktor penting dalam upaya tersebut adalah jumlah pengguna bahasa Indonesia yang menjadi daya tawar di tingkat global.

Dalam kuliah umum itu, Prodi PBSI UMS menghadirkan Esie Hanstein yang merupakan dosen di Humboldt University Berlin dan Leipzig University Jerman, yang juga merupakan aktivis UNESCO dan pegiat SDGs. Esie dipercayai juga untuk mengalihbahasakan lagu The Seventeen Global Goals Project feat. Esie: Dunia Dalam Bahaya.

Esie menceritakan bagaimana mahasiswa di Jerman melek implementasi TPB. Ia juga memiliki program untuk mahasiswa agar dapat mengikuti kegiatan ekskursi untuk berkontribusi pada berbagai isu dalam 17 tujuan pembangunan berkelanjutan, mulai dari kesehatan hingga kesejahteraan masyarakat.

Baginya, mahasiswa khususnya PBSI UMS, dinilai memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang dapat memulai berbagai kampanye positif dengan menggunakan bahasa Indonesia secara luas. Ia mendorong mahasiswa agar tidak perlu malu untuk membawa gelas air atau tempat makan, demi mengurangi penggunaan plastik.

“Dengan menggunakan kantong itu jauh lebih membanggakan daripada plastik-plastik juga. Itu tidak merubah sepenuhnya, terbiasa memakai plastik lalu menyetopnya. Tetapi setidaknya secara perlahan tetapi pasti dan konsisten itu yang paling bisa membantu untuk menyelamatkan lingkungan,” kata Esie.

Selain itu, menurutnya mahasiswa dapat membuat program dengan mengajak sesama mahasiswa atau komunitas yang bisa dilakukan. Apabila memungkinkan, bisa melakukan ekskursi ke Universitat Humboldt khususnya untuk dapat mempelajari penerapan TPB dan menerapkannya di Indonesia.

“Dan yang paling terbaik praktek langsung adalah mengirim mahasiswa dari sini untuk belajar langsung dari mahasiswa yang berada di sana,” ujar Esie.

Kegiatan kuliah umum ini dipenuhi oleh semangat mahasiswa. Mahasiswa aktif berdiskusi untuk menggali lebih dalam penerapan TPB yang memungkinkan dilakukan di kampus ataupun lingkungannya.

Indospektrum

Recent Posts

Peringati Hari Lahir Pancasila, Gubernur Ahmad Luthfi Tekankan Pancasila sebagai Perekat Bangsa

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus menjadi…

10 jam ago

Menyulam Damai di Langit Magelang: 2.570 Lampion Waisak Warnai Malam Borobudur

MAGELANG – Malam itu, pelataran Candi Borobudur tak lagi berkawan gulita. Ribuan lampion mendaki dan…

14 jam ago

Jalan Randublatung-Cepu Masuk Proses Lelang, Pemprov Jateng Prioritaskan Perbaikan Ruas Rusak Berat

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan perbaikan Jalan Raya Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora sudah…

15 jam ago

Adeging Mangkunegaran 2026: Motor Penggerak Ekonomi Solo dengan Multiplier Effect Rp87,9 Miliar

SOLO – Adeging Mangkunegaran 2026 tak lagi sekadar agenda budaya tahunan. Acara yang memadukan budaya,…

1 hari ago

PMI Solo Luncurkan Program ‘Rising Heroes’ untuk Gaet Donor Darah Generasi Z

SOLO - PMI Kota Surakarta (Solo) meluncurkan program Rising Heroes sebagai upaya meningkatkan partisipasi donor…

2 hari ago

Wisuda Periode IV 2026, UNS Luluskan 593 Mahasiswa Termasuk Satu Lulusan Internasional

SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo meluluskan 593 lulusan pada Wisuda Periode IV Tahun…

2 hari ago

This website uses cookies.