Categories: IndeksPendidikan

Mahasiswa UMS Raih Silver Award di Malaysia Melalui Inovasi Digital Pascastroke “SMART STROKE”

Tim Synexa UMS meraih Silver Award dalam ajang Malaysia Technology Expo 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia melalui karya bertajuk SMART STROKE. Foto: Ist.

SOLO – Minimnya sistem pemantauan berkelanjutan bagi pasien pascastroke masih menjadi tantangan serius dalam dunia kesehatan. Keterbatasan kontrol terapi di luar fasilitas medis kerap berdampak pada lambatnya pemulihan, rendahnya kepatuhan minum obat, hingga tingginya risiko kondisi darurat yang tidak tertangani dengan cepat.

Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menghadirkan inovasi digital terintegrasi yang mampu menghubungkan pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan dalam satu ekosistem.

Inovasi tersebut berhasil mengantarkan Tim Synexa meraih Silver Award dalam ajang Malaysia Technology Expo 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, melalui karya bertajuk SMART STROKE.

Ketua tim, Dani Hendrawan, menjelaskan bahwa SMART STROKE dikembangkan sebagai solusi atas gap layanan kesehatan pascastroke yang selama ini belum terintegrasi secara optimal.

“Banyak pasien mengalami kesulitan dalam monitoring mandiri, baik dari sisi kepatuhan terapi maupun deteksi kondisi darurat. Sistem ini hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut secara real-time dan terukur,” ungkapnya, Kamis (30/4/2026).

SMART STROKE merupakan sistem berbasis integrasi smartwatch dan aplikasi mobile yang menghadirkan fitur komprehensif. Di antaranya pemantauan detak jantung secara real-time, pelacakan lokasi berbasis GPS, serta pemantauan aktivitas melalui sensor accelerometer untuk mendeteksi pola gerak dan potensi risiko jatuh. Selain itu, sistem juga mampu mengirimkan data kesehatan secara otomatis dan berkala guna memastikan sinkronisasi informasi antara perangkat dan aplikasi.

Dalam aspek terapi, SMART STROKE dilengkapi fitur pengingat konsumsi obat yang membantu pasien menjaga kepatuhan terapi, serta panduan latihan rehabilitasi yang memungkinkan pengguna memantau progres pemulihan secara harian dan mingguan. Tidak hanya itu, tersedia pula fitur konsultasi dengan tenaga kesehatan dan AI assistant untuk memberikan edukasi serta respons awal secara cepat.

Fitur SOS Emergency menjadi salah satu keunggulan utama yang memungkinkan pengguna mengirimkan sinyal darurat secara instan kepada keluarga maupun layanan kesehatan. Dukungan fitur pencarian rumah sakit terdekat berbasis GPS juga mempercepat penanganan dalam situasi kritis.

SMART STROKE juga menghadirkan health dashboard yang menyajikan ringkasan kondisi pasien secara real-time, termasuk status kesehatan harian, kepatuhan minum obat, serta capaian latihan rehabilitasi. Pendekatan ini memungkinkan proses monitoring dan evaluasi terapi dilakukan secara lebih sistematis dan berbasis data.

Tim Synexa sendiri terdiri dari Onic Agustino dan Nuril Anwar (Informatika), Dani Hendrawan serta Fajar Azizah Litanil Amaliah (Farmasi), serta Zahara Naura Azalia (Fisioterapi) dengan dosen pembimbing Hidayah Karuniawati, Apt., S.Farm., M.Sc., Ph.D. Kolaborasi multidisiplin ini menghasilkan pendekatan inovatif yang mengintegrasikan teknologi digital, terapi farmakologis, dan rehabilitasi medis dalam satu platform terpadu.

Dalam proses pengembangannya, SMART STROKE telah diuji menggunakan metode System Usability Scale (SUS) dan Usability Heuristic. Hasilnya menunjukkan tingkat usability yang baik, sehingga sistem dinilai efektif, nyaman, dan layak diimplementasikan sebagai solusi kesehatan digital berbasis kebutuhan pengguna.

Capaian ini, menurut Dani tidak hanya menjadi prestasi internasional bagi mahasiswa UMS, tetapi juga menegaskan peran strategis generasi muda dalam menjawab isu nyata di bidang kesehatan. Inovasi SMART STROKE sekaligus berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3: Good Health and Well-Being, melalui optimalisasi teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup pasien secara berkelanjutan.

“Prestasi ini memperkuat komitmen UMS dalam membangun budaya akademik yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak luas, sekaligus mendorong lahirnya solusi berbasis riset yang relevan dengan kebutuhan global,” tegasnya.

Indospektrum

Recent Posts

Cek Kesehatan Gratis Speling Jangkau 20,84 Juta Warga Jateng di 1.603 Desa

SEMARANG - Deteksi penyakit sejak dini kini semakin dekat dengan masyarakat Jawa Tengah. Hingga akhir…

2 jam ago

Blibli Histeria 11.11 Gelar Sports Day, Tawarkan Promo Gear Olahraga dan Tips Belanja Hemat

JAKARTA - Punya wishlist running shoes yang lagi hype, sneakers incaran, atau raket padel yang…

3 jam ago

PMB UMS 2027/2028 Dibuka: Hadirkan Beragam Jalur Seleksi dan Beasiswa

SOLO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik…

3 jam ago

Sambut Pariwisata Ramah Muslim, 200.815 UMKM di Jateng Kantongi Sertifikasi Halal

SEMARANG – Sebanyak 200.815 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Tengah tercatat telah…

4 jam ago

Terima Penghargaan CNN Indonesia Awards, Ahmad Luthfi: Pertumbuhan Ekonomi Harus Bawa Manfaat Nyata

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah terus melaju di atas rata-rata nasional. Pada triwulan III…

13 jam ago

Pemprov Jateng dan Lazismu Perkuat Kolaborasi Penanganan Kemiskinan serta Krisis Air Bersih

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

14 jam ago

This website uses cookies.