Categories: IndeksPendidikan

Mahasiswa UMS Raih Silver Medal di IPITEX Thailand Lewat Inovasi Pembayaran Kripto-QRIS

Tim QryptoPay dari UMS meraih Silver Medal dalam ajang IPITEX di Thailand. Foto: Ist.

SOLO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di kancah internasional. Tim QryptoPay dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) UMS berhasil meraih Silver Medal dalam ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) yang digelar di Thailand.

Penghargaan diraih melalui inovasi platform Hybrid Crypto & QR Payment dengan real-time conversion yang patuh terhadap regulasi Indonesia.

Leader Tim QryptoPay, Gunawan Hafiz Januar, yang beranggotakan Muhammad Wahyu Jati, Wahyu Reihan Nur Khabib, dan Satria Maulana Hidayat, serta dibimbing langsung oleh Dr. Aflit Nuryulia Praswati, SE, MM., Gunawan menjelaskan bahwa QryptoPay merupakan sebuah Centralized Exchange (CEX) berbasis inovasi yang dirancang untuk menjembatani aset kripto dengan aktivitas ekonomi harian masyarakat.

Ia menegaskan bahwa platform ini tetap berpijak pada regulasi nasional yang melarang kripto sebagai alat pembayaran sah di Indonesia.

“QryptoPay hadir dengan arsitektur dual wallet dan integrasi QRIS nasional untuk mengeksekusi konversi otomatis aset kripto menjadi Rupiah secara instan. Dengan mekanisme ini, transaksi tetap legal, cepat, dan transparan,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026).

Inovasi QryptoPay lahir dari keprihatinan terhadap fenomena yang disebut Gunawan sebagai “Kekayaan yang terpenjara”.

Menurutnya, lebih dari 20 juta investor kripto di Indonesia menyimpan aset bernilai triliunan rupiah yang selama ini cenderung statis karena proses penarikan dana yang rumit dan memakan waktu lama.

“Padahal jika likuiditas digital ini bisa mengalir dengan cepat, dampaknya sangat besar bagi ekonomi riil, khususnya UMKM. QryptoPay kami rancang untuk mengalirkan dana digital langsung ke ekonomi kerakyatan melalui Rupiah,” jelasnya.

Keunggulan utama QryptoPay terletak pada kemampuan real-time conversion yang ditopang oleh Auto-Liquidation Engine berbasis off-chain market maker. Melalui sistem ini, konversi aset digital ke Rupiah dapat diselesaikan dalam hitungan milidetik, sehingga pengalaman pengguna menyerupai transaksi dompet digital konvensional.

Di sisi lain, aspek kepatuhan regulasi menjadi fondasi utama pengembangan QryptoPay. Gunawan menegaskan bahwa platform ini sepenuhnya menjaga marwah rupiah sesuai mandat Bank Indonesia, menempatkan kripto sebagai komoditas di bawah pengawasan Bappebti, serta mengintegrasikan pemotongan pajak otomatis sesuai PMK Nomor 68 Tahun 2022.

“Inovasi dan regulasi tidak harus saling bertabrakan. Di QryptoPay, keduanya justru bersinergi untuk menciptakan keamanan bagi pengguna sekaligus kontribusi nyata bagi negara,” ungkapnya.

Lebih jauh, Gunawan menilai bahwa QryptoPay hadir untuk menjawab persoalan hambatan likuiditas di Indonesia. Mengacu pada teori peredaran uang Irving Fisher, ia menyebut bahwa percepatan sirkulasi uang menjadi kunci pertumbuhan ekonomi.

Dengan menghubungkan aset kripto langsung ke sektor UMKM, QryptoPay diharapkan mampu menciptakan efek penetesan ekonomi yang lebih merata.

Perjalanan QryptoPay hingga tampil di IPITEX Thailand tidak lepas dari berbagai tantangan. Gunawan menyebut bahwa tim harus menyatukan kompleksitas teknologi blockchain dengan sistem pembayaran nasional yang ketat, sekaligus membangun keamanan siber yang kuat dan menekan latensi transaksi hingga titik minimal.

“Di hadapan juri internasional, kami tidak hanya mempresentasikan teknologi, tetapi juga membuktikan bahwa QryptoPay adalah solusi yang realistis, berkelanjutan, dan patuh hukum,” katanya.

Keberhasilan meraih Silver Medal di IPITEX, menurut Gunawan, didorong oleh tiga faktor utama, yakni kebaruan inovasi sebagai platform hybrid CEX dan QRIS pertama di Indonesia, kecepatan dan efisiensi transaksi real-time, serta kepatuhan regulasi yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi UMKM.

Capaian ini memiliki makna strategis bagi UMS. Gunawan menilai prestasi tersebut menjadi validasi bahwa riset mahasiswa UMS mampu melampaui ruang akademik dan hadir sebagai solusi futuristik di tingkat global.

“Ini adalah pengakuan bahwa ekosistem pendidikan di UMS telah berkembang menjadi inkubator inovasi kelas dunia yang mampu melahirkan pionir-pionir masa depan,” tuturnya.

Ke depan, Gunawan berkomitmen untuk membangun ekosistem kolaboratif di lingkungan UMS sebagai ruang tumbuh bersama bagi mahasiswa. Ia ingin menciptakan budaya berbagi ilmu dan mentoring antar mahasiswa berprestasi agar inovasi tidak berhenti pada satu individu.

“Saya tidak ingin bersinar sendirian. Keberhasilan sejati adalah ketika kita bisa bertumbuh bersama dan membuka jalan bagi yang lain,” tegasnya.

Kepada mahasiswa UMS, Gunawan berpesan agar tidak takut pada keraguan dan kegagalan. Menurutnya, keberanian bukan berarti tanpa rasa takut, melainkan tetap melangkah meski ketakutan itu ada.

“Jangan biarkan keresahan menghentikan langkahmu. Carilah teman untuk bertumbuh dan ubahlah masalah di sekitarmu menjadi solusi nyata. Mahasiswa UMS harus berani mendunia dengan semangat kolaborasi,” pungkasnya.

Indospektrum

Recent Posts

Persiapan Kontes 2026, Bengawan Team UNS Perkenalkan Dua Mobil Hemat Energi Terbaru

SOLO - Bengawan Team Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memperkenalkan dua kendaraan hemat energi terbaru…

2 jam ago

Lewat ignitePRO di BATIC 2026, Telin Dorong Penerapan AI Nyata bagi Enterprise

BALI - PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), operating company dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk…

5 jam ago

Olah Bulu Ayam dan Cangkang Telur Jadi Panel Dinding, Mahasiswa UMS Sabet Medali Perak di China

SOLO - Inovasi material ramah lingkungan karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali meraih prestasi…

6 jam ago

UMS Resmi Luncurkan SPMB SD UMS Global Citizen TA 2027/2028 di Kartasura

SOLO - SD UMS Global Citizen resmi membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran…

18 jam ago

Potensi Panas Bumi Gunung Ungaran Mampu Hasilkan 55 Megawatt, Eksplorasi Ditarget Akhir 2028

SEMARANG - Pemanfaatan panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang dan perbatasan Kendal, belum…

20 jam ago

Pemprov Usulkan Tujuh Tokoh Jawa Tengah jadi Calon Pahlawan Nasional, Tambah Dua Nama Baru

SEMARANG — Tujuh tokoh asal Jawa Tengah diusulkan menjadi calon Pahlawan Nasional pada Tahun 2026.…

21 jam ago

This website uses cookies.