Categories: EkonomiIndeks

Mantan Buruh PT Sritex Ngluruk ke PN Semarang, Tuntut Kurator Dievaluasi

 

Ilustrasi – Mantan buruh PT Sritex pasca-penutupan pabrik berkumpu didepan kantor menejemen perusahaan. Foto: DS

SUKOHARJO – Sebanyak 300-an mantan buruh PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) ngluruk ke Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/1/2026). Mantan pekerja Sritex mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Semarang untuk berunjuk rasa, menyuarakan lambannya proses pembayaran hak buruh. Mereka menentukan titik kumpul di bekas pabrik Sritex di Kabupaten Sukoharjo, lalu bergabung dengan sesama mantan buruh dari tiga pabrik lain yang juga dipailitkan.

Kuasa hukum mantan pekerja PT Sritex, Machasin Rohman menyatakan, aksi unjuk rasa ini untuk menyampaikan keresahan mantan buruh terhadap pihak Kurator. Penanganan penyelesaian tanggung jawab perusahaan pada hak mantan pekerja Sritex terkesan lambat. Sementara, Kurator tidak pernah menyampaikan secara jelas terkait kendala pencairan hak buruh. “Terus terang kami mantan buruh ini menuntut transparansi dari Kurator,” kata Machasin.

Machasin mengungkapkan, hak buruh yang belum dibayarkan antara lain pesangon, potongan upah Bulan Februari, Tunjangan Hari Raya (THR), dan beberapa tanggungan perusahaan yang dibebankan pada buruh. Kurator tidak pernah menyampakan alasan penundaan pembayaran hak tersebut pada buruh sejak pabrik ditutup hampir sepuluh bulan berlalu.

Sehingga, menurutnya memang ada kendala komunikasi antara penanggung jawab Sritex dengan mantan buruh. Hal ini yang menimbulkan ketidakpuasan pekerja pada kinerja Kurator. “Pada intinya, kami meminta pengadilan mengevaluasi kinerja Kurator dalam pengananan pasca pailit PT Sritex,” ujarnya.

Ditambahkan Machasin, aksi unjuk rasa berjalan kondusif dan langsung ditemui oleh Ketua PN Semarang. Perwakilan aksi menyerahkan tuntutan dan permintaan agar Hakim Pengawas mengevaluasi Kurator. Aspirasi yang juga disampaikan kepada pihak PN adalah menyegerakan penyelesaian pembayaran hak pekerja.

Pihaknya berharap aksi ini mendapat tanggapan positif agar tidak memicu aksi-aksi serupa dikemudian hari. “Mudah-mudahan dilaksanakan, kalau tidak kami juga akan tetap melakukan unjuk rasa lagi bahkan dengan massa yang lebih besar,” tutupnya.

Indospektrum

Recent Posts

Terima Penghargaan CNN Indonesia Awards, Ahmad Luthfi: Pertumbuhan Ekonomi Harus Bawa Manfaat Nyata

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah terus melaju di atas rata-rata nasional. Pada triwulan III…

60 menit ago

Pemprov Jateng dan Lazismu Perkuat Kolaborasi Penanganan Kemiskinan serta Krisis Air Bersih

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

2 jam ago

FHIP UMS Gelar Penyuluhan Hukum Berlalu Lintas dan Promosi PMB untuk Pelajar di Kulon Progo

SOLO - Kesadaran hukum dan kedisiplinan berlalu lintas perlu ditanamkan sejak usia pelajar untuk membangun…

3 jam ago

PWNA Jateng Komitmen Dukung Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan

SEMARANG – Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan) yang digagas Pemprov Jawa Tengah mendapat…

15 jam ago

UMS Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026 Berkat Standar Pendidikan Kedokteran Global

JAKARTA - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menerima penghargaan CNN Indonesia Awards 2026 "Karya Nyata…

19 jam ago

FAI UMS Jadi Lokasi Riset Kolaboratif, Soroti Literasi Tafsir Al-Qur’an Mahasiswa di Era Digital

SOLO - Kemampuan mahasiswa dalam menyaring informasi keagamaan di ruang digital menjadi salah satu tantangan…

21 jam ago

This website uses cookies.