SUKOHARJO – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukoharjo secara resmi meluncurkan program inovatif bertajuk “SERASA SURGA”. Program ini merupakan langkah strategis Kemenag Sukoharjo dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang santun, unggul, responsif, gembira dan aman. Sekaligus sebagai momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo, Drs Muh. Mualim M.Pd.I dalam sambutannya menekankan bahwa pendidikan tidak hanya soal transfer ilmu, tetapi juga transfer adab dan pembentukan karakter.
Program “SERASA SURGA” (Sekolah Ramah Sesama, Santun, Unggul, Responsif, Gembira dan Aman) dirancang sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak akan lingkungan belajar yang bebas dari segala bentuk perundungan (bullying), kekerasan seksual, serta intoleransi di lingkungan satuan pendidikan, baik madrasah maupun pondok pesantren.
“Momentum Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bagi kita semua bahwa sekolah harus menjadi tempat yang paling dirindukan oleh anak didik. Melalui program SERASA SURGA, kita ingin memastikan bahwa seluruh warga pendidikan di Sukoharjo, khususnya di lingkungan Kemenag, mendapatkan rasa aman dan kenyamanan dalam menuntut ilmu. Kita ingin sekolah bukan lagi menjadi tempat yang menakutkan, melainkan sebuah taman belajar yang menyenangkan dan penuh kebahagiaan, atau dengan kata lain kita kan hadirkan suasana serasa surga di seluruh satuan Pendidikan di kabupaten Sukoharjo” kata Muh Mualim.
Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Sukoharjo, Khomsun Nur Arif S.Ag selaku leader atau pemimpin program menjelaskan, bahwa “SERASA SURGA” bukan sekadar slogan, melainkan sebuah gerakan sistematis.
“Kami telah menyiapkan instrumen yang kami sebut sebagai ‘Satuan Unit Reaksi Gangguan Anak’ (Tim SURGA) di setiap satuan pendidikan. Tim ini akan menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini indikasi kekerasan atau trauma siswa, termasuk antisipasi terhadap ancaman pelecehan seksual terhadap anak, serta memberikan penanganan yang cepat dan tepat. Kami ingin menanamkan nilai aagamis sekaligus nilai kearifan lokal seperti “Andhap Ashor” agar siswa tumbuh dengan akhlak yang mulia, cerdas secara intelektual, namun tetap rendah hati,” jelas Khomsun Nur Arif.
Program ini akan diimplementasikan secara bertahap sepanjang Tahun 2026 dengan kurikulum yang mencakup pendidikan etika, moderasi beragama, hingga kampanye anti-kekerasan dan pelecehan seksual.
Peluncuran ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sukoharjo untuk mencapai target Zero Bullying di lingkungan sekolah.
Dengan kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat, Kemenag Sukoharjo optimistis program “SERASA SURGA” mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki ketangguhan karakter dan budi pekerti yang luhur.
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung menemui para buruh dan mahasiswa yang…
SEMARANG – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan pesan mendalam mengenai konsep…
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan tempat penitipan dan pengasuhan anak (Daycare) Tripartit…
SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id resmi memperkuat ekosistem inovasinya melalui penandatanganan dokumen kerja…
SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama ribuan buruh dari berbagai daerah memperingati Hari…
SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen penuh memperkuat pelayanan publik di wilayahnya. Karenanya, ia…
This website uses cookies.