Categories: IndeksOlahraga

Momentum Indonesia Open 2026: Pakar UMS Soroti Pentingnya Sport Science dalam Pembinaan Atlet

Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani UMS, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or. Foto: Ist.

SOLO – Perhelatan Indonesia Open 2026 yang menghadirkan atlet-atlet bulu tangkis terbaik dunia dinilai menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempelajari perkembangan pembinaan olahraga modern.

Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or., menilai ajang tersebut memberikan banyak pelajaran terkait strategi, teknologi, dan sistem pembinaan atlet yang diterapkan negara-negara unggulan.

Menurut Eko, kehadiran atlet dari berbagai negara membuka peluang bagi Indonesia untuk melihat perkembangan olahraga dunia yang terus bergerak maju. Ia menekankan bahwa negara-negara maju memberikan dukungan penuh terhadap atlet melalui fasilitas, penelitian, dan pemanfaatan teknologi terkini.

“Dari berbagai negara yang hadir ke Indonesia Open ini, kita bisa belajar banyak tentang perkembangan olahraga. Di luar negeri, olahraga didukung dengan fasilitas yang sangat baik dan hasil penelitian terbaru selalu digunakan untuk meningkatkan performa atlet,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Ia menambahkan, perkembangan strategi dalam olahraga juga terus berubah dari tahun ke tahun. Karena itu, Indonesia perlu mempelajari kelebihan dan kekurangan negara lain untuk menemukan formula pembinaan yang lebih efektif dalam meningkatkan prestasi atlet nasional.

Menanggapi konsistensi negara lain seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Thailand dalam melahirkan atlet bulu tangkis berprestasi, Eko menilai faktor disiplin dan konsistensi menjadi kunci utama. Selain itu, keberadaan tim analis olahraga juga berperan besar dalam memantau dan meningkatkan performa atlet.

“Yang berkembang sekarang adalah tim analis. Mereka melihat kondisi atlet dan performa tim secara detail melalui data. Teknologi saat ini bahkan memungkinkan pelatih mengetahui kapan atlet mengalami penurunan performa dan kapan perlu dilakukan pergantian,” jelasnya.

Eko juga menegaskan bahwa pembinaan atlet sejak usia dini sangat penting untuk mencetak prestasi internasional. Eko menyebut, Indonesia sebenarnya telah memiliki sistem pembinaan yang baik, bahkan pemerintah telah melakukan pemetaan cabang olahraga potensial melalui Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

“Pembinaan atlet usia dini di Indonesia sebenarnya sangat luar biasa. Saat ini pemerintah melalui DBON sudah memetakan cabang olahraga yang berpotensi untuk berprestasi di tingkat internasional,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam proses pembinaan atlet, terutama terkait penerapan metode kepelatihan modern. Menurutnya, sebagian pelatih masih menggunakan pendekatan tradisional sehingga potensi atlet belum berkembang secara maksimal.

Dalam perkembangan sport science, Eko mencontohkan teknologi pemindaian tubuh yang mampu menghasilkan data kebutuhan dan kekuatan otot atlet hanya dalam hitungan detik. Ia juga menyebut sejumlah perguruan tinggi di Indonesia mulai mengembangkan teknologi olahraga berbasis sensor untuk mengukur kemampuan fisik atlet secara lebih akurat.

Sebagai perguruan tinggi, UMS turut berkontribusi melalui berbagai riset olahraga yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan prestasi atlet. Salah satu penelitian yang dilakukan dosen dan mahasiswa Pendidikan Jasmani UMS adalah analisis performa atlet pencak silat untuk mengetahui jumlah ideal serangan, pukulan, tendangan, dan teknik jatuhan yang efektif dalam pertandingan.

“Dari hasil analisis berbagai kejuaraan, kami bisa mengetahui berapa kali tendangan, pukulan, atau jatuhan yang ideal dalam satu pertandingan. Data itu kemudian dapat menjadi referensi bagi pelatih untuk menyusun strategi dan meningkatkan prestasi atlet,” ungkapnya.

Ke depan, Prodi Pendidikan Jasmani UMS juga akan menerapkan kurikulum baru yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia olahraga, termasuk pengembangan kompetensi analisis olahraga. Eko berharap langkah tersebut dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya menjadi guru, tetapi juga mampu berkarier sebagai pelatih, wasit, maupun analis olahraga profesional.

Ia pun berpesan kepada generasi muda yang bercita-cita menjadi atlet agar menjalani proses latihan secara disiplin, terukur, dan berkelanjutan.

“Prestasi tidak bisa diraih secara instan. Harus melalui proses yang terukur dan terstruktur. Dengan dukungan yang semakin besar dari pemerintah dan dunia pendidikan, peluang atlet Indonesia untuk berprestasi di tingkat internasional semakin terbuka,” pungkasnya.

Indospektrum

Recent Posts

Pemprov Jateng Bergerak Cepat Revitalisasi SD Roboh di Grobogan dan Semarang

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menyikapi robohnya dua bangunan sekolah dasar (SD)…

15 jam ago

Anak Muda Jateng Gunakan Smart Farming dan Drone Sulap Lahan Tidur Jadi Produktif

SEMARANG - Sektor pertanian di Jawa Tengah kian modern. Lewat program Revolusi Lahan (Revola) Jawa…

17 jam ago

Rakornas Fosma 2026 di UMS, Wamendiktisaintek Dorong Pengembangan Ekosistem Riset di PTMA

SOLO - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menegaskan ekosistem…

19 jam ago

Tanggapi OTT Bupati Pemalang, Ahmad Luthfi: Saya Sangat Prihatin dan Menyesal

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi menanggapi kabar soal Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro…

20 jam ago

Rakornas Fosma PTMA 2026 di UMS, Dorong Akselerasi Prestasi dan Inovasi Mahasiswa

SOLO - Komitmen untuk menjadi perguruan tinggi unggul terus dilakukan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah…

20 jam ago

Siswa SD asal Boyolali Temukan Celah Keamanan Sistem NASA, Gubernur Ahmad Luthfi Beri Apresiasi Laptop

SEMARANG - Siswa SD Negeri 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Ibrahim Al Abrar mendapat…

22 jam ago

This website uses cookies.