SURAKARTA – Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali menunjukkan tingkat kepercayaan publik yang kuat. Pada semester ini, MPAI UMS menerima 46 mahasiswa yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, serta empat mahasiswa asing dari Uganda, Thailand, Kamboja, dan Nigeria.
Jumlah tersebut menempatkan MPAI UMS sebagai salah satu program studi dengan jumlah mahasiswa baru yang tinggi di lingkungan Pascasarjana UMS. Lebih dari sekadar capaian kuantitatif, keberagaman asal mahasiswa menunjukkan luasnya daya jangkau dan kepercayaan masyarakat terhadap MPAI UMS sebagai salah satu pilihan pendidikan magister di bidang Pendidikan Agama Islam.
Ketua Program Studi MPAI UMS, Dr Muh. Nur Rochim Maksum S.Pd.I M.Pd.I menilai, tingginya jumlah mahasiswa pada semester ini merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijawab dengan peningkatan mutu akademik dan layanan pendidikan.
“Bagi kami, 46 mahasiswa yang bergabung pada semester ini bukan sekadar angka. Mereka datang dari berbagai wilayah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, bahkan dari Uganda, Thailand, Kamboja, dan Nigeria. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap MPAI UMS semakin luas,” ujar Nur Rochim, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah dan negara juga memperkuat posisi MPAI UMS sebagai ruang akademik yang semakin terbuka. Setiap mahasiswa membawa pengalaman pendidikan, sosial, dan budaya yang berbeda sehingga proses pembelajaran berkembang melalui pertukaran perspektif nasional dan internasional.
“Komposisi mahasiswa pada semester ini sekaligus memperlihatkan daya tarik MPAI UMS di tengah semakin beragamnya pilihan pendidikan pascasarjana di bidang Pendidikan Agama Islam. Kepercayaan mahasiswa dari berbagai wilayah menjadi modal penting bagi program studi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan,” tegasnya.
Kehadiran mahasiswa asing dari Uganda, Thailand, Kamboja, dan Nigeria turut memberi dimensi internasional yang lebih nyata dalam lingkungan akademik MPAI UMS. Interaksi tersebut membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami pendidikan Islam dalam konteks sosial, budaya, dan sistem pendidikan yang berbeda.
Ia juga menyampaikan bahwa besarnya kepercayaan masyarakat tidak hanya perlu tercermin dari jumlah mahasiswa. Kepercayaan tersebut juga harus dijawab melalui kualitas proses pembelajaran, penguatan riset, layanan akademik, serta kemampuan program studi menghasilkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan perkembangan dunia pendidikan.
Adanya 46 mahasiswa pada semester ini, MPAI UMS memperkuat posisinya sebagai salah satu program Magister Pendidikan Agama Islam yang memperoleh kepercayaan luas dari masyarakat.
“Jangkauan mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia hingga empat negara menjadi indikator berkembangnya reputasi, daya tarik akademik, dan keterbukaan MPAI UMS dalam membangun lingkungan pendidikan pascasarjana yang berwawasan nasional dan internasional,” pungkasnya.
JAKARTA – Langkah Membumi kembali hadir untuk kelima kalinya dengan mengusung konsep Market. Menjelang acara…
MALAYSIA - Program Studi Sarjana Ilmu Komunikasi dan Magister Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)…
SURAKARTA - Pengalaman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id dalam mengelola kehumasan, media, laman perguruan tinggi,…
SURAKARTA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperingati Milad…
SURAKARTA - Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ menyelenggarakan…
JAKARTA - Konsistensi PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) dalam memperkuat fundamental usahanya kembali membuahkan…
This website uses cookies.