SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kembali menekankan kepada kepala daerah di wilayahnya agar menciptakan birokrasi yang bersih pascainsiden Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)terhadap Bupati Pekalongan.
“Kita menghormati penyidikan yang dilakukan KPK. Ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pejabat publik untuk menjalankan good governance,” ujar Luthfi usai Rakor Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Semarang, Selasa 3 Maret 2026.
Ia mengaku telah mengingatkan seluruh bupati dan wali kota di Jateng agar menjaga integritas dan tidak melanggar hukum.
“Kita harus menciptakan birokrasi yang bersih dengan jalan tidak melanggar hukum,” tegasnya.
Sebagai informasi, KPK sebelumnya mengamankan Fadia Arafiq bersama orang kepercayaan dan ajudannya dalam OTT di Semarang.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut kasus tersebut terkait dugaan suap proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Ketiganya dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
SEMARANG — Sebanyak 2.935 atlet dari berbagai daerah di Indonesia memeriahkan perhelatan Gubernur Jateng Cup…
SOLO - Belajar sains tak selalu harus dilakukan di ruang kelas. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta…
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mendorong masyarakat desa mengambil peran lebih besar sebagai…
SOLO - Pemakaian cadar menjadi diskusi berlanjut di kalangan masyarakat muslimah Indonesia. Ada yang berpendapat…
SEMARANG —Antusiasme tinggi mewarnai malam pembukaan Jateng Fair 2026 di PRPP Semarang, Jumat 26 Juni…
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi resmi membuka gelaran Jateng Fair 2026 di kawasan…
This website uses cookies.