Categories: IndeksNews

Penggeledahan di Sukoharjo, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Masyarakat Jaga Kondusivitas

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Foto: Ist.

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengingatkan masyarakat agar tidak gegabah oleh informasi yang belum terverifikasi menyusul mencuatnya kasus penggeledahan lembaga pendidikan keagamaan Hamalatul Quran di Kabupaten Sukoharjo.

Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat tetap menjaga persatuan, ketenteraman, dan mengedepankan sikap saling menghormati.

Menurutnya, perbedaan pandangan dalam menyikapi suatu persoalan merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan, bukan justru memicu konflik di tengah masyarakat.

“Kondusivitas wilayah ini bukan berarti tidak ada perbedaan. Perbedaan adalah alat perekat untuk persatuan dan kesatuan,” kata Ahmad Luthfi di Semarang, Selasa (3/11/2026).

Ia meminta masyarakat menyikapi persoalan tersebut dengan kepala dingin, tetap santun, serta mengedepankan semangat tepa selira dan gotong royong. Luthfi tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi konflik horizontal yang dapat mengganggu kondusivitas Jawa Tengah.

Ia juga mengaku prihatin atas peristiwa tersebut dan berharap persoalan dapat segera diselesaikan dengan baik. Di sisi lain, Pemprov Jateng memastikan hak pendidikan dan perlindungan anak-anak yang terdampak tetap terpenuhi.

Luthfi telah menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah untuk turun langsung memberikan pendampingan kepada para santri.

“Sudah saya perintahkan DP3AKB untuk berangkat ke sana untuk melakukan evaluasi dan asistensi,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).

Menurut Luthfi, pendampingan telah dilakukan sebanyak dua kali. Dari hasil penanganan tersebut, Pemprov Jateng mengidentifikasi belasan santri yang membutuhkan perhatian khusus agar hak pendidikan dan aktivitas belajar mereka tidak terganggu.

“Pemprov punya suatu komitmen, tidak boleh ada anak-anak kita yang sampai tidak bisa belajar dan tidak mendapatkan pendampingan manakala lembaganya terjadi permasalahan,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen juga menekankan pentingnya pendampingan psikologis bagi para santri yang terdampak. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah trauma berkepanjangan sekaligus memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan dan perlindungan sebagaimana mestinya.

Indospektrum

Recent Posts

Pura Mangkunegaran Gelar Bleketepe dan Adang Sepisan, Tandai Dimulainya Dhaup Ageng Gusti Sura

SOLO – Pura Mangkunegaran melakukan pemasangan Bleketepe, pembukaan Singup Tuwuhan, dan Adang Sepisan pada Rabu…

19 menit ago

Dosen PGSD UMS Raih Exceptional PhD Award dari Monash University Australia

SOLO - Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muhammad…

4 jam ago

Dulu Rusak dan Berlubang, Kini Jalur Alternatif Jepara-Pati Makin Mulus

JEPARA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah komando Gubernur Ahmad Luthfi, terus menggenjot peningkatan…

4 jam ago

Taj Yasin Minta Pembangunan Talud Kudus-Colo Selesai Sebelum Puncak Kunjungan Wisata Religi

KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta kontraktor mempercepat pembangunan talud di…

5 jam ago

Ahmad Luthfi Buka Dialog Bareng Serikat Buruh dan Apindo Bahas UMP 2027

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi berdialog dengan perwakilan serikat buruh, serikat pekerja, dan…

5 jam ago

Sungkeman dan Sengkeran Awali Rangkaian Dhaup Ageng di Pura Mangkunegaran Solo

SOLO - Acara Sungkeman dan Sengkeran yang dijalani G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo (Gusti Sura) mengawali…

22 jam ago

This website uses cookies.