Categories: IndeksNews

Pererat Sinergi, Ahmad Luthfi Tekankan Peran Sentral NU dalam Pembangunan Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadiri acara “Halalbihalal Ngumpulke Balung Pisah Warga NU se-Jateng” yang digelar di Hotel Pandanaran, Kota Semarang, Minggu malam, 19 April 2026. Foto: Ist.

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen selama kepemimpinannya menggandeng banyak pihak untuk bersama-sama membangun daerahnya.

Salah satu pihak yang senantiasa digandeng dalam pembangunan tersebut adalah oraganisasi masyarakat Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu disampaikan Luthfi saat menghadiri acara “Halalbihalal Ngumpulke Balung Pisah Warga NU se-Jateng” yang digelar di Hotel Pandanaran, Kota Semarang pada Minggu, 19 April 2026 malam.

Dalam acara itu juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAznas) dan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah Ahmad Darodji, Wakil Walikota Semarang Izwar Aminuddin, Wakil Walikota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, perwakilan partai politik, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah Abdul Ghaffar Rozin, dan tokoh lainnya.

Luthfi mengaku, sudah sejak lama menggandeng para kiai, tokoh NU, dan warga nahdliyin untuk melakukan kerja-kerja bersama. Bahkan, kerja sama itu dilakukan jauh sebelum menjadi Gubernur Jateng. Pun pada saat menjadi Gubernur Jateng, kerja sama itu semakin dipererat. Apalagi, banyak warga yang berasal dari berbagai latar belakang profesi.

Kerja sama yang bisa dilakukan di antaranya penguatan peran ulama, pemahaman kepada masyarakat, menjaga stabilitas sosial, menumbuhkan perekonomian masyarakat, dan lainnya.

“Saya bersama Gus Yasin senang, mengumpulkan balung pisah ini adalah tradisi yang harus diuri-uri (dilestarikan). Berbagai tokoh beda profesi bisa kumpul dengan semangat bersama,” kata dia.

Menurut dia, sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar, Nahdlatul Ulama yang di dalamnya terdapat para kiai maupun santri memiliki peran sentral dalam membentuk karakter.

Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Tengah Abdul Ghaffar Rozin menyampaikan, bahwa warga NU di Jawa Tengah terbanyak kedua setelah Jawa Timur. Warga NU juga telah tersebar dalam berbagai macam profesi. Maka komunikasi lintas sektoral di antara nahdliyin sangat penting.

“Tantangan yang harus diselesaikan itu banyak sekali. Maka menyatulah. Semakin besar, semakin rukun, dan bermanfaat bagi nahdliyin dan masyarakat secara umum,” ujarnya.

Indospektrum

Recent Posts

Dosen PAI UMS Raih Penghargaan Top Lecturer in International PAI Publication di AICIRE 2026

SOLO - Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah…

4 jam ago

Hadir Format Baru 1 Hari 4 Panggung, Projek-D Vol.5 Siap Digelar September 2026 di De Tjolomadoe

SOLO - Festival musik Projek-D Vol.5 akan kembali hadir pada 5 September 2026 di De…

18 jam ago

Flow Before Flight: Sensasi Relaksasi Yoga dengan Latar Pemandangan Pesawat di Bandara Adi Soemarmo

BOYOLALI - Bandara Adi Soemarmo sukses menggelar acara olahraga inovatif yang mengusung tema "Yin Yoga…

20 jam ago

15 Santri Jateng Tembus Beasiswa Luar Negeri, Puluhan Calon Mahasiswa S1-S3 Jalani Tes Akhir Wawancara

SEMARANG - Seleksi calon penerima beasiswa santri dan pengasuh pesantren Pemprov Jateng tahun 2026 memasuki…

2 hari ago

Momen Hari Anak Nasional, DPD PP PAUD Jateng Dorong Pendidikan Karakter dan Pengasuhan Komprehensif

SEMARANG – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) harus menjadi momentum bagi seluruh orang tua, pendidik,…

2 hari ago

Perkuat Sinergi Pendidikan, BIM University Sambangi SMA Santo Yoseph Denpasar

DENPASAR - BIM University kembali melaksanakan kunjungan ke sekolah menengah atas di Bali sebagai bagian…

2 hari ago

This website uses cookies.