Categories: IndeksPendidikan

Perkuat Akademik, UMS Segera Kukuhkan Lima Guru Besar dari Berbagai Bidang Ilmu

Lima Guru Besar baru yang akan dikukuhkan UMS. Foto: Ist.

SOLO – Jumlah Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali bertambah. UMS akan mengukuhkan lima Guru Besar baru, sehingga totalnya kini menjadi 70 orang.

Sekretaris Universitas, Dr. Andy Dwi Bayu Bawono, Ph.D menyatakan rasa syukur terhadap para Guru Besar yang akan dikukuhkan.

“Alhamdulillah nanti lima orang Guru Besar baru ini yang akan menyampaikan beberapa hal,” tuturnya saat jumpa pers, Senin (19/1/2026).

Guru besar ke-66, Prof. Dr. Suranto dari Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik mengusung gagasan inovatif tentang Technopreneurship. Sebuah wadah pemberdayaan bagi para calon lulusan yang memadukan perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan kewirausahaan. Inkubator ini bertujuan menyelaraskan program pembangunan berkelanjutan dalam menjawab permasalahan pengangguran terdidik.

“Hal ini digunakan sebagai metode pembelajaran, sebagai tempat melakukan pemberdayaan. Metode digunakan sebagai skenario pembelajaran, dan sarana sebagai model digunakan penguatan kepada masyarakat dalam pembelajaran,” jelas Suranto.

Suranto berharap, technopreneurship dapat melahirkan lulusan yang mandiri, inovatif, dan berkarakter Islami, serta mampu berdampak pada penurunan pengangguran dan penguatan ekonomi digital.

Guru besar ke-67, Prof. Eko Setiawan, S.T., M.T., Ph.D., dari prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, memaparkan upaya menghadapi risiko jangka panjang yang disebabkan oleh potensi bahaya bencana alam.

Ia menjelaskan, menurut catatan Emergency Events Database (EM-DAT), pada tahun 2024 telah terjadi 393 bencana alam yang mengakibatkan kerugian material dan psikologis. Dalam situasi demikian, konsep masyarakat tangguh terhadap berbagai bencana dapat menekan angka risiko negatif sebuah bencana.

Selanjutnya, guru besar ke-68 Prof. Heru Supriyono, ST, MSc, PhD., dari prodi Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Dalam paparannya, ia mengembangkan instrumentasi dan kendali yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT) yang bertujuan memperkuat pembangunan dalam bidang sains dan teknologi.

Instrumen elektronik merupakan gabungan komponen elektronika, berfungsi dalam mengelola sumber daya sinyal listrik, yang dapat membantu aktivitas manusia dengan waktu singkat dan pada kegiatan yang membutuhkan pemantauan dan pengendalian jarak jauh maupun proses yang berpotensi membahayakan kesehatan dan keselamatan manusia.

Heru menekankan bahwa pengembangan instrumentasi elektronik dan teknologi IoT berpotensi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam memperkuat sains, teknologi, dan hilirisasi riset.

Beralih dari bidang teknologi, guru besar ke-69 UMS, Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, SSTFT., M.Kes., prodi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan. Ia berfokus pada treatment fisioterapi neurorestorasi pasca stroke. Keseimbangan menjadi fokus utama dalam neurorestorasi karena dapat memprediksi kemampuan fungsional dan kemandirian berjalan pasien.

Umi telah mengembangkan inovasi berupa alat Personal Balance Feedback (PBF), alat deteksi dan terapi gangguan keseimbangan pasca stroke.

Guru besar ke-70 UMS, Prof. Andri Nirwana. AN, S.TH, M.Ag, Ph.D., dari prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir, Fakultas Agama Islam. Andri, menyoroti persoalan mendasar masyarakat Indonesia. Menurutnya, lemahnya etika publik dapat menyebabkan berbagai permasalahan meskipun peraturan beragama telah ditetapkan.

“Pendekatan ini menempatkan ilmu tafsir sebagai disiplin interdisipliner yang berdialog dengan ilmu sosial kebijakan publik dan studi kebangsaan tanpa kehilangan akar metodologisnya,” ujarnya.

Melalui kajian Ilmu Tafsir, ia berharap dapat berkontribusi memperkuat fondasi etika dalam kehidupan bermasyarakat.

Indospektrum

Recent Posts

Gelar CJIBF 2026, Pemprov Jateng Kantongi Komitmen Investasi Rp19 Triliun

JAKARTA – Gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa…

7 jam ago

Persiapan Kontes 2026, Bengawan Team UNS Perkenalkan Dua Mobil Hemat Energi Terbaru

SOLO - Bengawan Team Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memperkenalkan dua kendaraan hemat energi terbaru…

12 jam ago

Lewat ignitePRO di BATIC 2026, Telin Dorong Penerapan AI Nyata bagi Enterprise

BALI - PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), operating company dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk…

16 jam ago

Olah Bulu Ayam dan Cangkang Telur Jadi Panel Dinding, Mahasiswa UMS Sabet Medali Perak di China

SOLO - Inovasi material ramah lingkungan karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali meraih prestasi…

17 jam ago

UMS Resmi Luncurkan SPMB SD UMS Global Citizen TA 2027/2028 di Kartasura

SOLO - SD UMS Global Citizen resmi membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran…

1 hari ago

Potensi Panas Bumi Gunung Ungaran Mampu Hasilkan 55 Megawatt, Eksplorasi Ditarget Akhir 2028

SEMARANG - Pemanfaatan panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang dan perbatasan Kendal, belum…

1 hari ago

This website uses cookies.