Categories: IndeksPendidikan

Perkuat Industri Kreatif, Tim Pengabdian UMS Identifikasi Kebutuhan Produksi Ecoprint di Klaten

UMS menjalankan Program Hibah BIMA skema PM-UPUD Tahun 2026 yang menyasar penguatan produksi ecoprint dan pewarna batik tulis di PM-UBUD, Klaten. Foto: Ist.

SOLO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan industri kreatif berbasis lingkungan melalui program pengabdian masyarakat.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan lewat Program Hibah BIMA skema PM-UPUD Tahun 2026 yang menyasar penguatan produksi ecoprint dan pewarna batik tulis di PM-UBUD, Klaten.

Program diawali dengan kunjungan dan identifikasi kebutuhan mitra yang dilakukan tim pengabdian masyarakat UMS di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.

Ketua tim pengabdian UMS, Dr. Aflit Nuryulia Praswati, mengatakan bahwa identifikasi dilakukan guna memetakan kebutuhan utama mitra dalam proses produksi ecoprint dan pewarna batik tulis.

“Pendekatan ini penting agar program pengabdian dapat memberikan dampak yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” ungkap Aflit saat diwawancarai pada Kamis, (14/5).

Ia menjelaskan bahwa timnya melakukan observasi langsung terhadap proses produksi yang berlangsung di lokasi mitra. Selain itu, tim juga menggelar wawancara dan diskusi bersama pengelola PM-UBUD untuk mengetahui berbagai hambatan operasional yang dihadapi selama proses produksi berlangsung.

“Hasil identifikasi menunjukkan bahwa proses produksi ecoprint masih menghadapi kendala pada sistem pengolahan yang memunculkan asap cukup pekat,” paparnya.

Asap tersebut, lanjut ketua tim, berpotensi menyebar ke area sekitar dan mengganggu lingkungan maupun kesehatan masyarakat apabila tidak ditangani secara optimal.

Karena itu, tim pengabdian UMS menilai diperlukan dukungan sarana produksi yang lebih memadai guna menciptakan proses pengolahan yang lebih aman dan ramah lingkungan. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan produksi kreatif berkelanjutan yang menjadi fokus utama program.

Selain ecoprint, kegiatan pewarnaan batik tulis di PM-UBUD juga menjadi perhatian tim pengabdian. Berdasarkan hasil observasi, proses pewarnaan membutuhkan fasilitas pendukung agar kualitas hasil produksi dapat meningkat dan proses kerja menjadi lebih efektif.

Dalam proses identifikasi, mitra PM-UBUD turut menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas yang dinilai penting untuk pengembangan usaha kreatif mereka. Keterlibatan aktif mitra dinilai menjadi kunci dalam membangun program pendampingan yang sesuai dengan kondisi lapangan.

Tim pengabdian UMS menerapkan pendekatan partisipatif selama kegiatan yang telah berlangsung pada Rabu, (13/5). Tahapannya meliputi observasi proses produksi, survei kebutuhan sarana pendukung, wawancara bersama mitra, hingga dokumentasi hasil identifikasi sebagai dasar penyusunan program lanjutan.

Melalui program tersebut, UMS berharap dapat menghadirkan solusi yang tidak hanya meningkatkan kualitas produksi, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih sehat dan berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha kreatif lokal diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis inovasi ramah lingkungan.

Program pengabdian ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata UMS dalam mendukung pengembangan usaha kreatif masyarakat. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, produksi ecoprint dan batik tulis di PM-UBUD diharapkan semakin berkembang serta mampu memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat sekitar.

Indospektrum

Recent Posts

Jadikan Solo Raya Percontohan Ekonomi Aglomerasi, Ahmad Luthfi Sabet Penghargaan Regional Leadership

KARANGANYAR — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Agglomeration Leadership Award untuk kategori Regional…

3 jam ago

Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Jawa Tengah

MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan, pengembangan sektor pariwisata di wilayahnya membutuhkan sinergi…

13 jam ago

Antisipasi Penimbunan Jelang Nataru, Ahmad Luthfi Minta Satgas Pengendalian Harga Diperkuat

MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan agar dilakukan penguatan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian…

14 jam ago

Pemprov Jateng Gulirkan 19 Program Intervensi di Sragen, Genjot Pengentasan Kemiskinan dan Stunting

SRAGEN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggulirkan 19 bentuk intervensi di Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan,…

17 jam ago

BEI Resmi Gelar CMSE 2026, Dorong Literasi dan Inklusi Pasar Modal Indonesia

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yaitu PT Kliring…

18 jam ago

Perkuat Swasembada Pangan, Pemprov Jateng Genjot Elektrifikasi Penggilingan Padi Skala Kecil

MAGELANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat upaya swasembada pangan melalui modernisasi sektor pertanian…

19 jam ago

This website uses cookies.