Categories: IndeksPendidikan

Perkuat Internasionalisasi, Prodi Pendidikan Matematika UMS Hadirkan Dosen Tamu dari Filipina

Prodi Pendidikan Matematika UMS menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecturer secara luring dengan menghadirkan Dr. Gemma F. Quintana dari Aklan State University, Filipina. Foto: Ist.Perkuat Internasionalisasi, Prodi Pendidikan Matematika UMS Hadirkan Dosen Tamu dari Filipina

SOLO – Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecturer secara luring pada 10-11 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Gemma F. Quintana dari Aklan State University, Filipina, sebagai dosen tamu pada mata kuliah Ethnomathematics and Realistic Mathematics.

Kegiatan diawali dengan pengantar dari dosen pengampu mata kuliah, Sri Rejeki, S.Pd., M.Sc. Ia menjelaskan tujuan kegiatan ini sebagai sarana memperluas wawasan mahasiswa mengenai integrasi etnomatematika dan pembelajaran matematika realistik dalam konteks global.

“Kegiatan Visiting Lecturer ini menjadi salah satu bentuk komitmen Program Studi Pendidikan Matematika UMS dalam memperkuat internasionalisasi akademik sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih luas bagi mahasiswa melalui interaksi langsung dengan akademisi dari berbagai negara,” ungkapnya, Senin (15/6/2026).

Pada sesi utama, mahasiswa mempresentasikan hasil tugas kelompok berupa rancangan model pembelajaran matematika yang mengintegrasikan unsur budaya lokal. Kelompok pertama mengangkat motif batik Sido Mukti Ceplok sebagai konteks pembelajaran geometri di kelas XI.

Kelompok kedua memanfaatkan permainan tradisional congklak untuk pembelajaran bilangan bulat, sedangkan kelompok ketiga menggunakan konteks makanan tradisional, yaitu martabak manis dan kue lapis, untuk pembelajaran pecahan.

Dalam sesi diskusi, Dr. Gemma F. Quintana memberikan berbagai masukan konstruktif terhadap rancangan pembelajaran yang dipresentasikan. Ia mengapresiasi pemilihan konteks budaya yang dekat dengan kehidupan siswa dan relevan dengan konsep matematika.

”Mahasiswa harus meningkatkan interaktivitas pembelajaran melalui pertanyaan pemantik, memperkuat eksplorasi konsep matematis yang muncul dari budaya, serta menyempurnakan representasi visual dan aktivitas belajar agar lebih sesuai dengan tujuan pembelajaran,” ujarnya.

Diskusi berlangsung aktif dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif internasional mengenai pengembangan pembelajaran matematika berbasis budaya. Melalui umpan balik yang diberikan, mahasiswa mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana menghubungkan konteks budaya dengan konsep matematika secara lebih bermakna dan efektif.

Usai kegiatan perkuliahan, Gemma mengunjungi ruang display alat peraga dan bengkel alat peraga Pendidikan Matematika UMS. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan baginya untuk melihat berbagai inovasi media pembelajaran yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa.

Dalam wawancara singkat bersama tim MathEdu, Gemma menyampaikan kesan positifnya terhadap Program Studi Pendidikan Matematika UMS.

“Menurut saya, pendidikan matematika di sini sangat inovatif karena memiliki laboratorium manipulatif yang menurut saya belum pernah saya lihat di program lain, bahkan di Filipina. Jadi UMS sangat inovatif dan saya bahkan melihat lokakarya dan memiliki banyak peralatan. Jadi saya pikir dalam hal kreativitas, mahasiswa pendidikan matematika di sini benar-benar kreatif,” katanya.

Menurutnya, keberadaan laboratorium alat peraga dan bengkel pengembangan media pembelajaran menjadi salah satu keunggulan yang menunjukkan komitmen Program Studi Pendidikan Matematika UMS dalam mendukung pembelajaran yang inovatif dan kreatif.

Ketika diminta menyampaikan pesan kepada mahasiswa Pendidikan Matematika UMS, Gemma memberikan motivasi agar mahasiswa terus mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Ya, saya rasa ketika saya bertemu beberapa mahasiswa di UMS, mereka sangat baik dan ramah, tetapi saya pikir mereka memiliki banyak bakat dan potensi. Mereka juga memiliki banyak profesor dan dosen hebat dan saran saya kepada mereka adalah untuk lebih percaya diri dan keluar sana, mengubah dunia, mentransformasi pendidikan karena saya percaya bahwa mereka dapat melakukannya dengan baik,” katanya.

Indospektrum

Recent Posts

Ahmad Luthfi Ultimatum BUMD Jawa Tengah untuk Tingkatkan Kinerja dan PAD

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi memberi ultimatum kepada seluruh direksi dan dewan komisaris…

5 jam ago

Investasi US$350 Juta, Perusahaan Australia PBT Siap Bangun Pabrik Prekursor Katoda di KEK Batang

SEMARANG — Jawa Tengah membuktikan diri masih menjadi magnet investasi asing setelah perusahaan asal Australia,…

6 jam ago

Dukung Pemberdayaan Disabilitas, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Karya Kelompok Binaan di Boyolali

BOYOLALI - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah ikut ambil bagian dalam Pembukaan Pelatihan…

9 jam ago

Menuju Jateng Zero Sampah 2028, Investor AS Siap Olah Limbah Soloraya Jadi Energi Hijau

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kembali membuka peluang investasi asing untuk mempercepat penyelesaian…

10 jam ago

Buka PKN Tingkat II, Ahmad Luthfi Dorong Peserta Lahirkan Terobosan Kreatif untuk Birokrasi

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II…

11 jam ago

Lewat Permainan Tradisional hingga Gerabah, 25 Pemelajar Asing BIPA UMS Belajar Bahasa dan Budaya di Klaten

SOLO - Sebanyak 25 pemelajar Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Surakarta…

12 jam ago

This website uses cookies.