Categories: IndeksPendidikan

PMB Pascasarjana UMS 2026: Jadwal Tes Online, Syarat, dan Cara Daftarnya

Direktur Pascasarjana UMS Prof. Farid Wajdi, Ph.D. Foto: Ist.

SOLO – Masa Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id semakin mendekati batas akhir. Untuk memudahkan calon mahasiswa, Sekolah Pascasarjana UMS memberikan pilihan pelaksanaan tes secara online bagi pendaftar program magister (S2) dan doktor (S3).

Jadwal terdekat, Tes Computer Based Test (CBT) secara online dijadwalkan pada 22 Agustus 2026. Sementara itu, pelaksanaan tes CBT secara offline dibatasi hingga 29 Agustus 2026.

Koordinator Tim PMB Pascasarjana UMS Arwinda Salsabilla Nuraini, S.Kom., mengatakan calon mahasiswa sangat disarankan segera menyelesaikan proses pendaftaran agar memiliki waktu yang cukup untuk mengikuti tahapan seleksi.

“Pendaftar sangat disarankan untuk menyelesaikan pendaftaran sebelum tanggal tersebut agar memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan tes wawancara,” jelas Arwinda, Sabtu (15/8/2026).

Alur pendaftaran mahasiswa Pascasarjana UMS memiliki beberapa tahapan yang berbeda dengan pendaftaran jenjang S1. Calon mahasiswa terlebih dahulu membuat akun pendaftaran, melengkapi seluruh berkas persyaratan, kemudian menunggu proses validasi data oleh admin Program Studi (Prodi).

Setelah berkas dinyatakan valid, pendaftar dapat melakukan pembayaran biaya pendaftaran sebesar Rp500.000 untuk program S2 dan Rp750.000 untuk program S3. Selanjutnya, pendaftar memilih jenis tes, baik online maupun offline, kemudian mengikuti CBT dan tes wawancara oleh pihak Prodi.

Informasi mengenai kelulusan dan nilai menjadi kewenangan masing-masing Prodi. Karena itu, pendaftar dapat menghubungi admin Prodi terkait untuk mengetahui hasil seleksi.

Materi CBT terdiri atas Tes Potensi Akademik (TPA) dan bahasa Inggris. Masing-masing tes berjumlah 50 soal dengan total waktu pengerjaan 100 menit.

Khusus pendaftar program S3 Psikologi dan S3 Farmasi, CBT tidak menjadi bagian dari tahapan seleksi. Seleksi kedua program tersebut dilakukan berdasarkan kelengkapan berkas dan tes wawancara sesuai dengan kebijakan pimpinan Prodi.

Untuk pendaftar program S2, dokumen yang harus disiapkan meliputi KTP, Kartu Keluarga (KK), pas foto, ijazah S1, dan transkrip nilai S1. Pendaftar juga diwajibkan melampirkan dua surat rekomendasi yang idealnya berasal dari dosen pembimbing saat menempuh pendidikan S1.

Bagi pendaftar yang telah bekerja tetapi instansinya belum dapat menerbitkan surat rekomendasi sebelum masa kelulusan, surat rekomendasi dari dosen saat S1 tetap dapat digunakan.

Sementara itu, pendaftar program S3 harus melengkapi seluruh dokumen persyaratan di atas dengan tambahan ijazah S2, transkrip nilai S2, serta draf penelitian atau proposal.

Arwinda juga mengimbau bagi calon mahasiswa pascasarjana yang sudah melakukan pembuatan akun. Bisa segera melengkapi berkas, melakukan pembayaran pendaftaran, memilih jenis tes CBT (offline/online).

Direktur Pascasarjana UMS Prof. Farid Wajdi, Ph.D., mengatakan, Sekolah Pascasarjana UMS telah memiliki pengalaman panjang dalam mengelola pendidikan jenjang magister dan doktor, khususnya di wilayah Solo Raya.

“Pasca itu sudah lama berpengalaman, terutama di Solo Raya, untuk mengelola mahasiswa Pascasarjana. Jadi jangan ragu untuk datang kuliah di sini,” ujarnya.

Dari data yang diambil pada Jumat 14 Agustus 2026, pendaftar untuk program magister di UMS mencapai 731 pendaftar. Sedangkan untuk program doktoral di UMS mencapai 230 pendaftar.

Farid menjelaskan, Pascasarjana UMS menerapkan prinsip akademis dan humanis dalam proses pendidikan. Prinsip akademis memastikan standar dan ketentuan akademik tetap dijaga, sementara pendekatan humanis diwujudkan melalui perhatian terhadap kondisi dan berbagai kesulitan yang dihadapi mahasiswa.

Salah satunya melalui pendampingan bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam melakukan analisis data. Pascasarjana UMS menyediakan workshop analisis data untuk membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan tersebut.

“Kuliahlah di Pasca, di sini menangis boleh, tetapi setiap tangisanmu akan menjadi keceriaanmu,” tutur Farid.

Terkait pelaksanaan tes online pada 22 Agustus 2026, Farid menilai fasilitas tersebut dapat memberikan kemudahan bagi calon mahasiswa, terutama mereka yang berasal dari luar Pulau Jawa. Dengan pilihan tes secara online, calon mahasiswa dapat mengikuti proses seleksi tanpa harus datang langsung ke Surakarta.

Indospektrum

Recent Posts

Tekan Angka Kemiskinan, Pemprov Jateng Perluas Program ‘Satu OPD Satu Desa Dampingan’

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan memperluas program Satu Organisasi Perangkat Desa (OPD)…

3 jam ago

UMS Jadi Co-Anchor Konsorsium Penanggulangan TBC Bersama 12 Kampus di Surakarta

SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menjadi salah satu dari 12 perguruan tinggi di…

3 jam ago

Platform Skrining Perkembangan Anak Mahasiswa UMS Sabet Silver Medal di WICE 2026

SURAKARTA – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id berhasil mengembangkan inovasi digital di bidang kesehatan…

20 jam ago

Dua Tim Mahasiswa UMS Sabet Medali Perak dan Perunggu di Lomba Esai NESCO 3 Bali

SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada…

20 jam ago

Generasi Muda Harus Belajar dari Sejarah dan Al-Qur’an

SURAKARTA - Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan sumber pelajaran untuk membentuk generasi yang…

20 jam ago

Benning x Padelions 2026: Turnamen Padel Terbesar di Solo Mengusung Misi Kemanusiaan

SOLO – Olahraga padel di Kota Solo kini tidak hanya sekadar tren kompetisi fisik, melainkan…

20 jam ago

This website uses cookies.