Categories: IndeksNews

Ratusan Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta Ukir Rekor MURI Lewat Investasi ETF Emas

Penghargaan MURI untuk kategori Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Pertama yang Melakukan Transaksi Pembelian ETF Emas. Foto: Ist.

SOLO – Kolaborasi strategis antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Bursa Efek Indonesia (BEI) Jateng 2 dan Madiun Raya, dan Indo Premier Sekuritas (IPOT) berhasil mengukir sejarah dengan meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan diberikan untuk kategori “Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Pertama yang Melakukan Transaksi Pembelian ETF Emas.”

Sebanyak 943 mahasiswa melakukan pembelian serentak di Fakultas UIN Raden Mas Said Surakarta, (21/10/2026). Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan literasi dan inklusi keuangan di lingkungan perguruan tinggi keagamaan di Indonesia.

“Rekor ini bukan sekadar pencapaian institusional, melainkan representasi nyata dari kolaborasi berdampak (impactful collaboration) antara dunia pendidikan, regulator, dan industri pasar modal dalam menghadirkan inovasi edukasi keuangan yang aplikatif,” Kata Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta Prof. Dr H Toto Suharto melalui keterangan tertulis yang dikutip, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan bersejarah ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 sekaligus mendukung program Bulan Inklusi Keuangan (BIK).

Kepala OJK Solo Muhammad Mufid hadir dan memberikan apresiasi atas terciptanya rekor dunia ini.

“Kami memberikan apresiasi atas kolaborasi semua pihak atas terciptanya rekor dunia ini. Literasi yang baik tentu dilanjutkan dengan inklusi yang baik. Dengan transaksi bersama pembelian ETF Emas ini, mahasiswa bisa mengenal bahwa produk pasar modal tidak hanya saham, reksadana dan obligasi, tetapi ada ETF Emas juga. Ini akan jadi pengalaman baru bagi mahasiswa,” kata Mufid.

ETF Emas merupakan produk reksa dana yang aset dasarnya berupa emas fisik dan unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia layaknya saham.

Melalui ETF Emas, investor dapat memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga emas tanpa harus membeli, menyimpan, maupun mengamankan emas fisik secara mandiri. Transaksi dapat dilakukan melalui aplikasi perdagangan saham yang terhubung dengan bursa selama jam perdagangan berlangsung.

Sebelum melaksanakan transaksi pembelian ETF Emas, sebanyak 1.000 mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta mengikui Sekolah Pasar Modal (SPM) dari BEI.

“Literasi dulu, inklusi kemudian. Tanpa literasi investasi bisa berujung spekulasi. Ini penting agar mahasiswa membeli produk tidak fomo, tetapi bener bener paham baik dari sisi risiko maupun potensi keuntunganya,” Kata Kepala Kantor BEI Jateng 2 dan Madiun Raya, Muhammad Wira Adibrata.

Wira menambahkan, dari 1.000 mahasiswa yang berhasil melakukan pembelian 943.

“Pengecekan MURI cukup ketat, berdasarkan waktu yang ditentukan 943 yang berhasil melakukan transaksi,”tambahnya.

Edukasi menghadirkan tiga narasumber dari lembaga yang berperan langsung dalam ekosistem pasar modal. Narasumber pertama, Candra Halim Ash Shiddiq dari OJK Solo, memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan, pengenalan investasi, serta pentingnya berinvestasi secara bijak dan bertanggung jawab.

Selanjutnya, Grace Putri Sejati, CSA, CFP, selaku Product Development 2 Senior Analyst Bursa Efek Indonesia, menyampaikan materi mengenai ETF Emas, karakteristik produk, serta mekanisme perdagangan instrumen tersebut di pasar modal.

Sementara itu, Wisnu R. Putro selaku Branch Manager Indo Premier Solo memberikan penjelasan praktis mengenai mekanisme transaksi pembelian ETF Emas melalui aplikasi IPOT.

Penghargaan Rekor MURI tersebut diserahkan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, dalam rangkaian puncak Bulan Inklusi Keuangan Solo Raya yang berlangsung di Gedung Sasana Manggala Sukowati, Kabupaten Sragen.

Penyerahan penghargaan turut dihadiri Bupati Sragen, perwakilan OJK, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), serta masyarakat Sragen. Momentum ini sekaligus menjadi pengakuan atas keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan gerakan edukasi investasi yang melibatkan perguruan tinggi keagamaan negeri.

Indospektrum

Recent Posts

Pemprov Jateng Perkuat Support Pesantren: Tali Asih Hafiz, Insentif Guru Agama, hingga Beasiswa Kuliah

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat dukungan terhadap pondok pesantren dan santri melalui…

3 jam ago

Bertabur Doorprize, Jalan Sehat Milad ke-68 UMS Sukses Sedot Antusiasme Ribuan Peserta

SOLO - Ribuan peserta mengikuti jalan sehat dalam rangka Hari jadi ke-68 Universitas Muhammadiyah Surakarta…

4 jam ago

Libatkan Ratusan Relawan, Wagub Taj Yasin Galakkan Konservasi Alam Lewat Penanaman Pohon Produktif

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak generasi muda untuk terlibat aktif…

6 jam ago

UMS Resmikan Shelter Kuliner Sehat 58 Mart, Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Kampus

SOLO - Pengembangan ekosistem kewirausahaan dan aktivitas ekonomi di lingkungan kampus terus dilakukan Universitas Muhammadiyah…

6 jam ago

Tampil Cemerlang di Klub, Dua Pemain Muda Kendal Tornado FC Dipanggil TC Timnas U-20 di Turki

SOLO - Dua pemain muda Kendal Tornado FC, Er Deva Aulia dan Ousmane Maiket mendapat…

1 hari ago

Kisah Inspiratif: Ibu dan Dua Anak Lulus Bersamaan di Wisuda UNS Solo

SOLO – Momen membanggakan sekaligus mengharukan dirasakan keluarga Dr. Wara Pratitis Sabar Suprayogi, S.Pt., M.P.,…

1 hari ago

This website uses cookies.