Categories: EkonomiIndeks

Rupiah Borobudur Playon 2026 Diharapkan Katrol Sektor Ekonomi Jateng

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno bersama dengan perwakilan dari BI Jateng dalam acara launching dan press conference Rupiah Borobudur Playon (RPB) 2026 di Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Senin (25/5/2026). Foto : Ist.

SEMARANG – Gelaran lomba lari menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan ekonomi daerah. Sebab, event tersebut dinilai mudah datangkan ribuan orang ke Jawa Tengah sehingga mampu mendongkrak sektor konsumsi.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno disela acara launching dan press conference Rupiah Borobudur Playon (RPB) 2026 di Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Senin (25/5/2026).

Pemprov Jateng berterima kasih kepada BI yang konsisten dan berkomitmen untuk menyelenggarakan Rupiah Borobudur Playon. Kegiatan tersebut akan digelar 4 – 5 Juli 2026 mendatang.

Menurutnya, olahraga lari adalah sarana yang paling gampang untuk mendatangkan orang ke Jawa Tengah. Dengan banyaknya orang yang datang, maka konsumsi juga akan meningkat.

“Pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah paling besar berasal dari sektor konsumsi. Karenanya, perlu sering-sering mendatangkan orang ke provinsi ini,” ujar Sumarno.

Apalagi, lanjut Sumarno, event olahraga lari tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan pariwisata olahraga (sport tourism) di Jawa Tengah. Ia juga memberikan apresiasi kepada BI yang akan menyelenggarakan event ini untuk misi berbagi.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho mengatakan, target peserta pada tahun 2026 adalah 4.000 pelari. Adapun pengunjung diperkirakan sekitar 6.000 orang, sehingga total akan ada sekitar 10.000 orang yang terlibat dalam kegiatan ini.

Noor Nugroho menjelaskan, dana yang diperoleh dari pendaftaran peserta, akan disumbangkan kepada masyarakat di sekitar Borobudur. Sesuai dengan permintaan kepala daerah setempat, permintaan utamanya adalah untuk pengolahan sampah.

“Memang tidak semua desa yang mendapatkan bantuan. Tetapi akan dipusatkan di beberapa desa. Jadi nanti sampah dari desa sekitarnya bisa dikumpulkan di satu tempat,” katanya.

Dia menambahkan, RBP 2026 merupakan salah satu upaya untuk membuat masyarakat paham dan bangga terhadap rupiah. “Supaya masyarakat lebih paham bagaimana seharusnya memberlakukan rupiah, sehingga punya daya tahan yang lebih lama,” kata dia.

Indospektrum

Recent Posts

Ratusan Mahasiswa Ikut Lomba Menulis Soal Program Pemprov Jateng, Tim UNS Juara Satu

SEMARANG – Sebanyak 161 tim yang terdiri dari para mahasiswa dari 32 perguruan tinggi maramaikan…

1 jam ago

Pemprov Jateng Gandeng Garuda Indonesia Sukseskan MTQ Nasional 2026

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng maskapai penerbangan Garuda Indonesia untuk mendukung pelaksanaan Musabaqah…

2 jam ago

Teliti Perkawinan Muslim Tengger, Fauziyah Putri Meilinda Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum UMS

SOLO - Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali mengukuhkan empat doktor…

2 jam ago

Forsan Jateng Audiensi dengan Taj Yasin, Perkuat Perlindungan Anak di Lingkungan Pesantren

SEMARANG — Forum Santri Anak Jawa Tengah (Forsan Jateng) menyiapkan berbagai program penguatan perlindungan anak…

3 jam ago

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS Borong Penghargaan Internasional di Universiti Sains Islam Malaysia

SOLO – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta…

3 jam ago

Taj Yasin Sambut Rombongan Bikkhu Thudong, Tegaskan Pesan Toleransi dan Persaudaraan

SEMARANG — Belasan bikkhu dari berbagai daerah di Indonesia yang melakukan perjalanan spiritual (Thudong) menemui…

4 jam ago

This website uses cookies.