SURAKARTA – Program Studi Doktor Informatika (DIF) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengawali tahun akademik perdananya dengan menggelar orientasi mahasiswa baru, Jumat (25/9/2026). Sebanyak 10 mahasiswa angkatan pertama yang telah lolos seleksi dari berbagai latar belakang, termasuk dosen dan praktisi, resmi memulai perjalanan doktoral mereka. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dan 8 dosen tetap program DIF UMS.
Orientasi ini menjadi momen bersejarah bagi prodi yang baru pertama kali membuka program doktor di bidang informatika di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Dengan mengusung tagline “Informatics for Humanity and Civilization”, prodi ini menegaskan komitmennya untuk mengembangkan informatika yang memanusiakan dan memperadabkan.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Prof Budi Murtiyasa menyampaikan, bahwa mahasiswa angkatan pertama adalah pionir dan fondasi bagi masa depan prodi.
“Anda adalah pionir. Anda adalah fondasi. Apa yang kita bangun hari ini akan menentukan wajah prodi ini 10, 20, bahkan 50 tahun ke depan. Mari kita bangun prodi ini dengan semangat kolaborasi, integritas, dan dedikasi untuk kemanusiaan dan peradaban,” pesannya saat memberikan materi orientasi.
Salah satu penekanan utama dalam orientasi adalah pergeseran peran mahasiswa doktoral. Jika di S1 mahasiswa belajar tentang ilmu (konsumen ilmu), di S2 belajar menggunakan ilmu (pengguna ilmu), maka di S3 mahasiswa dituntut untuk menciptakan ilmu. Hal ini menuntut empat pergeseran mindset: dari menghafal teori menjadi mengkritisi teori, dari mencari jawaban menjadi merumuskan pertanyaan, dari menerima pendapat menjadi berdialog kritis, serta dari belajar untuk tahu menjadi meneliti untuk menemukan.
Prodi DIF UMS menawarkan kurikulum berbasis riset yang dapat diselesaikan dalam enam semester (tiga tahun). Pada Semester 1, mahasiswa akan menempuh mata kuliah wajib seperti filsafat ilmu dan etika informatika berbasis nilai Islam, metodologi penelitian, serta informatika untuk kemanusiaan dan peradaban. Pada Semester 2, mahasiswa memilih satu dari empat jalur peminatan: digital transformation for Human Development, human-centered intelligent multimedia systems, responsible AI and machine learning for humanity, serta social informatics and digital civilization.
Terdapat empat fokus riset utama, yaitu Kecerdasan Artifisial & Machine Learning, Informatika Sosial, Sistem Cerdas & Multimedia, serta Sistem & Teknologi Informasi. Fokus-fokus ini relevan dengan kebutuhan zaman, seperti AI etis, LLM, computer vision, health informatics, dan computational social science.
Untuk meraih gelar doktor, mahasiswa wajib memenuhi syarat publikasi yang ketat. Publikasi pertama harus terbit di jurnal minimal SINTA 2, jurnal internasional bereputasi, atau prosiding internasional terindeks Scopus/IEEE. Publikasi kedua minimal accepted di jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus minimal Q3 atau WoS dengan SJR ≥ 0.2. Kedua publikasi harus relevan dengan topik disertasi dan mahasiswa tercatat sebagai penulis pertama.
Sesi orientasi juga menekankan pentingnya etika akademik dan integritas. Prinsip kejujuran (sidq), amanah, keadilan (‘adl), dan ihsan menjadi fondasi. Pelanggaran seperti plagiarisme, fabrikasi data, falsifikasi, dan duplikasi publikasi akan berakibat sanksi berat hingga pencabutan gelar. “Integritas akademik adalah fondasi peradaban. Tidak ada gelar doktor yang layak diraih dengan cara yang tidak jujur,” tegasnya.
Prodi DIF UMS didukung oleh delapan dosen tetap berkualitas, dua guru besar dan enam lektor kepala bergelar doktor dari berbagai universitas dalam dan luar negeri. Fasilitas riset meliputi enam laboratorium (Lab Komputasi & AI, Lab Multimedia & AR/VR, Lab IoT, Lab NLP & AI, lab software technology, lab komputasi cerdas), GPU & HPC, serta pusat riset data science. Sistem perkuliahan hybrid memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa yang bekerja.
Prodi ini menargetkan akreditasi unggul (LAM INFOKOM) pada Tahun 2029 dengan 30 mahasiswa aktif, IPK rata-rata lulusan ≥ 3,50, dua publikasi per mahasiswa, dan masa studi ≤ 3,5 tahun. Para mahasiswa juga menandatangani komitmen bersama untuk menjaga integritas akademik, menyelesaikan studi dalam enam semester, menghasilkan minimal dua publikasi internasional bereputasi, serta menyusun disertasi orisinal yang berkontribusi bagi kemanusiaan dan peradaban.
Orientasi ditutup dengan pesan inspiratif kaprodi. “Anda bukan sekadar mahasiswa. Anda adalah pionir, peneliti, dan calon pemimpin akademik. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jaga integritas, dan jangan lupa bahwa setiap karya Anda adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah dan masyarakat,” kata dia.
Dengan dimulainya angkatan pertama ini, Program Studi Doktor Informatika UMS siap mencetak doktor-doktor informatika yang unggul, inovatif, berdaya saing global, dan berlandaskan nilai-nilai Islam untuk kemanusiaan dan peradaban.
SEMARANG – Sebanyak 900 pelari dari tujuh negara meramaikan Gajah Trail Run (GTR) Ultra 2026…
SURAKARTA - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperkuat komitmen dalam mendukung perlindungan dan layanan kesehatan…
SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027 di…
SURAKARTA - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027 di…
SURAKARTA - Perjalanan pendidikan Asem Abdullah Ahmad Abdo dari Yaman ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)…
SURAKARTA - Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id membekali calon wisudawan dengan kesiapan…
This website uses cookies.