Categories: IndeksPendidikan

Sempat Gap Year, Afifah Mantap Pilih Farmasi UMS Karena Akreditasi Unggul dan Prospek Kerja

Afifah Faikar Husna usai menyelesaikan seleksi PMB UMS. Foto: Ist.

SOLO – Setelah sempat menjalani masa gap year, Afifah Faikar Husna asal Magelang akhirnya mantap melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Pilihannya jatuh pada Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) http://ums.ac.id kampus yang dinilainya sesuai dengan cita-cita dan minat yang sudah lama ia bangun.

Ketertarikan Afifah pada dunia farmasi ternyata bukan keputusan yang datang tiba-tiba. Sejak lama, ia sudah menyukai mata pelajaran yang berkaitan dengan sains, khususnya kimia dan biologi. Hal itulah yang membuatnya yakin menentukan arah masa depan.

“Udah tertarik Farmasi dari dulu karena memang suka kimia dan biologi, jadi merasa memang ini tujuannya,” kata Afifah, Sabtu (18/4/2026) di Ruang Admisi PMB UMS.

Dukungan keluarga menjadi salah satu penguat langkah Afifah. Orang tua menilai UMS memiliki kualitas yang baik, terlebih dengan akreditasi yang telah diraih kampus tersebut. Farmasi UMS telah mengantongi predikat Unggul dari LAM-PTKes dan telah memenuhi standar kualitas internasional AUN-QA. Karena itu, keluarga mendorong Afifah untuk segera mengambil kesempatan lebih awal melalui jalur seleksi yang tersedia.

“Udah itu aja, soalnya lebih awal, terus tesnya kan langsung keluar, nggak kayak UTBK yang harus nunggu pengumuman sebulan lebih,” kata Afifah menirukan perkataan orang tuanya.

Keputusan itu membuat Afifah semakin yakin. Ia bahkan memilih fokus mendaftar Farmasi UMS tanpa mengikuti seleksi di perguruan tinggi lain, termasuk melalui jalur UTBK. Keluarganya menilai kualitas Program Studi Farmasi UMS sudah sangat baik dan layak menjadi pilihan utama.

Selain reputasi akademik, Afifah juga mendengar banyak cerita positif mengenai alumni UMS yang dinilai mudah mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Pengalaman itu ia dengar langsung dari salah satu saudaranya, alumni Ilmu Gizi UMS, yang pernah bekerja di sebuah marketplace dan kini berkarier sebagai ahli gizi.

Kesan pertama saat datang ke kampus pun membuat Afifah semakin mantap. Menurutnya, UMS menghadirkan suasana kampus swasta yang modern dan nyaman. “Pertama kali ke UMS, ternyata swasta bagus juga, lingkungannya bersih dan terlihat mewah,” ungkapnya.

Sementara itu, UMS saat ini membuka empat jalur penerimaan mahasiswa baru pmb.ums.ac.id, yakni jalur CBT, rapor, SNBP, dan skor UTBK. Setiap jalur memiliki daya tarik tersendiri bagi calon mahasiswa.

Alif Rahmat Yudha Putra, S.Kom., selaku Koordinator One Day Service UMS menjelaskan, jalur CBT atau Computer Based Test memiliki keunggulannya. Hasil seleksi jalur CBT bisa langsung diketahui pada hari yang sama, seperti yang dialami Afifah saat dinyatakan lolos di Program Studi Farmasi.

Untuk mengikuti tes CBT, calon mahasiswa cukup membawa bukti reservasi tes dan berkas persyaratan, kemudian mengikuti ujian sesuai jadwal.

“Apabila lolos passing grade, bisa langsung cetak sertifikat di Ruang Admisi PMB Lantai 3 Gedung Siti Walidah,” jelas Alif.

Setelah itu, calon mahasiswa dapat melanjutkan proses pembayaran dana pengembangan dan melengkapi berkas administrasi guna memperoleh kartu tanda mahasiswa serta jas almamater.

“Jadi dalam sehari bisa langsung menjadi mahasiswa UMS,” kata Alif.

Berbeda dengan jalur CBT, pada jalur rapor calon mahasiswa perlu menunggu maksimal 14 hari kerja setelah berkas dinyatakan lengkap untuk mengetahui hasil seleksi.

Hingga saat ini, per tanggal 18 April 2026 pukul 10.00 WIB, jumlah pendaftar UMS telah mencapai 13.175 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.177 calon mahasiswa telah melakukan registrasi. Untuk program studi favorit, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi masih menjadi primadona.

Selain dua prodi tersebut, di rumpun kesehatan, Program Studi Farmasi dan Keperawatan juga diminati banyak pendaftar. Saat ini, Program Studi Farmasi telah terisi 58 persen dari kuota yang tersedia, sedangkan Keperawatan mencapai 30 persen.

Di rumpun sosial humaniora, Program Studi Bisnis Digital mulai mencuri perhatian calon mahasiswa baru dengan keterisian kuota mencapai 40 persen.

Indospektrum

Recent Posts

Jadikan Solo Raya Percontohan Ekonomi Aglomerasi, Ahmad Luthfi Sabet Penghargaan Regional Leadership

KARANGANYAR — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Agglomeration Leadership Award untuk kategori Regional…

3 jam ago

Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Jawa Tengah

MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan, pengembangan sektor pariwisata di wilayahnya membutuhkan sinergi…

14 jam ago

Antisipasi Penimbunan Jelang Nataru, Ahmad Luthfi Minta Satgas Pengendalian Harga Diperkuat

MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan agar dilakukan penguatan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian…

14 jam ago

Pemprov Jateng Gulirkan 19 Program Intervensi di Sragen, Genjot Pengentasan Kemiskinan dan Stunting

SRAGEN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggulirkan 19 bentuk intervensi di Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan,…

18 jam ago

BEI Resmi Gelar CMSE 2026, Dorong Literasi dan Inklusi Pasar Modal Indonesia

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yaitu PT Kliring…

18 jam ago

Perkuat Swasembada Pangan, Pemprov Jateng Genjot Elektrifikasi Penggilingan Padi Skala Kecil

MAGELANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat upaya swasembada pangan melalui modernisasi sektor pertanian…

20 jam ago

This website uses cookies.