Categories: IndeksNews

Sidang Ijazah Jokowi di PN Solo: Kesaksian Dua Alumnus UGM Tuai Reaksi Pihak Penggugat

M Taufiq (memakai topi), Kuasa Hukum Penggugat Ijazah Jokowi saat memberikan keterangan pers usai persidangan di PN Solo, Selasa (27/1/2026). Foto: Indospektrum.com

SOLO – Keterangan Saminudin dan Toha Iskandar, dua alumnus Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta memantik reaksi kubu penggugat ijazah Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Kesaksian diberikan saat sidang Gugatan Citizen Lawsuit (CLS) ijazah Jokowi di Pengadilan Negeri Surakarta (Solo), Selasa (27/1/2026).

“Tiga hal yang saya sampaikan, dua saksi sepakat mengatakan tidak mungkin di UGM itu skripsi tanpa ada tanda tangan pembimbing. Minimal dijawab oleh saksi pertama, pembimbing utama ya. Jadi itu prinsip,” kata Kuasa Hukum Penggugat, M Taufiq usai sidang persidangan.

Sedangkan yang kedua, pihaknya selama persidangan sudah menanyakan apakah mereka sudah pernah melihat ijazah asli. Sementara yang ketiga, terkait buku alumni UGM. Kedua saksi mengakui betul namun tidak pernah ada ralat.

“Pada bulan April ketika kami mendaftarkan perkara, teman-teman Pak Jokowi yang mengaku alumni SMA 6 Surakarta mengajukan (gugatan) intervensi. Lalu pada hari ini, kepada kedua orang saksi saya tanyakan, buku ini benar-benar ada, foto-foto ini ada, saya tutup tadi tekniknya bertanya saya tutup datanya. Ini gambar Pak Jokowi benar, tetapi datanya katanya tidak benar dan tidak pernah diralat,” tandasnya.

Taufiq menyebut buku itu terbitan Agustus 1988, judulnya adalah 25 tahun reuni alumni UGM Fakultas Kehutanan. Dalam buku alumni terdapat foto dan datanya tidak dibantah.

Dengan demikian, lanjutnya, apa yang dilakukan Roy Suryo, Rismon dan Tifa terkait ijazah Jokowi merupakan hasil penelitian. Secara umum, dirinya merasa sedih karena selama persidangan berkali-kali, ijazah tidak pernah diperlihatkan oleh UGM.

“Karenanya menurut saya, kalau sesuatu yang didalilkan itu tidak ada, seseorang tidak bisa dihukum. Jadi tidak bisa menghukum Roy Suryo, Rismon, Tifa mengatakan ijazah Jokowi palsu karena yang asli saja tidak pernah ditunjukkan kok,” ucapnya.

Ditambahkannya, yang paling mencengangkan adalah dua saksi mengatakan tidak mungkin di UGM ada ijazah stempelnya di belakang foto.

Sebelumnya, sidang lanjutan gugatan CLS ijazah Jokowi kembali digelar di Pengadilan Negeri Surakarta (Solo), Selasa (27/1/2026). sidang menghadirkan dua saksi alumnus Fakultas Kehutanan UGM.

Kedua saksi fakta dihadirkan kubu Jokowi selaku tergugat 1 dalam perkara ini. Mereka adalah Saminudin dan Toha Iskandar, rekan satu angkatan Jokowi semasa kuliah di UGM. Secara bergantian, keduanya memberikan keterangan di depan majelis hakim yang dipimpin Achmad Satibi, dengan hakim anggota Aris Gunawan, dan Lulik Djatikumoro.

Gugatan CLS terkait ijazah Jokowi dilayangkan dua alumnus UGM, Top Taufan dan Bangun Sutoto. Gugatan dilayangkan kepada Jokowi sebagai tergugat I, Rektor UGM, Prof dr Ova Emilia sebagai tergugat II, Wakil Rektor UGM Prof Dr Wening sebagai tergugat III, serta Polri sebagai turut tergugat IV.

Indospektrum

Recent Posts

EXIT 2026 Arsitektur UMS Hadirkan Karya Desain untuk Merespons Persoalan Masyarakat

SURAKARTA – Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ menggelar EXIT 2026: Architecture of…

12 jam ago

Resmi jadi Ruang Ibadah, Taj Yasin Bidik Potensi Wisata Religi Candi Prambanan hingga Borobudur

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh pemanfaatan Candi Prambanan, Borobudur, Mendut, dan Pawon…

13 jam ago

JTAB Petani Gajian: Terobosan Pemprov Jateng Beri Kepastian Modal, Gaji UMK, dan Pasar bagi Petani

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui PT Jawa Tengah Agro Berdikari (JTAB) menggulirkan program…

13 jam ago

Investor Asal Dubai Puas Langkah Cepat Jateng Realisasikan Investasi Mini Refinery

SEMARANG — Rencana investasi pembangunan mini refinery berkapasitas 10 ribu barel per hari senilai Rp5…

13 jam ago

Ahmad Luthfi Minta Penataan Kawasan PRPP Jawa Tengah Jadi Prioritas Utama

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta pembenahan kawasan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan…

16 jam ago

Ribuan Warga Padati Simpang Lima, Meriahkan Malam MTQ Nasional XXXI di Semarang

SEMARANG - Antusiasme masyarakat Jawa Tengah menyambut Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI sangat tinggi.…

16 jam ago

This website uses cookies.