Categories: IndeksPendidikan

SMAN 4 Semarang Sabet Juara Umum 1 International Folklore Contest 2026 di Thailand

Tim Ratoh Jaroe SMAN 4 Kota Semarang menjadi Juara Umum 1 Kompetisi Luang Pu Suang International Folklore Contest Thailand 2026. Foto: Ist.

SEMARANG – SMAN 4 Kota Semarang jadi pembicaraan di Kompetisi Luang Pu Suang International Folklore Contest Thailand 2026. Jadi peserta undangan di kompetisi seni dan budaya internasional, Tim Ratoh Jaroe SMAN 4 Kota Semarang jadi kuda hitam.

Pada tanggal 8 April 2026, 13 siswi SMAN 4 Kota Semarang mencuri perhatian di even yang digelar di Sisaket Thailand. Lima belas menit tampil di panggung, penonton dibuat terpukau dengan garakan yang kompak dan energik. Ditambah lagi alunan musik perkusi khas Aceh yang dimainkan secara langsung dipadu dengan syair religius dan vokal para penari. Ratoh Pukat yang ditampilkan menciptakan harmoni ritmis yang kuat dan memikat. Ratoh Pukat adalah gabungan antara Tari Ratoh Jaroe dengan Tarek Pukat.

Penonton mengganjar dengan tepuk tangan. Juri pun memberikan nilai plus. Sebanyak 13 siswi yang tergabung di Tim Ratoh Jaroe menyabet Juara Umum 1. Tak hanya itu, mereka juga dinobatkan sebagai Excellent Performance. Hebatnya, mereka berhasil mengalahkan perwakilan dari negara-negara seperti India, Sri Lanka, Laos, Filipina, Hungaria, Bulgaria, Korea Selatan, Turki, dan tuan rumah Thailand.

“Kami ikut bangga dengan prestasi yang dicapai anak-anak. Ditambah lagi ada misi budaya, karena mereka juga tampil di 6 kota di Thailand. Mengenalkan kebudayaan Indonesia,” kata Pembina Ektrakurikuler Ratoe Jaroh SMAN 4 Semarang, Rina Budi H, Jumat 10 April 2026.

Dengan cara tampil dan bertemu dengan orang banyak di dunia internasional, maka semakin populer juga seni kebudayaan Indonesia di luar negeri. Di sisi lain, hal itu menjadi pengalaman berharga bagi siswi seusia mereka di level internasional.

Adapun 13 siswa yang tergabung dalam tim ini adalah Almira Silmi Hidayatunnisa, Amara As Aluka Billah, Bunga Berliana Shanika Karin, Cahyati Maura Ardiningrum, Jadaeiradinda Haidar. Kemudian, Jessie Putri Aulya Fadhillah, Keisha Zevania Wihelmina, Meyla Dwi Vera, Miranda Aline Satoto, Mutiara Zatil Aqmara Wijanarko, Najla Ranaa Maritza Wibowo, Reva Cahya Arafah, dan Zafira Luwi Anindya.

Di sisi lain, Rina juga menceritakan prestasi itu tak instan diperoleh. Ketigabelas anak ini tercatat sebagai siswi kelas 11, namun mereka sudah memulai latihan sejak kelas 10. Selama kurang lebih setahun, mereka berlatih dengan pelatih, adik tingkat, hingga mandiri. Untuk mengasah kemampuan, Tim Ratoe Jaroh juga sudah sering tampil di sejumlah even di beberapa kota di Indonesia.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 4 Kota Semarang, Ahmad Hamam turut mengapresiasi prestasi yang diraih anak didiknya. Ia berharap hal itu bisa menjadi tradisi dan turun-temurun pada adik-adik tingkatnya nanti.

Sementara itu, Pelatih Tim Ratoh Jaroe SMAPA, Zulfikar, mengungkapkan rasa bangga atas capaian anak didiknya. Mereka sudah tampil disiplin, totalitas, dan sepenuh hati.
“Ini bukan hanya tentang menang, tetapi tentang bagaimana kami membawa identitas budaya Indonesia dengan penuh kebanggaan.”

Menurutnya, antusiasme juga datang dari penonton, di mana ada momen istimewa ketika tim SMAPA membawakan gerakan yang diiringi lagu tradisional Thailand, Loy Krathong. Penampilan tersebut berhasil membangun kedekatan emosional dengan penonton, yang spontan ikut bernyanyi bersama.

Bahkan, peserta dari Sri Lanka kerap memberikan pujian dalam setiap kesempatan.

“Your dance group was nice, and your costume it was beautiful,” ungkap Enuka Gunasena, penari asal Sri Lanka.

Sementara itu, Humas Tim Ratoh Jaroe SMAPA, Najla Ranaa Maritza Wibowo dan Bunga Berliana Shanika Karin menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim.

“Kami bersyukur bisa mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia. Ini bukan hanya kemenangan tim, tetapi juga bentuk cinta kami terhadap budaya bangsa.”

Adapun 13 siswa yang tergabung dalam tim ini adalah Almira Silmi Hidayatunnisa, Amara As Aluka Billah, Bunga Berliana Shanika Karin, Cahyati Maura Ardiningrum, Jadaeiradinda Haidar. Kemudian, Jessie Putri Aulya Fadhillah, Keisha Zevania Wihelmina, Meyla Dwi Vera, Miranda Aline Satoto, Mutiara Zatil Aqmara Wijanarko, Najla Ranaa Maritza Wibowo, Reva Cahya Arafah, dan Zafira Luwi Anindya.

Tim Ratoh Jaroe akan berada di Thailand selama sembilan hari. Mereka terbang ke Thailand sejak Sabtu 4 April 2026) lalu.

Indospektrum

Recent Posts

Adeging Mangkunegaran 2026: Motor Penggerak Ekonomi Solo dengan Multiplier Effect Rp87,9 Miliar

SOLO – Adeging Mangkunegaran 2026 tak lagi sekadar agenda budaya tahunan. Acara yang memadukan budaya,…

18 jam ago

PMI Solo Luncurkan Program ‘Rising Heroes’ untuk Gaet Donor Darah Generasi Z

SOLO - PMI Kota Surakarta (Solo) meluncurkan program Rising Heroes sebagai upaya meningkatkan partisipasi donor…

1 hari ago

Wisuda Periode IV 2026, UNS Luluskan 593 Mahasiswa Termasuk Satu Lulusan Internasional

SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo meluluskan 593 lulusan pada Wisuda Periode IV Tahun…

2 hari ago

Politeknik AKBARA Surakarta Sembelih Hewan Kurban Bersama Griya PMI Peduli

SOLO – Politeknik AKBARA Surakarta kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul…

2 hari ago

FKG UMS Gelar Kuliah Umum “Digital Smile Design”, Integrasikan Teknologi dalam Kedokteran Gigi Estetik

SOLO - Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) www.ums.ac.id menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk…

2 hari ago

Cegah Kekerasan di Pesantren, Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Gerakan Bersama

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pencegahan kasus kekerasan di lingkungan pesantren tidak…

2 hari ago

This website uses cookies.