Categories: IndeksNews

Taj Yasin Ajak Santri Batang Produksi Konten Media yang Jujur dan Bertanggung Jawab

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin menutup Sarasehan Jurnalistik Ramadan 2026 di Pondok Pesantren Al-Inaroh, Desa Brayo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Selasa, 10 Maret 2026. Foto: Ist.

BATANG — Di tengah derasnya arus informasi di media sosial yang kerap dipenuhi konten viral dan belum tentu benar, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta para santri untuk ikut memproduksi konten media yang jujur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pesan itu disampaikan Taj Yasin saat menutup Sarasehan Jurnalistik Ramadan 2026 yang digelar Suara Merdeka Network di Pondok Pesantren Al-Inaroh, Desa Brayo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Selasa, 10 Maret 2026.

Penutupan kegiatan ditandai dengan pemukulan kentongan sebagai simbol berakhirnya rangkaian Gerakan Santri Menulis.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuat siapa pun kini bisa menjadi penyebar informasi. Namun, kondisi tersebut juga memunculkan tantangan besar karena banyak informasi yang beredar tanpa melalui proses verifikasi.

“Sekarang siapa pun yang memiliki ponsel dan internet bisa menyampaikan informasi. Tetapi sering kali tanpa rambu-rambu dan tanpa memastikan kebenarannya,” ujar Taj Yasin.

Ia menilai, santri memiliki peran penting untuk menghadirkan konten yang membawa nilai kejujuran dan tanggung jawab. Bekal ilmu dan tradisi keilmuan di pesantren dinilai selaras dengan prinsip jurnalistik yang menekankan keakuratan informasi.

Dalam tradisi keilmuan Islam, kata dia, proses penyampaian informasi dilakukan dengan sangat hati-hati. Dalam ilmu hadis misalnya, tidak hanya periwayat yang diteliti, tetapi juga isi riwayatnya agar dapat dipastikan kebenarannya.

“Tradisi Islam sejak lama sudah mengajarkan kehati-hatian dalam menyampaikan informasi. Ini sangat relevan dengan dunia jurnalistik,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap para santri yang mengikuti pelatihan Gerakan Santri Menulis dapat menjadi bagian dari solusi di tengah maraknya informasi yang tidak terverifikasi di ruang digital.

Santri, menurutnya, dapat berperan menyampaikan informasi yang benar, melakukan klarifikasi, serta menghadirkan narasi yang menyejukkan di tengah masyarakat.

“Tidak semua hal harus viral. Tetapi jika sesuatu itu benar dan bermanfaat, maka itu juga perlu disampaikan agar masyarakat mendapatkan informasi yang tepat,” katanya.

Ia juga mendorong para peserta untuk membagikan ilmu yang diperoleh kepada santri lain di pesantren masing-masing, sehingga gerakan literasi dapat berkembang lebih luas.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Agus Toto Widyatmoko mengatakan, Gerakan Santri Menulis telah digagas sejak 1994 dan terus dilaksanakan hingga kini.

Menurutnya, perubahan ekosistem media yang kini semakin digital membuat literasi jurnalistik menjadi semakin penting, terutama untuk memastikan informasi yang beredar di masyarakat tetap akurat dan tidak memecah belah.

“Di media massa ada proses verifikasi yang ketat, mulai dari wartawan, editor hingga redaksi sebelum sebuah berita dipublikasikan,” ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut akan lahir generasi santri penulis yang mampu menghadirkan konten positif sekaligus memperkuat literasi informasi di tengah masyarakat.

Indospektrum

Recent Posts

Keseruan Slamet Trail Run 2026: Taklukkan Tanjakan Curam Gunung Slamet Demi Garis Finis dan Wisata Guci

TEGAL – Sepotong hari di Minggu, 25 Oktober 2026 menjadi pengalaman yang sulit dilupakan bagi…

41 menit ago

Gunung Slamet Jadi Kawah Candradimuka, ALTI Jateng Jaring Bibit Atlet Unggulan untuk PON 2028

TEGAL – Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Jawa Tengah menjadikan medan ekstrem Gunung Slamet sebagai…

1 jam ago

Gelaran Slamet Trail Run 2026 Diharap Pulihkan Wisata Guci Tegal

TEGAL – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memanfaatkan pelaksanaan Slamet Trail Run 2026 untuk memulihkan kembali…

14 jam ago

Hari Jadi ke-68 UMS: Beri Apresiasi bagi Dosen, Tendik, hingga Mahasiswa Berprestasi

SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memberikan apresiasi kepada dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa…

20 jam ago

Wamen KKP Ajak UMS Kolaborasi Bangun 5.000 Kampung Nelayan Modern

SOLO - Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc.,…

20 jam ago

Hari Jadi ke-68 UMS: Teguhkan Komitmen Tumbuh Berbasis Mutu dan Menguatkan Peradaban

SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id meneguhkan komitmen untuk terus tumbuh berbasis mutu, memberikan…

20 jam ago

This website uses cookies.