Categories: IndeksNews

Tawur Agung 2026 di Prambanan Targetkan 35 Ribu Pengunjung dan Dongkrak Wisata Jateng

Ketua Panitia Tawur Agung Nasional 2026, Bibit Hariadi saat audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Semarang pada Kamis, 26 Februari 2026.

SEMARANG – Gelaran upacara Tawur Agung Kesanga Nasional 2026 rencananya akan digelar di Candi Prambanan di perbatasan Jateng-DIY (Klaten-Sleman) pada Rabu, 18 Maret 2026. Upacara itu digelar sehari sebelum Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, yang jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026.

Ketua Panitia Tawur Agung Nasional 2026, Bibit Hariadi mengatakan, rangkaian kegiatan gelaran ini dimulai sejak 8 Maret 2026. Agenda utamannya akan digelar di pelataran Wisnu Mandala, Kompleks Candi Prambanan, pada Rabu, 18 Maret 2026.

Selain ritual, kreativitas generasi muda Jawa Tengah akan tampil melalui ogoh-ogoh. Sekitar enam ogoh-ogoh direncanakan ikut pawai budaya di Prambanan.

“Ogoh-ogoh ini karya anak-anak muda Jawa Tengah. Ini kreativitas lokal, sekaligus daya tarik wisata,” kata Bibit saat melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Semarang pada Kamis, 26 Februari 2026.

Bibit memperkirakan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, panitia memperkirakan kehadiran 30.000 hingga 35.000 orang dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Lampung, hingga Bali.

Skala tersebut membuat Tawur Agung dipandang memiliki efek berganda. Di satu sisi sebagai ritual spiritual umat Hindu, di sisi lain sebagai magnet pariwisata dan etalase budaya Jawa Tengah.

Panitia juga menilai pemilihan Prambanan memiliki makna strategis. Selain nilai historis dan spiritual, lokasi di perbatasan DIY–Jateng dinilai mampu memperluas dampak ekonomi dan wisata.

“Kami ingin mengangkat budaya Jawa Tengah. Tidak meninggalkan tradisi, tetapi justru menghidupkannya,” ucapnya.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Tengah, Tri Wahono, menegaskan bahwa Tawur Agung di Prambanan tidak dimaksudkan meniru Bali, melainkan menampilkan identitas Jawa Tengah.

Gunungan, simbol yang lekat dengan tradisi Jawa, akan kembali dihadirkan. Nilai wilujengan khas Jawa pun menjadi bagian dari nuansa upacara.

“Kita tidak pernah mengangkat konsep Bali. Jawa Tengah punya tradisi sendiri. Gunungan menjadi ikon budaya kita, berkahnya nanti dibagi bersama,” ujarnya.

Bagi panitia, pendekatan ini bukan sekadar estetika budaya, melainkan upaya menghidupkan kembali tradisi lokal di ruang publik. Tawur Agung, dalam konteks ini, menjadi panggung kebudayaan.

Perayaan Hari Suci Nyepi tahun ini mengusung tema “Vasudaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga.” Tema tersebut menekankan nilai persaudaraan universal, toleransi, serta tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian bumi.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan akan mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dukungan pemerintah tidak berhenti pada aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga menitikberatkan pada empat hal krusial, yakni kesakralan ritual, ketertiban acara, keamanan peserta, dan kelestarian kawasan cagar budaya.

“Pemprov Jateng mendukung pelaksanaan Tawur Agung Nasional, dengan tetap menjaga kesakralan, ketertiban, keamanan, dan kelestarian kawasan Prambanan,” tegasnya.

Ia berharap gaung kegiatan ini memperkuat citra Jawa Tengah sebagai provinsi yang inklusif dan berbudaya. Menanggapi undangan panitia, gubernur memastikan kehadirannya.

“Nggih, saya datang nanti,” katanya.

Indospektrum

Recent Posts

Perkuat Jejaring Internasional, UMS Penandatanganan MoU dengan PCIM Britania Raya dan Irlandia

SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperkuat jejaring kerja sama internasional melalui penandatanganan Nota…

1 jam ago

FKI UMS Kenalkan Teknologi AR-Magic Book untuk Anak-Anak di Kuala Lumpur

SOLO – Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus memperluas kontribusi…

7 jam ago

Tim Sang Surya UMS Raih Tiga Penghargaan di Nusantara Creative Competition 4 di Bali

SURAKARTA - Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id. Dalam ajang…

15 jam ago

MAPSI SMA Se-Kabupaten Sukoharjo 2026 Jadikan UMS Sebagai Tuan Rumah

SURAKARTA - Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id bekerja sama dengan Musyawarah…

15 jam ago

FKIP Gelar Turnamen Basket Meriahkan Hari Jadi ke-68 UMS

SURAKARTA - Semarak peringatan Hari Jadi ke-68 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id semakin terasa melalui…

15 jam ago

PPG Informatika UMS Kenalkan Computational Thinking Edukatif pada Anak-Anak PAKYM

SURAKARTA - Belajar Computational Thinking (CT) tidak harus dilakukan melalui pembelajaran yang kaku dan teoritis.…

15 jam ago

This website uses cookies.