Categories: BisnisIndeks

Tembus Omzet Rp1,5 Miliar Per Bulan, Alumni UMS Ini Bagikan Pengalaman Bangun Bisnis dari Nol di Luar Negeri

Alumni UMS, Niken Probowati, SE., MBA saat memberikan motivasi kepada alumni FEB UMS. Foto: Ist.

SOLO – Momentum Hari Buruh menjadi refleksi penting tentang bagaimana pendidikan mampu mendorong mobilitas sosial dan meningkatkan kualitas pekerja.

Hal ini tercermin dari perjalanan alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, Niken Probowati, SE., MBA, yang berhasil menapaki karier dari pekerja hingga menjadi pelaku usaha global.

Lulusan Program Studi Manajemen UMS angkatan 2013 tersebut memulai perjalanan profesionalnya melalui program double degree di Taiwan. Kesempatan itu tidak hanya membuka akses pendidikan internasional, tetapi juga mempertemukannya dengan dunia kerja sebagai pekerja part-time di sebuah perusahaan.

Selama menempuh studi magister dengan beasiswa penuh, Niken menjalani peran sebagai admin selama dua tahun. Pengalaman tersebut menjadi pijakan awal dalam memahami ritme kerja profesional. Setelah lulus, ia dipercaya menjadi manajer dan bekerja penuh waktu selama tiga tahun.

“Selama lima tahun itu saya benar-benar belajar dari bawah. Dari situ saya paham bagaimana sistem kerja, manajemen, hingga strategi bisnis,” ungkapnya, Jumat (1/5/2026).

Pengalaman sebagai pekerja profesional inilah yang kemudian menjadi modal penting untuk naik kelas. Di tengah karier yang stabil dengan gaji tinggi, Niken mengambil keputusan besar yaitu keluar dari pekerjaannya dan memulai bisnis sendiri.

Langkah tersebut tidak mudah. Namun, dengan bekal ilmu dan pengalaman kerja, ia merintis usaha di bidang skincare, kosmetik, body care, dan hair care di Taiwan. Seluruh proses bisnis dijalankan secara profesional sesuai regulasi setempat.

Setelah usahanya berkembang, ia memperluas bisnis ke Indonesia dengan membuka toko fesyen serta toko cokelat dan snack impor di Magetan, Jawa Timur. Mobilitasnya kini terbagi antara Taiwan dan Indonesia sebagai bagian dari ekspansi usaha lintas negara.

Dari sisi ekonomi, capaian tersebut menunjukkan lompatan signifikan. Bisnisnya di Taiwan mencatat omzet sekitar Rp1,5 miliar per bulan, sementara di Indonesia mencapai hampir Rp1 miliar saat momen Lebaran dan sekitar Rp400 juta pada bulan biasa.

Bagi Niken, perjalanan ini bukan sekadar tentang bisnis, tetapi juga tentang bagaimana pekerja mampu meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan dan pengalaman kerja.

“Kalau kerja di perusahaan, serap ilmunya. Saya dulu sampai burnout, tapi dari situ saya punya bekal untuk membangun usaha sendiri,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa keberanian mengambil risiko harus dibarengi dengan perhitungan matang, terutama bagi pekerja yang ingin bertransformasi menjadi entrepreneur.

Dalam konteks Hari Buruh, kisah Niken menjadi contoh nyata bahwa pekerja profesional tidak berhenti pada posisi kerja semata, tetapi dapat berkembang menjadi penggerak ekonomi dengan nilai tambah yang lebih besar.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa dan lulusan UMS agar tidak cepat puas dan terus meningkatkan kualitas diri.

“Do not settle for less. Kita harus tahu nilai diri kita dan berani mengejar karier sesuai harapan,” tegasnya.

Menutup ceritanya, Niken menegaskan bahwa kesuksesan adalah proses panjang yang membutuhkan konsistensi dan keyakinan.
“Kalau kita tekuni dan tidak menyerah, pasti ada jalan,” pungkasnya.

Indospektrum

Recent Posts

UMS Perkuat Sistem Manajemen Keamanan Informasi

SURAKARTA - Keamanan informasi menjadi salah satu tantangan penting bagi perguruan tinggi seiring meningkatnya ketergantungan…

9 jam ago

BIM University, Cara Mahasiswa Rasakan Pengalaman Internasional

DENPASAR — Kehadiran BIM University sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah dengan orientasi internasional di Bali mulai…

9 jam ago

BIM University Fasilitasi Calon Mahasiswa Kenal Lebih Dekat dengan Kampus

DENPASAR — Suasana penuh antusiasme mewarnai kegiatan penerimaan mahasiswa baru (PMB) BIM University yang digelar…

9 jam ago

Raih Hibah Internasional 2026, Tim Pengabdian MPAI UMS Reduksi Bullying Verbal Siswa Transisi di Malaysia

SURAKARTA - Masa peralihan dari sekolah rendah ke sekolah menengah berasrama bukan hanya sekadar menandakan…

10 jam ago

Mahasiswa UMS Latih Warga Karangmojo Weru Racik Sabun Cuci Piring

SURAKARTA – Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Pancasila Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id…

10 jam ago

Kritisi Perlindungan WNI di Luar Negeri, Tim Mahasiswa UMS Raih Juara II Policy Brief 2026

SURAKARTA - Penguatan perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri membutuhkan dukungan regulasi…

10 jam ago

This website uses cookies.