Categories: IndeksPendidikan

UMS Resmi Buka Program Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

Fakultas Kedokteran UMS. Foto: Ist.

SOLO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka Program Studi Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 133/B/O/2026.

Pembukaan program ini menjadi bagian dari komitmen UMS dalam memperkuat pengembangan akademik sekaligus menjawab kebutuhan nasional akan dokter spesialis layanan primer.

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan bahwa pembukaan program spesialis merupakan wujud nyata inovasi dan pengembangan kelembagaan yang terus dilakukan UMS sebagai perguruan tinggi Islam berkelas dunia.

“UMS sebagai perguruan tinggi Islam berkelas dunia selalu melakukan inovasi tiada henti. Salah satu bentuknya adalah pengembangan akademik dan kelembagaan secara vertikal, mulai dari jenjang sarjana, profesi, magister, hingga spesialis. Penambahan Program Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer ini menjadi bentuk komitmen UMS dalam memperkuat aspek kesehatan,” ungkapnya, Jumat (20/2/2026).

Ia menambahkan bahwa saat ini UMS telah memiliki jenjang pendidikan lengkap di Fakultas Kedokteran, mulai dari sarjana, profesi dokter, magister administrasi rumah sakit, hingga spesialis. Selain itu, tim task force UMS juga tengah mempersiapkan sejumlah program spesialis strategis lainnya sebagai bagian dari upaya menghadirkan kampus yang sehat, adaptif, progresif, dan moderatif.

Sementara itu, Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., Dipl. STD-HIV/AIDS., FINSDV., FAADV., menjelaskan bahwa percepatan pendirian PPDS ini tidak terlepas dari inisiatif pemerintah dalam mengatasi kekurangan dokter spesialis di Indonesia. Pemerintah kemudian membentuk Satuan Tugas (Satgas) Akselerasi Pendirian PPDS untuk mempercepat pembukaan program spesialis di berbagai fakultas kedokteran.

Tim satgas memetakan sebanyak 144 fakultas kedokteran di seluruh Indonesia dan menawarkan tiga skema pendirian PPDS, yaitu skema mandiri, skema cangkokan melalui pembinaan fakultas kedokteran lain, serta skema mandat langsung dari kementerian. Meski banyak institusi mengundurkan diri lantaran waktu persiapan yang singkat, FK UMS tetap melanjutkan proses hingga akhirnya dinyatakan lolos setelah melalui evaluasi lapangan oleh tim ahli dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran pada pertengahan Januari.

Program Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer atau Sp.KKLP memiliki peran strategis dalam sistem kesehatan nasional, khususnya dalam memperkuat layanan kesehatan tingkat pertama. Dokter spesialis layanan primer diharapkan mampu menangani berbagai permasalahan kesehatan secara komprehensif di fasilitas kesehatan primer, sehingga mengurangi kebutuhan rujukan ke rumah sakit tingkat lanjut.

Flora menyebut program ini juga berperan dalam mendukung pemerataan distribusi dokter spesialis, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), guna memastikan akses layanan kesehatan yang lebih merata bagi masyarakat.

Flora menegaskan bahwa program Sp.KKLP FK UMS memiliki keunggulan melalui integrasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam seluruh proses pembelajaran. Keunggulan tersebut menjadi pembeda sekaligus memperkuat identitas FK UMS dalam mencetak dokter spesialis yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki integritas dan nilai kemanusiaan yang kuat.

Dengan dibukanya Program Studi Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer PPDS berdasarkan SK Mendiktisaintek Nomor 133/B/O/2026, Dekan FK menyebut UMS optimistis dapat berkontribusi lebih luas dalam mencetak dokter spesialis berkualitas serta mendukung penguatan sistem pelayanan kesehatan nasional di masa depan.

Indospektrum

Recent Posts

UMS Gelar Pelatihan Ecoprint dan Branding untuk Dorong Ekonomi Kreatif Desa Wisata Jarum Klaten

SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif…

4 menit ago

MPAI UMS Gelar Workshop Systematic Literature Review untuk Tingkatkan Kualitas Riset Mahasiswa

SOLO - Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menyelenggarakan…

21 menit ago

Tolak Pelabelan ‘Londo Ireng’, Wartawan di Soloraya Gelar Aksi di Monumen Pers

SOLO - Puluhan wartawan dan lembaga pers mahasiswa (LPM) di Soloraya menggelar unjuk rasa di…

35 menit ago

Perkuat Sinergi Pendidikan Kesehatan, UNS dan Unimus Jalin Kerja Sama Pengembangan PPDS

SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) memperkuat sinergi antarperguruan…

17 jam ago

Pemprov Jateng Salurkan 6,8 Juta Liter Air Bersih ke Daerah Terdampak Kekeringan

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama sejumlah stakeholder terus mendistribusikan air bersih ke sejumlah…

17 jam ago

Hilirisasi Dorong Investasi Semester I 2026 Tembus Rp1.010 Triliun, Pengamat UMS: Indonesia Masih Dilirik Investor

  SOLO – Realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 yang menembus Rp1.010,6 triliun menjadi…

24 jam ago

This website uses cookies.