SEMARANG – Cuaca panas ekstrem saat transisi kemarau pada akhir Mei 2026 menjadi tantangan bagi pengendara sepeda motor. Berada di atas sepeda motor berjam-jam dengan paparan suhu tinggi, membuat cairan tubuh menguap tanpa disadari.
Untuk itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi para bikers saat menghadapi musim kemarau. Banyak pengendara mengira bahwa risiko terbesar di musim kemarau hanya kelilipan karena debu atau silau matahari.
Padahal, ancaman terbesar ada di dalam kepala kita sendiri. Saat tubuh kekurangan cairan akibat cuaca panas ekstrem, otak adalah organ pertama yang mengalami penurunan fungsi. Gejala awalnya sepele: mata mulai sepet, leher terasa kaku, dan pikiran mulai melamun.
Namun di titik ini, waktu reaksi tubuh Anda untuk mengerem berkurang hingga 30 persen. Akibatnya bisa ditebak. Ketika ada pengendara lain yang memotong jalur secara tiba-tiba, kita tidak hanya terlambat mengerem, tetapi emosinya akan meledak seketika. Bahkan berpotensi kita kehilangan kendali atas diri kita sendiri.
Keep It Cool di Atas Motor
Kita harus memiliki strategi untuk menjinakkan cuaca ekstrem. Berikut adalah teknik defensive riding khusus musim kemarau yang bisa kita terapkan mulai hari ini:
* Manajemen Hidrasi Sebelum Berangkat
Haus adalah sinyal bahwa tubuh Anda sudah mengalami dehidrasi. Minumlah air putih yang cukup sebelum Anda memakai helm.
* Pilih Perlengkapan yang “Bernapas
Gunakan jaket dengan ventilasi udara yang baik. Hindari jaket plastik atau parasit tebal yang justru memerangkap panas tubuh di dalam. Gunakan selalu kaca helm (visor) berwarna gelap (smoke) atau gunakan kacamata pelindung untuk mengurangi kelelahan mata akibat silau aspal.
* Gunakan Rumus “Istirahat 2 Jam”
Tubuh manusia memiliki batas toleransi terpapar panas di atas motor. Maksimal setiap 2 jam perjalanan, menepilah. Manfaatkan ruang publik, SPBU, atau warung teduh untuk mendinginkan suhu tubuh dan menurunkan denyut jantung.
* Kelola Waktu Perjalanan
Jika memungkinkan, hindari berkendara di puncak panas bumi antara pukul 11.30-13.30 WIB. Berangkatlah lebih awal atau geser sedikit perjalanan Anda ke sore hari.
“Cengkeraman (grip) ban yang paling mahal sekalipun tidak akan pernah berguna jika kita kehilangan ‘grip’ atau kendali atas emosi diri sendiri. Di bawah terik aspal akhir Mei 2026, tingkatkan kesabaran kita satu level di atas biasanya. Ingat, ada keluarga yang menanti Anda pulang dengan selamat,” pesan Oke Desiyanto, Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng.
SOLO - Acara Sungkeman dan Sengkeran yang dijalani G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo (Gusti Sura) mengawali…
SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta penguatan mitigasi bencana seiring mulai datangnya musim…
SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat sistem pengawasan terintegrasi sebagai upaya mencegah praktik korupsi…
SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran Rp65,5 miliar pada 2026 untuk rehabilitasi jaringan…
SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan 1.507 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) selama…
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengingatkan masyarakat agar tidak gegabah oleh informasi yang…
This website uses cookies.