Categories: IndeksPendidikan

Yayasan SAPIN Apresiasi Kinerja Progresif Tim Peneliti UMS dalam Monev Hibah RISKESTREN

Tim peneliti UMS penerima hibah RISKESTREN saat kegiatan monev bersama penyelenggara hibah, Yayasan SAPIN. Foto: Ist.

SOLO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan komitmennya dalam riset berdampak melalui penguatan mutu dan keberlanjutan penelitian. Tim peneliti UMS penerima hibah RISKESTREN menjalani kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) bersama penyelenggara hibah, Yayasan SAPIN (Santri Peduli Nasional), sebagai bagian dari upaya memastikan kualitas riset yang tengah berjalan.

Kegiatan monev dilakukan melalui pertemuan strategis yang menitikberatkan pada peninjauan progres riset, kesesuaian pelaksanaan dengan proposal, serta pendampingan penguatan luaran dan keberlanjutan program. Forum ini juga menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas tantangan lapangan dan solusi pengembangan riset ke depan.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Yayasan SAPIN, yakni Dzul Faridah Arinal Haq, S.K.M., Siti Lutfiyah Rahmani, L.c., S.K.M., dan Heidya Rifdasuci, A.Md. Dari pihak UMS, tim peneliti yang mengikuti monev terdiri atas Selvi Restiyana, Samiyem, Nadya Maulita Putri, serta Arif Pristianto, SSt.FT., M.Fis.

“Fokus pembahasan mencakup progres riset, capaian indikator luaran, kendala di lapangan, serta strategi penguatan dan keberlanjutan program agar riset ini memberi dampak yang lebih luas,” ujar Ketua Tim Peneliti, Selvi Restiyana, Selasa (27/1/2026).

Dalam evaluasi tersebut, Yayasan SAPIN memberikan apresiasi atas kinerja tim peneliti UMS yang dinilai progresif, sistematis, dan partisipatif. Pendekatan riset yang melibatkan masyarakat secara aktif dipandang memiliki potensi dampak sosial yang kuat dan relevan dengan kebutuhan lapangan.

“Kami mendorong agar luaran riset tidak berhenti pada laporan, tetapi dikembangkan menjadi rekomendasi kebijakan dan publikasi ilmiah. Penting pula menyiapkan model keberlanjutan pascariset serta memperkuat kolaborasi lintas institusi dan komunitas,” ungkap Dzul Faridah Arinal Haq.

Diskusi yang telah terlaksana pada Minggu (25/1/2026) itu, juga menyoroti penguatan tata kelola riset, sistem pelaporan yang akuntabel, serta optimalisasi luaran hibah RISKESTREN agar memberikan manfaat jangka panjang.

Bagi UMS, monev ini menjadi momentum reflektif untuk mengevaluasi capaian sekaligus mempertegas arah pengembangan riset yang berorientasi pada dampak nyata. Kehadiran langsung penyelenggara hibah dinilai semakin memperkuat kepercayaan terhadap kapasitas riset dan kualitas peneliti UMS, sejalan dengan penguatan budaya akademik yang unggul, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Indospektrum

Recent Posts

Sungkeman dan Sengkeran Awali Rangkaian Dhaup Ageng di Pura Mangkunegaran Solo

SOLO - Acara Sungkeman dan Sengkeran yang dijalani G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo (Gusti Sura) mengawali…

14 menit ago

Musim Hujan Tiba, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Mitigasi Bencana dan Infrastruktur Diperkuat

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta penguatan mitigasi bencana seiring mulai datangnya musim…

40 menit ago

Cegah Korupsi, Pemprov Jateng Perkuat Sistem Pengawasan Terintegrasi Bareng KPK dan BPK

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat sistem pengawasan terintegrasi sebagai upaya mencegah praktik korupsi…

54 menit ago

Pemprov Jateng Gelontorkan Rp65,5 Miliar untuk Rehabilitasi Irigasi dan Perpipaan Pertanian

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran Rp65,5 miliar pada 2026 untuk rehabilitasi jaringan…

1 jam ago

Pemprov Jateng Salurkan 1.507 Alsintan demi Perkuat Lumbung Pangan Nasional

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan 1.507 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) selama…

2 jam ago

Penggeledahan di Sukoharjo, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Masyarakat Jaga Kondusivitas

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengingatkan masyarakat agar tidak gegabah oleh informasi yang…

5 jam ago

This website uses cookies.