Rabu, 26 Agustus 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Gagasan

Jangan Panik, Ini Pertolongan Pertama Saat Anak Kejang Menurut Dokter RS UNS

Indospektrum by Indospektrum
23 Juli 2026
in Gagasan, Indeks
0
Share on FacebookShare on Twitter
Dokter Spesialis Anak RS UNS Solo, dr. Aisya Fikritama Aditya, Sp.A. Foto: Ist.

SOLO – Melihat anak mengalami kejang merupakan salah satu kondisi yang paling mengkhawatirkan bagi orang tua. Tubuh anak dapat tampak kaku, tangan dan kaki bergerak tidak terkendali, mata mendelik, hingga kehilangan kesadaran.

Dalam situasi tersebut, kepanikan sering kali membuat orang tua melakukan tindakan yang keliru, seperti memasukkan sendok atau benda lain ke dalam mulut anak.

Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dr. Aisya Fikritama Aditya, Sp.A, mengingatkan bahwa pertolongan pertama yang tepat sangat penting untuk mencegah cedera dan membantu proses diagnosis.

“Sebagian besar kejang pada anak tidak menyebabkan kerusakan otak permanen. Namun, setiap kejadian kejang tetap perlu dievaluasi oleh tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya sehingga penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi anak,” terang dr. Aisya.

Kejang merupakan kondisi yang terjadi akibat aktivitas listrik yang tidak normal di otak, sehingga menimbulkan perubahan pada gerakan tubuh, kesadaran, perilaku, maupun sensasi. Kejang bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis. Durasi kejang dapat berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit dan dapat terjadi satu kali maupun berulang.

Penyebab kejang pada anak cukup beragam. Salah satu yang paling sering dijumpai adalah kejang demam, yaitu kejang yang terjadi akibat kenaikan suhu tubuh di atas 38°C pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun tanpa adanya infeksi pada sistem saraf pusat. Selain itu, kejang juga dapat dipicu oleh epilepsi, infeksi otak seperti meningitis atau ensefalitis, cedera kepala, gangguan kadar gula darah, gangguan elektrolit, keracunan obat, maupun kelainan bawaan pada sistem saraf. Riwayat keluarga dengan kejang atau epilepsi juga dapat meningkatkan risiko pada sebagian anak.

Saat anak mengalami kejang, orang tua dianjurkan untuk tetap tenang. Letakkan anak di tempat yang aman dengan posisi miring agar jalan napas tetap terbuka, longgarkan pakaian di sekitar leher, dan jauhkan benda-benda yang berpotensi menyebabkan cedera. Hindari memasukkan apa pun ke dalam mulut anak serta jangan menahan gerakan kejang secara paksa. Orang tua juga disarankan mencatat waktu mulai kejang dan lamanya kejang berlangsung sebagai informasi penting bagi dokter.

Upaya pencegahan kejang bergantung pada penyebabnya. Orang tua perlu memastikan anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal, asupan gizi dan cairan yang cukup, serta segera memeriksakan anak apabila mengalami demam tinggi atau tanda-tanda infeksi. Pada anak yang telah didiagnosis epilepsi, obat antikejang harus diminum secara teratur sesuai anjuran dokter dan tidak boleh dihentikan tanpa konsultasi.

RS UNS juga mengimbau masyarakat untuk segera membawa anak ke instalasi gawat darurat apabila kejang berlangsung lebih dari lima menit, terjadi berulang dalam waktu 24 jam, disertai kesulitan bernapas, wajah tampak kebiruan, anak tidak sadar setelah kejang berhenti, atau kejang terjadi setelah cedera kepala. “Pemeriksaan segera juga diperlukan apabila kejang terjadi untuk pertama kali, dialami bayi berusia kurang dari enam bulan, atau muncul tanpa disertai demam,” imbuhnya.

Sementara itu, apabila kejang berlangsung kurang dari lima menit, hanya terjadi satu kali dalam 24 jam, terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun, dan anak kembali sadar setelah kejang, orang tua tetap dianjurkan membawa anak ke dokter pada hari yang sama. Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui penyebab kejang dan memastikan tidak ada kondisi lain yang memerlukan penanganan khusus.

Melalui edukasi ini, RS UNS mengajak masyarakat untuk lebih memahami cara mengenali dan menangani kejang pada anak secara tepat. Penanganan medis yang cepat dan sesuai dapat mencegah komplikasi serta meningkatkan peluang kesembuhan anak.

Tags: RS UNSUniversitas Sebelas MaretUNS
Previous Post

Gelar Pelatihan Penulisan Paten 2026, UMS Dorong Peningkatan Inovasi dan Hilirisasi Riset

Next Post

Dari Boyolali Memikat NASA: Ibrahim Al Abrar Raih Beasiswa Pendidikan dan Hadiah Umrah dari BSI

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Study visit tim manajemen UMS ke Malaysia. Foto: Ist.
Indeks

Perkuat Internasionalisasi, Prodi Manajemen UMS Jelajahi Program Double Degree Bersama MSU Malaysia

by Indospektrum
26 Agustus 2026
Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Pengkaderan PDM Kabupaten Sukoharjo, Dr. H. Sri Lahir, M.Pd., melantik Nasrul Harahab, S.Pdl., Gr., M.Pd., sebagai Kepala SD UMS Global Citizen periode 2026–2030. Foto: Ist.
Indeks

Nasrul Harahab Dilantik Jadi Kepala SD UMS Global Citizen Lab School Periode 2026–2030

by Indospektrum
26 Agustus 2026
Ilustrasi - FAS sebagai entitas anak Blibli hadir tak hanya sebagai penyedia operasional, tetapi juga mitra strategis yang mendorong pertumbuhan brand. Foto: Ist.
Bisnis

Bantu Brand Scaling Up Tanpa Modal Raksasa, FAS Hadirkan Solusi All-in-One Enabler

by Indospektrum
26 Agustus 2026
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menghadiri seremoni Groundbreaking PLTS Terapung Gajah Mungkur (25/8/2026). Foto: Ist.
Indeks

Investasi Rp1,6 Triliun, Groundbreaking PLTS Terapung Gajah Mungkur Resmi Dimulai

by Indospektrum
25 Agustus 2026
Ilustrasi - Kekeringan di musim kemarau. Foto: Google Gemini
Indeks

Pemprov Jateng Dorong Modifikasi Cuaca untuk Atasi Ancaman Kekeringan Panjang

by Indospektrum
25 Agustus 2026
Next Post
BSI memberikan Beasiswa Prestasi kepada Ibrahim Al Abrar, siswa sekolah dasar asal Boyolali berhasil menarik perhatian dunia hingga memperoleh apresiasi dari NASA. Foto: Ist.

Dari Boyolali Memikat NASA: Ibrahim Al Abrar Raih Beasiswa Pendidikan dan Hadiah Umrah dari BSI

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Study visit tim manajemen UMS ke Malaysia. Foto: Ist.
Indeks

Perkuat Internasionalisasi, Prodi Manajemen UMS Jelajahi Program Double Degree Bersama MSU Malaysia

26 Agustus 2026
Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Pengkaderan PDM Kabupaten Sukoharjo, Dr. H. Sri Lahir, M.Pd., melantik Nasrul Harahab, S.Pdl., Gr., M.Pd., sebagai Kepala SD UMS Global Citizen periode 2026–2030. Foto: Ist.
Indeks

Nasrul Harahab Dilantik Jadi Kepala SD UMS Global Citizen Lab School Periode 2026–2030

26 Agustus 2026
Ilustrasi - FAS sebagai entitas anak Blibli hadir tak hanya sebagai penyedia operasional, tetapi juga mitra strategis yang mendorong pertumbuhan brand. Foto: Ist.
Bisnis

Bantu Brand Scaling Up Tanpa Modal Raksasa, FAS Hadirkan Solusi All-in-One Enabler

26 Agustus 2026
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menghadiri seremoni Groundbreaking PLTS Terapung Gajah Mungkur (25/8/2026). Foto: Ist.
Indeks

Investasi Rp1,6 Triliun, Groundbreaking PLTS Terapung Gajah Mungkur Resmi Dimulai

25 Agustus 2026
Ilustrasi - Kekeringan di musim kemarau. Foto: Google Gemini
Indeks

Pemprov Jateng Dorong Modifikasi Cuaca untuk Atasi Ancaman Kekeringan Panjang

25 Agustus 2026
Lokasi kebakaran di Kampung Tunggulsari, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Selasa (25/8/2026). Foto: Ist.
Indeks

Kebakaran Rumah Produksi Kursi Busa di Solo, Dua Anak Alami Luka Bakar

25 Agustus 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum