Senin, 2 November 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Gagasan

Jangan Panik, Ini Pertolongan Pertama Saat Anak Kejang Menurut Dokter RS UNS

Indospektrum by Indospektrum
23 Juli 2026
in Gagasan, Indeks
0
Share on FacebookShare on Twitter
Dokter Spesialis Anak RS UNS Solo, dr. Aisya Fikritama Aditya, Sp.A. Foto: Ist.

SOLO – Melihat anak mengalami kejang merupakan salah satu kondisi yang paling mengkhawatirkan bagi orang tua. Tubuh anak dapat tampak kaku, tangan dan kaki bergerak tidak terkendali, mata mendelik, hingga kehilangan kesadaran.

Dalam situasi tersebut, kepanikan sering kali membuat orang tua melakukan tindakan yang keliru, seperti memasukkan sendok atau benda lain ke dalam mulut anak.

Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dr. Aisya Fikritama Aditya, Sp.A, mengingatkan bahwa pertolongan pertama yang tepat sangat penting untuk mencegah cedera dan membantu proses diagnosis.

“Sebagian besar kejang pada anak tidak menyebabkan kerusakan otak permanen. Namun, setiap kejadian kejang tetap perlu dievaluasi oleh tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya sehingga penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi anak,” terang dr. Aisya.

Kejang merupakan kondisi yang terjadi akibat aktivitas listrik yang tidak normal di otak, sehingga menimbulkan perubahan pada gerakan tubuh, kesadaran, perilaku, maupun sensasi. Kejang bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis. Durasi kejang dapat berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit dan dapat terjadi satu kali maupun berulang.

Penyebab kejang pada anak cukup beragam. Salah satu yang paling sering dijumpai adalah kejang demam, yaitu kejang yang terjadi akibat kenaikan suhu tubuh di atas 38°C pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun tanpa adanya infeksi pada sistem saraf pusat. Selain itu, kejang juga dapat dipicu oleh epilepsi, infeksi otak seperti meningitis atau ensefalitis, cedera kepala, gangguan kadar gula darah, gangguan elektrolit, keracunan obat, maupun kelainan bawaan pada sistem saraf. Riwayat keluarga dengan kejang atau epilepsi juga dapat meningkatkan risiko pada sebagian anak.

Saat anak mengalami kejang, orang tua dianjurkan untuk tetap tenang. Letakkan anak di tempat yang aman dengan posisi miring agar jalan napas tetap terbuka, longgarkan pakaian di sekitar leher, dan jauhkan benda-benda yang berpotensi menyebabkan cedera. Hindari memasukkan apa pun ke dalam mulut anak serta jangan menahan gerakan kejang secara paksa. Orang tua juga disarankan mencatat waktu mulai kejang dan lamanya kejang berlangsung sebagai informasi penting bagi dokter.

Upaya pencegahan kejang bergantung pada penyebabnya. Orang tua perlu memastikan anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal, asupan gizi dan cairan yang cukup, serta segera memeriksakan anak apabila mengalami demam tinggi atau tanda-tanda infeksi. Pada anak yang telah didiagnosis epilepsi, obat antikejang harus diminum secara teratur sesuai anjuran dokter dan tidak boleh dihentikan tanpa konsultasi.

RS UNS juga mengimbau masyarakat untuk segera membawa anak ke instalasi gawat darurat apabila kejang berlangsung lebih dari lima menit, terjadi berulang dalam waktu 24 jam, disertai kesulitan bernapas, wajah tampak kebiruan, anak tidak sadar setelah kejang berhenti, atau kejang terjadi setelah cedera kepala. “Pemeriksaan segera juga diperlukan apabila kejang terjadi untuk pertama kali, dialami bayi berusia kurang dari enam bulan, atau muncul tanpa disertai demam,” imbuhnya.

Sementara itu, apabila kejang berlangsung kurang dari lima menit, hanya terjadi satu kali dalam 24 jam, terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun, dan anak kembali sadar setelah kejang, orang tua tetap dianjurkan membawa anak ke dokter pada hari yang sama. Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui penyebab kejang dan memastikan tidak ada kondisi lain yang memerlukan penanganan khusus.

Melalui edukasi ini, RS UNS mengajak masyarakat untuk lebih memahami cara mengenali dan menangani kejang pada anak secara tepat. Penanganan medis yang cepat dan sesuai dapat mencegah komplikasi serta meningkatkan peluang kesembuhan anak.

Tags: RS UNSUniversitas Sebelas MaretUNS
Previous Post

Gelar Pelatihan Penulisan Paten 2026, UMS Dorong Peningkatan Inovasi dan Hilirisasi Riset

Next Post

Dari Boyolali Memikat NASA: Ibrahim Al Abrar Raih Beasiswa Pendidikan dan Hadiah Umrah dari BSI

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menghadiri Haflah Khotmil Quran ke-XV, Qiro’ah Sab’ah, serta Haul KH M. Saifulloh dan Nyai Hj. Siti Mutmainah di Pondok Pesantren Sabilul Huda, Tegaron, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Minggu, 1 November 2026. Foto: Ist.
Indeks

Pemprov Jateng Perkuat Support Pesantren: Tali Asih Hafiz, Insentif Guru Agama, hingga Beasiswa Kuliah

by Indospektrum
1 November 2026
Penghargaan MURI untuk kategori Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Pertama yang Melakukan Transaksi Pembelian ETF Emas. Foto: Ist.
Indeks

Ratusan Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta Ukir Rekor MURI Lewat Investasi ETF Emas

by Indospektrum
1 November 2026
Flag off jalan sehat dalam rangka Hari Jadi ke-68 UMS, Minggu (1/11/2026). Foto: Ist.
Indeks

Bertabur Doorprize, Jalan Sehat Milad ke-68 UMS Sukses Sedot Antusiasme Ribuan Peserta

by Indospektrum
1 November 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen melakukan penanaman pohon di kawasan Candi Gedongsongo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu, 1 November 2026. Foto: Ist.
Indeks

Libatkan Ratusan Relawan, Wagub Taj Yasin Galakkan Konservasi Alam Lewat Penanaman Pohon Produktif

by Indospektrum
1 November 2026
Peresmian Shelter Kuliner Sehat 58 Mart yang berlokasi di kawasan Business Center UMS Mendungan, Jumat (30/10/2026). Foto: Ist.
Bisnis

UMS Resmikan Shelter Kuliner Sehat 58 Mart, Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Kampus

by Indospektrum
1 November 2026
Next Post
BSI memberikan Beasiswa Prestasi kepada Ibrahim Al Abrar, siswa sekolah dasar asal Boyolali berhasil menarik perhatian dunia hingga memperoleh apresiasi dari NASA. Foto: Ist.

Dari Boyolali Memikat NASA: Ibrahim Al Abrar Raih Beasiswa Pendidikan dan Hadiah Umrah dari BSI

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menghadiri Haflah Khotmil Quran ke-XV, Qiro’ah Sab’ah, serta Haul KH M. Saifulloh dan Nyai Hj. Siti Mutmainah di Pondok Pesantren Sabilul Huda, Tegaron, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Minggu, 1 November 2026. Foto: Ist.
Indeks

Pemprov Jateng Perkuat Support Pesantren: Tali Asih Hafiz, Insentif Guru Agama, hingga Beasiswa Kuliah

1 November 2026
Penghargaan MURI untuk kategori Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Pertama yang Melakukan Transaksi Pembelian ETF Emas. Foto: Ist.
Indeks

Ratusan Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta Ukir Rekor MURI Lewat Investasi ETF Emas

1 November 2026
Flag off jalan sehat dalam rangka Hari Jadi ke-68 UMS, Minggu (1/11/2026). Foto: Ist.
Indeks

Bertabur Doorprize, Jalan Sehat Milad ke-68 UMS Sukses Sedot Antusiasme Ribuan Peserta

1 November 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen melakukan penanaman pohon di kawasan Candi Gedongsongo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu, 1 November 2026. Foto: Ist.
Indeks

Libatkan Ratusan Relawan, Wagub Taj Yasin Galakkan Konservasi Alam Lewat Penanaman Pohon Produktif

1 November 2026
Peresmian Shelter Kuliner Sehat 58 Mart yang berlokasi di kawasan Business Center UMS Mendungan, Jumat (30/10/2026). Foto: Ist.
Bisnis

UMS Resmikan Shelter Kuliner Sehat 58 Mart, Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Kampus

1 November 2026
Dua pemain muda Kendal Tornado FC, Er Deva Aulia dan Ousmane Maiket mendapat panggilan TC Timnas Indonesia U-20. Foto: Ist.
Indeks

Tampil Cemerlang di Klub, Dua Pemain Muda Kendal Tornado FC Dipanggil TC Timnas U-20 di Turki

31 Oktober 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum